Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 87


__ADS_3

satu Minggu telah berlalu,,jarak pernikahan Ririn dan Gus Sofyan semakin dekat. Ririn sudah tak lagi membahas dan memikirkan tentang Arumi. dia berfikir,,mungkin kini Arumi hanya sebatas kawan saja.


"morning Abang,,Kakak" ucap Rere dengan melangkah menuruni tangga


"morning Re" ucap vino dan Ririn bersamaan


"mana ayah kak?" ucap Rere sembari duduk di sofa depan televisi


"ayah ke kantor" ucap Ririn sedang memainkan handphone nya


"ke kantor? kok tumben? ada apa? bukannya ayah sekarang lagi sibuk tentang persiapan pernikahannya kakak ya?" ucap Rere mengambil kaleng makanan di atas meja


"nggak tau sih..katanya ayah tadi ada sedikit masalah gitu..jadi ayah ke kantor tadi pagi" ucap Ririn yang masih terfokus kepada handphone nya


tak lama kemudian,,bel rumah berbunyi pertanda ada tamu yang datang. bi mar berlari mendekati pintu utama dan membuka pintu. terlihatlah sosok wanita muda yang tak kalah cantiknya dengan Ririn dan Rere.


"maaf, cari siapa ya?" ucap bi mar melihat penampilan wanita itu dari bawah hingga atas


"oh saya mau cari Erina..apa benar ini rumahnya?" ucap wanita itu tersenyum manis


"oh iya silahkan masuk..saya panggilkan non Ririn dulu" ucap bi mar kemudian berlalu memanggil Ririn


"oh ini rumahnya? ya lumayan lah..aku pikir dalam dan luarnya beda" ucap wanita itu dalam hati dengan mengarahkan pandangannya ke sekeliling rumah


"anda mencari saya?" ucap Ririn memandang punggung wanita itu


"iya. kamu Erina kan?" ucap wanita itu berbalik menatap Ririn lebih inci


"silahkan duduk" ucap Ririn mempersilahkan wanita itu duduk di sofa ruang tamu


"bi mar..bisa tolong buatin minum nggk?" ucap Ririn saat melihat bi mar melewati ruang tamu


"iya non" ucap bi mar kemudian berjalan menuju dapur


Ririn kembali menatap wanita di depannya itu. ia masih terus berfikir dan berfikir tentang wanita itu.


"siapa dia? apa aku mengenalnya?" ucap Ririn terus menatap wajah wanita itu


"apa aku kenal dia di Jerman dulu? ah kayaknya nggak mungkin deh" sambungnya dalam hati


tak lama kemudian, Bi mar datang dengan membawa dua gelas jus dan beberapa piring buah untuk di hidangkan kepada wanita tersebut


"terima kasih" ucap wanita itu dengan tersenyum menatap Ririn dan bi mar bergantian


"iya. silahkan di minum dulu" ucap Ririn tersenyum ramah


"maaf, kalau boleh tau..ada apa anda mencari saya? apakah anda mengenal saya?" ucap Ririn memulai pembicaraan


wanita itu meletakkan gelasnya kembali dan tersenyum menatap Ririn "saya mengenal kamu, Erina Angel Putri Fahriza. tapi mungkin kamu tak mengenal saya" ucapnya


"anda siapa dan bagaimana anda bisa mengenal saya?" ucap Ririn menatap wanita itu dalam


"oh iya tak heran sih jika anda mengenal saya,,karena saya cantik dan terkenal di mana mana" ucap Ririn dengan PD nya dan disertai tawa renyah

__ADS_1


wanita tersebut ikut terkekeh "saya Arumi" ucapnya singkat


mendengar nama wanita itu,,seketika Ririn merubah ekspresi wajahnya. ia terkejut tak menyangka bahwa Arumi bisa datang ke rumahnya.


