Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 19


__ADS_3

Mereka segera pergi ke sekolah karena waktu sudah menjelang siang..melihat tingkah laku Ririn yg aneh, akhirnya Aisyah memulai pembicaraan terlebih dahulu


"maaf Rin..kamu nggak sehat ya" ucap Aisyah


"sehat kok mbak..memangnya kenapa?" tanya balik Ririn


"hmm ya aneh aja Rin..sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu..cobak cerita" ucap Aisyah


"hey Rin.. kalau kamu mau cerita ya cerita aja kali..lagian kita nggak ngelarang juga kok..cerita kuyy" ucap Vreya


"iya Rin..bener kata Vreya..kalau kamu ada masalah,,kamu ngomong ke kita..kamu cerita apa yang sebenarnya terjadi sama diri kamu" Lia menimpali


"hmm aku nggak papa kok guys..kalian Sans aja ya aku nggak papa kok" ucap Ririn dengan mengulas sebuah senyuman


saat mereka berjalan sambil berbicara,,terdengar bisikan santri yang melihat mereka "lihat itu ada geng cewek cewek cakep..kuy ta'arufin" ucap salah satu santri


"ta'aruf ta'aruf gundulmu..sekolah saja kita belum lulus sudah mau melamar anak orang..ntar dia nya mau di kasih makan apaan?" ucap santri yang lainnya dan langsung di sambung dengan tawa mereka semua


"hey cakep..mau sekolah ya..aku jagain dari belakang ya biar nggak ada yang ganggu" ucap santri yg lainnya pula


keempat gadis cantik itu tidak menggubris ucapan santri itu..dan dengan tenangnya mereka jalan melewati gerombolan santri ganjen itu


"cantik...kenapa cuek banget sih..sok sok an jual mahal deh" ucap salah satu santri


"cewek cewek cakep ini sangat sombong..padahal sudah di jelaskan di dalam Al Qur'an bahwa sifat sombong itu harus di musnahkan" ucap santri yg satunya lagi


mungkin karena sudah tidak sabar dan sudah melewati batas,,akhirnya Vreya putar badan dan segera menghampiri gerombolan santri tersebut


"Hey Abang Abang..bisa nggak kalau punya mulut itu di jaga..kita ini di sini niatnya mau mencari ilmu..mau bersekolah supaya bisa memusnahkan makhluk seperti Abang Abang ini..maaf ya kalau omongan saya terlalu kasar atau bahkan menyakitkan hati Abang Abang yang ada di sinii..tapi Abang tau sendiri kan kalau tempat ini adalah pesantren..dan di sini kita harusnya memperdalam ilmu agama..bukan malah mencari sensasi kepada santriwati..paham?!" ucapnya kemudian langsung pergi meninggalkan orang yang nggak penting baginya itu


*


*


*******


"assalamualaikum" ucap Aisyah dan yang lainnya serempak saat ingin memasuki kelas


"waalaikumsalam" ucap santri dan santriwati yang minat menjawab salam mereka


saat mereka masuk,banyak mata santri yang terkunci kepada mereka..salah satunya ketua kelas itu,Rehan..Rehan melihat Aisyah tak berkedip hingga ia mengukir senyum dengan sendirinya.. "astaghfirullah astaghfirullah" ucapnya saat sadar jika yang ia pandangi bukanlah mahromnya


Aisyah yang menyadari bahwa Rehan menatapnya pun ikut menahan senyumnya saat mendengar Rehan istighfar


Ririn dan kawan kawanya segera duduk di bangku mereka masing masing..tak berapa lama,waktu belajar telah tiba dan Gus Sofyan telah berada di dalam kelas

__ADS_1


"baiklah karena bel belajar sudah berbunyi..marila kita mulai pelajaran pertama kita hari ini..tapi sebelum itu kita berdoa terlebih dahulu..Rehan bisa dibantu" ucap Gus Sofyan


"eh iya baiklah Gus..berdoa dimulai" seluruh santri nampak berdoa dengan khusyuk


"berdoa selesai" ucap Rehan yang mengakhiri pimpinan doanya


"baiklah terima kasih rehan,saya ambil alih..sebaiknya kita langsung saja mulai pelajaran hari ini" ucap Gus Sofyan


saat sedang melaksanakan pelajaran,seluruh santri dan santriwati nampak kaget saat melihat pengurus asrama putra memasuki kelas dan berbicara kepada Gus Sofyan dengan suara kecil dan Tanpa salam..seluruh santri dan santriwati saling berbisik satu sama lain karena tindakan yang dimaksud tidak sopan ini terjadi


"kalau begitu saya pamit Gus..minta bantuannya dan minta maaf sudah menggangu kegiatan mengajar Gus Sofyan.. assalamualaikum"


"oh baiklah siap pak.. terima kasih infonya dan waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan


setelah pengurus asrama keluar,akhirnya Gus Sofyan bisa melanjutkan materi hari ini..namun berbeda dengan Ririn..saat pengurus asrama itu datang,hati Ririn nampak tenang..entah mengapa dan saat melanjutkan materi,mata Gus Sofyan lebih sering menatap pada meja Ririn..tak lama kemudia, Ririn dipanggil oleh Gus Sofyan untuk menghadapnya..


