Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 90


__ADS_3

"Duhh kok aku gugup banget ya" ucap gadis cantik yang sudah siap dengan gaun pernikahannya


"udah kak, nggak papa kok. lagian kan bukan kakak yang mau ijab Kabul" ucap Rere duduk di atas ranjang Ririn


"iya tuh, kamu mah cuman siap ngambil cincin dan foto doang..nggak usah segugup itu juga kali Rin" ucap Lia membaca buku majalah di meja Ririn


"eh iya. ngomong ngomong, kamu ngundang mbak ular itu ya? ngapain pake ngundang dia segala sih, ah jadi males deh" ucap Vreya sembari memakan kuaci


"assalamualaikum" ucap Aisyah yang baru datang


"waalaikumsalam" ucap semua orang yang berada di kamar


"wahh..Ririn, kamu cantik banget" ucap Aisyah sembari meletakkan tas nya di sofa


"ehee..makasih mbak" ucap Ririn kembali menatap cermin


hari ini adalah hari di mana Ririn akan menjadi seorang istri untuk Gus Sofyan. suatu hari yang akan menjadi hari bersejarah bagi mereka. Ririn tampak sangat cantik dengan gaun tempo hari yang di berikan oleh Gus Sofyan. dengan balutan hijab putih yang melekat indah di kepalanya. dia mengenakan gaun itu supaya tak terlihat lebih menonjol dan supaya tak dapat menarik pandangan banyak orang. (Ririn mau menggunakan pakaian apa pun tetap menarik lah ya.. author aja terpesona liatnya)



"mbak Aisyah cantik banget hari ini. mau di make-up juga nggak?" ucap Rere menatap kagum kepada sahabat kakaknya itu


"ah kamu bisa aja Re. nggak perlu lah, mbak Aisyah nggak suka make-up" tolak Aisyah halus


"lah kok nggak perlu mbak, kan mbak Aisyah hadir di nikahannya Ririn..ya harus pakai make-up dong artinya" ucap Ririn membantah


"iya mbak, di poles sedikit aja ya. seperti kita kita gini, cantik loh mbak" ucap Vreya membujuk


"ya sudah iya, mbak di make-up tapi dikit aja ya" ucap Aisyah yang langsung di angguki oleh semua orang


Ririn menoleh kepada orang yang meriasnya "mbak, masih lama kah?" ucapnya


"sudah tidak kok nona, sebentar lagi sudah selesai" ucap perias itu


setelah riasan Ririn sudah selesai, Ririn meminta perias itu juga merias Aisyah. dan Aisyah tampil sangat berbeda dengan yang sebelumnya. ia semakin cantik dengan make-up di wajahnya


"oh iya, ini ada baju untuk kalian" ucap Ririn menyodorkan tiga papper bag berisi gaun kepada ketiga sahabatnya


"untuk apa? bukannya kita sekarang sudah menggunakan gaun indah?" ucap Lia dengan membuka papper bag itu


"iya tau, tapi gaun itu harus kalian pakai nanti saat acara resepsi berlangsung" ucap Ririn tersenyum


"untuk Rere?" ucap Rere membuka telapak tangannya


"kamu sudah siap berhijab?" ucap Ririn menatap Rere lekat


"oh belum siap sih hehe..Rere takutnya nanti kalau berhijab, wajah Rere nggak ada bedanya sama kakak" ucapnya dilanjutkan kekehan kecil


"bisa aja kamu. punya Rere ada di Abang. nanti kamu couple nya sama Abang" ucap Ririn yang langsung di angguki oleh Rere


*******


Ditempat lain, terdapatlah Gus Sofyan yang sangat gugup dan tak percaya diri. walaupun dia tak menampakkan bahwa dirinya sangat gugup, namun sangat terlihat di matanya jika dia sedang tidak dalam keadaan baik baik saja


"gimana? sudah siap nak? pak penghulunya sudah datang" ucap kyai Hamdan


"insyaallah bah" ucap Gus Sofyan

__ADS_1


"kamu tenang dulu ya, nih minum" ucap umi Hamidah sembari memberikan segelas air


"tenang nak, kalau kamu gugup seperti ini, semua tidak akan berjalan lancar. percayakan semua kepada Allah ya nak" ucap kyai Hamdan mengelus pundak anaknya


"gimana bah? Sofyan udah siap?" ucap Ning Izah yang ikut menghampiri Gus Sofyan


"wahh ternyata adiknya mbak sangat tampan ya kalau di lihat dari dekat" ucap Ning Izah


"dari dekat, dari jauh, tetap ganteng lah mbak. gimana sih" ucap Gus Sofyan memutar bola matanya jengah


"ayo segera, kamu sudah ganteng kok..pak penghulunya nungguin tuh. nggak enak kalau dibiarkan terlalu lama. nggak sopan kan" ucap Ning Izah menggandeng tangan kekar Gus Sofyan menuju ruang akad nikah


setelah sampai di ruangan ijab kabul, tampak Gus Sofyan yang sedang mencari cari seseorang. ya, yang dicari adalah calon istrinya, Ririn.