"Arumi? bukankah seminggu yang lalu aku pernah membahas dia di depan keluarga? kok dia bisa tau alamat rumahku? kira kira ada apa dia datang kemari? ah udah lah sambut aja. namanya juga tamu" ucapnya dalam hati


"oh Arumi" ucapnya tersenyum dan berjabat tangan dengan Arumi


"kamu kenal saya kah?" ucap Arumi heran karena melihat Ririn seperti kenal dirinya


"bukan kenal sih..hanya sebatas tau aja hehe" ucap Ririn tersenyum


"ada apa ni datang secara langsung ke rumah kami?" ucap Ririn memakan buah semangka yang ada di salah satu piring atas meja


"oh iya ngobrolnya santai aja ya. ini sambil di makan juga buahnya" sambungnya lagi sambil mengunyah buah di dalam mulutnya


"saya nggak munafik. saya nggak suka basa basi juga. saya akan to the poin maksud saya datang ke rumah ini" ucap Arumi menatap Ririn tajam


"semangat Rin. dia sainganmu. jangan kalah hanya dengan wanita yang tak terlalu cantik ini. masih lebih cantik kamu ke mana mana Rin. ayo lawan dia dengan semua kemampuan kamu. fighting!" ucapnya menyemangati dirinya sendiri


"oh gitu..nggak mau santai maksudnya..ya udah ayok saya juga bisa serius. apa maksud kedatangan anda ke rumah kami?" ucap Ririn menatap mata Arumi


"kamu cantik" ucap Arumi kepada Ririn


"sudah di akui dunia" ucap Ririn singkat


Arumi tersenyum "kamu cantik..pasti bisa dapat yang lebih baik dari pada mas Sofyan saya" ucap Arumi


"maksudnya?" ucap Ririn pura pura tak mengerti


"bukan kok" ucap Ririn menyangkal


"saya calon istrinya" sambungnya kemudian tersenyum remeh


"saya lah calon istri yang sebenarnya. mas Sofyan telah di jodohkan dengan saya terlebih dahulu. jadi kamu jangan seenaknya ngomong kalau kamu calon istrinya" ucap Arumi menatap Ririn tajam


"oh begitukah?" ucap Ririn memasang ekspresi wajah tak percaya


"tapi bukankah Anda duluan yang menghilang saat ijab Kabul akan di laksanakan?" ucap Ririn memandang Arumi tajam


"lagi pula hubungan kami sekarang bukan hasil perjodohan seperti anda dulu loh. ustadz Sofyan memilih saya sebagai pendamping hidup. benar benar pilihan sendiri, bukan ****perjodohan****" sambungnya dengan menekan kata akhirnya


di sela sela pembicaraan mereka yang semakin memanas,,vino dan Rere bersembunyi di balik tembok dengan posisi membungkuk supaya tak terlihat oleh mereka berdua. mereka menguping pembicaraan Ririn dan Arumi yang sedari tadi membicarakan Gus Sofyan


"saya tau masa lalu kamu loh. saya tau kenakalan kamu saat masih sekolah. saya tau kamu sering ke bar untuk bersenang senang di sana. jangan paksa saya untuk membocorkan hal ini kepada mas Sofyan" ucap Arumi berusaha mengancam Ririn


"hahahaha..seorang Erina Angel Putri Fahriza, wanita cantik yang kecantikannya melebihi batas normal dan sudah tercetak di sejarah Indonesia,,di ancam karena kenakalan masa remajanya?" ucap Ririn tertawa remeh


"silahkan! saya tidak takut" sambungnya dengan menekan ucapannya


"sebenarnya apa pun yang akan anda lakukan,,saya tidak akan menimbulkan rasa ingin menghentikan pernikahan saya dengan ustadz Sofyan. jadi percuma jika anda mengancam saya dengan ancaman sehebat apapun..nggak akan berguna nona" ucapnya lagi dengan nada meremehkan


"sombong Sekali kamu berkata seperti itu. lebih baik kamu selesaikan hubungan kamu dengan mas Sofyan secepatnya. jangan membuat saya tambah marah" ucap Arumi tak terima

__ADS_1


"oh ya jelas saya bersikap sombong kepada anda, karena anda sekarang menginjakkan kaki di rumah saya. jika anda akan marah, silahkan. paling tidak nanti anda akan di kira orang gila karena marah marah di rumah orang" ucap Ririn kemudian meminum jusnya