"Erina..tolong kemari" ucap Gus Sofyan


"eh iya ustadz..ada apa?" ucap Ririn


"tidak ada apa apa hanya saja kamu di panggil oleh Abah dan ummah di rumah..kamu dan kedua teman kamu di perintahkan untuk segera menemui beliau" ucap Gus Sofyan


"tapi ustadz,, pelajaran hari ini belum terselesaikan" ucap Ririn


"oh baiklah ustadz saya mohon izin.. assalamualaikum" ucap Ririn hendak pergi dari kelas..namun di cegah oleh Gus Sofyan


"hey Erina..ummah dan Abah memerintahkan kamu dan kedua teman kamu..kenapa kamu hanya berjalan keluar kelas sendiri saja?" ucap Gus Sofyan mengingatkan


"eh iya ustadz maaf ya hehe" balas Ririn dengan senyum khasnya


"uy curut..come here" sambung Ririn..


"izin ya ustadz.. assalamualaikum" ucap ketiganya keluar kelas dan menuju rumah Abah dan ummah


*


*


*******


"bagaimana ini bah..ummah tidak bisa berbicara kepada mereka bah..ummah tidak tega" ucap umi Hamidah dengan isak tangisnya


"sudah sudah,ummah tidak perlu menangis seperti itu..nanti Abah yang berbicara dengan baik kepada mereka..ummah tenang saja ya" ucap kyai Hamdan berusaha menenangkan istrinya


"assalamualaikum" salam Ririn dan yang lainnya menandakan bahwa mereka sudah berada di luar

__ADS_1


"biar Abah yang buka pintunya" ucap kyai Hamdan yang langsung di angguki oleh umi Hamidah


"waalaikumsalam" susul kyai Hamdan membuka pintu


"mari mari masuk..di dalam sudah ada umi" ucap kyai Hamdan mempersilahkan mereka masuk


"ayo duduk nak..kami mau bicara dengan kalian" ucap umi Hamidah


"iya umi ada apa??" tanya Lia


"Abah?" umi Hamidah memberi isyarat kepada suaminya..dan langsung diangguki oleh kyai Hamdan


"jadi begini..niat saya memanggil kalian itu hanya ingin memberi tahukan bahwa orang tua kalian tadi menelfon dan berkata akan segera ke pesantren" kyai Hamdan tak melanjutkan ucapannya


"oh iya kyai..kalau itu kami sudah mengetahuinya" ucap Ririn jujur


"iya..namun saat di dalam perjalanan menuju kemari,,mereka mengalami kecelakaan" ucap kyai Hamdan


DEGG!!! seperti di hantam batu dengan keras,,ketiganya tidak memiliki semangat untuk berkata lagi..semua diam membisu tak percaya bahwa hal itu akan terjadi kepada keluarganya


"tadi pihak kepolisian menelfon umi nak..umi sudah meminta mereka untuk memberikan pengobatan terbaik..namun takdir berkata lain..nak Fita,Ibu Ririn dan nak Reina mengalami koma" ucap umi kepada mereka


dengan tak sadar mereka meneteskan air mata dan tetap terpaku dengan posisi seperti itu.


"assalamualaikum Abah ummah Sofyan pulang" salam dari luar rumah dan saat sampai di ruang tamu,,Gus Sofyan segera duduk di sebelah abahnya


"Abah,,apakah mereka sudah tau yang sebenarnya terjadi?" tanya Gus Sofyan yang langsung mendapat anggukan dari abahnya


"maafkan saya Erina..Vreya dan Lia..saya tidak bermaksud untuk memperlambat waktu kalian mengetahui yang sebenarnya..tapi saya tidak mau kalian meneteskan air mata di depan santri dan santriwati yang ada..maafkan saya" ucap Gus Sofyan


"tolong izinkan saya bertemu bunda dan ayah,, kyai" ucap Ririn dengan pandangan kosongnya


"iya baiklah kita berangkat sekarang..Sofyan,Abah minta tolong siapkan mobil sekarang" ucap kyai kepada Gus Sofyan dan segera menyiapkan mobil untuk mereka pergi ke rumah sakit


"assalamualaikum Gus" sapa rehan kepada Gus Sofyan


"iya waalaikumsalam maaf saya terburu buru Han" ucap Gus Sofyan dengan tetap melangkahkan kakinya


"maaf Gus..memangnya Gus Sofyan mau kemana kok saya lihat sangat terburu-buru..ada apa Gus?" tanya rehan membuntuti Gus Sofyan


"saya harus menyiapkan mobil dan harus membawa Erina dah kedua kawannya ikut ke Semarang..orang tua mereka kecelakaan saat hendak mengunjungi pesantren ini" ucap Gus Sofyan yang tetap tak menghentikan langkahnya


"saya ingin membantu Gus..boleh kan saya sekalian ikut serta dengan Irfan dan Firman juga Gus..boleh kan?" ucap Rehan kemudian


"ah ya sudah kalau kamu mau ikut kamu bawa mobil pesantren lainnya" ucap Gus Sofyan dan rehan segera pergi untuk memanggil Irfan dan Firman

__ADS_1


__ADS_2