"kamu mau hentikan pernikahan itu atau semua rahasia kamu akan saya bongkar kepada mas Sofyan" ucap Arumi kembali mengungkit masa lalu Ririn


"anda mengerti bahasa manusia nggak sih? saya kan sudah bilang, saya tidak akan menghentikan pernikahan ini. lagi pula jika anda mau membongkar semua kenakalan saya saat remaja,,percuma dan tak akan mempan juga. karena keluarga Abah Hamdan sudah mengetahuinya semua, termasuk ustadz Sofyan" ucap Ririn santai


saat Ririn dan Arumi sedang membicarakan hal yang serius, tak lama kemudian bel rumah berbunyi. bi mar berlari membuka pintu utama untuk melihat siapa tamu yang datang.


"maaf non, ada paket untuk nona Ririn" ucap bi mar dengan memperlihatkan satu kotak berukuran besar di tangannya


"oh iya bi. letak di sini saja" ucap Ririn kemudian bi mar meletakkan kotak tersebut di atas meja dan kembali melanjutkan pekerjaannya


"seperti inikah cara nona Erina menjamu tamunya dengan sangat tidak terhormat?" ucap Arumi tak terima dengan sikap tak sopan Ririn


"oh maaf. saya bisa bersikap sopan jika tamunya terhormat. berhubung anda bukan tamu terhormat itu, jadi saya perlakukan anda selayaknya" ucap Ririn tersenyum sembari membuka kotak besar itu.


di dalam kotak tersebut, terdapat gaun mewah yang di kirimkan oleh Reno untuk di coba Ririn, sebagai gaun resepsinya nanti.


"karena layanan di sini sangat tak sopan, lebih baik saya pulang saja. hanya buang buang waktu jika saya di sini" ucap Arumi berdiri dan mengambil tasnya


"ya iya lah. kan ini rumah saya. bukan restoran. jadi maklum jika layanannya tak nyaman. karena para ART di sini hanya melayani saya, bukan anda" ucap Ririn yang terus meremehkan Arumi


setelah mendengar ucapan Ririn,, Arumi melanjutkan jalannya menuju pintu utama untuk keluar dari rumah


"eh tunggu!" ucap Ririn yang mampu membuat Arumi berbalik badan


"bagus nggak, jika dengan gaun ini saya bersanding dengan ustadz Sofyan di atas pelaminan?" ucap Ririn terus membuat hati Arumi panas dengan menunjukkan gaun pengantin yang ada di tangannya


tanpa menjawab pertanyaan Ririn,,Arumi hanya memandangnya sinis dan menghentakkan kakinya kesal karena tujuan utamanya tak terlaksana. kemudian ia berjalan keluar rumah untuk pulang kembali ke rumahnya.


setelah Arumi keluar rumah,,vino dan Rere juga keluar dari tempat persembunyiannya sedari tadi.


"waahh hebat sekali adik Abang. bisa membuat wanita kurus itu kesal dan tak bisa berkata apa apa lagi" ucap vino mengelus kepala Ririn


"iya kak. kakak hebat sekali deh. salut Rere sama kakak. bisa bisanya kakak savage kayak gitu haha" ucap Rere tertawa


"iya dong. Ririn gitu loh" ucap Ririn mengedipkan mata kanannya dan kemudian di susul tawa dari mereka bertiga


"eh liat deh bang. bagus nggak kalau Ririn kenakan gaun ini saat resepsi pernikahan nanti?" ucap Ririn menunjukkan gaun itu kepada Abang dan adiknya


"bagus banget" ucap vino dan Rere bersamaan


"hahaha" tawa mereka bertiga


Arumi



NOTE


-haii para readers nya author.. sebelumnya author mau minta maaf nih kepada kalian,, sepertinya dalam beberapa waktu kedepan, author nggak bisa sering up lagi dikarenakan ada kesibukan. jadi tolong maklumin ya..


author juga minta maaf, karena mungkin cerita dari novel ini terlalu garing dan monoton bagi kalian. maafkan author juga, jika selama 78 episode ini terlalu banyak typo yang buat kalian bingung. jangan bosan dukung author ya..jangan lupa komen, like, dan vote juga. salam rindu author..

__ADS_1


see you:)


__ADS_2