"mempelai wanita belum diizinkan keluar jika belum terdengar kalimat sah dari sang suami" ucap Ning Izah menjelaskan


"ooh" ucapnya sembari mengangguk kecil


"saudara Sofyan, apakah anda sudah siap?" ucap pak penghulu


"bismillah, siap pak" ucap Gus Sofyan mantap


"silahkan jabat tangan saya" ucap pak penghulu itu


Gus Sofyan memantapkan hati dan tak gugup lagi, karena sebentar lagi ia akan melepaskan semua rasa gugupnya selama ini.


"bismillahirrahmanirrahim. saudara Sofyan Ali Hamdan, saya nikahkan kamu, saya kawinkan kamu dengan putri kami, Erina Angel Putri Fahriza binti Reno Fahriza, dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin seberat enam gram, serta uang satu milyar, dibayar tunai" ucap penghulu itu dengan sangat lancar


"saya terima nikah dan kawinnya Erina Angel Putri Fahriza binti Reno Fahriza dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" ucap Gus Sofyan lancar dengan satu tarikan nafas


"sah!" ucap semua orang di acara tersebut


"Alhamdulillah" ucap semuanya kemudian dilanjutkan dengan membaca doa


setelah pembacaan doa selesai, kini saatnya Ririn turun untuk bertukar mas kawin dan tanda tangan di atas surat nikah.


saat Ririn turun dari kamarnya, semua orang yang berada di tempat akad nikah memandanginya terkagum kagum. termasuk Gus Sofyan, tak berkedip saat melihat Ririn menggunakan pakaian yang ia siapkan.


"sempurna" ucapnya dalam hati sambil tersenyum


"udah ah jangan diliatin terus..ntar matanya copot loh" ucap Ning Izah meledek


"apaan sih mbak, sudah halal juga kok. ganggu aja" ucap Gus Sofyan kesal


Ririn sampai di depan Gus Sofyan dan di tengah tengah banyaknya tamu undangan. Ririn sangat kagum dan tak percaya saat melihat lelaki yang berada di depannya ini sekarang adalah suaminya.


"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan memulai


"waalaikumsalam" ucap Ririn malu malu


"untuk kedua mempelai, silahkan bertukar cincin" ucap pak penghulu yang langsung dilaksanakan oleh Ririn dan Gus Sofyan


tangan Gus Sofyan gemetar saat menggenggam tangan Ririn "oh jadi seperti ini rasanya memegang tangan Erina. kenapa jadi sangat canggung" ucapnya dalam hati


setalah mereka bertukar cincin, Ririn mencium tangan Gus Sofyan dan Gus Sofyan mencium kening Ririn penuh dengan rasa sayang.


"what! kenapa jantungnya dag dig dug serr gini sih..ya ampun nggak nyangka banget.. ustadz Sofyan sudah jadi suami anee..waahh senangnya nembus usus" ucap Ririn lebay

__ADS_1


"sekarang adalah waktunya untuk menandatangani surat nikah" ucap pak penghulu itu


setelah menandatangani surat nikah, Ririn dan Gus Sofyan saling pandang dan tersenyum penuh arti "cantik" lirih Gus Sofyan yang mampu membuat Ririn tersipu malu


semua tamu di persilahkan untuk menikmati berbagai hidangan yang ada rumah itu. sementara Ririn dan Gus Sofyan mendapat bagian untuk istirahat terlebih dahulu


"Ririn, Sofyan..kalian istirahatlah dulu. karena nanti malam masih ada acara resepsi. mungkin hingga larut. ayah takutnya jika kalian tak Istirahat, bisa bahaya untuk tubuh kalian" ucap Reno


"nggak papa om saya di sini aja" ucap Gus Sofyan tersenyum


"eh kak Sofyan sudah jadi menantunya ayah loh..masak iya masih panggil om, panggil ayah dong biar gaul" ucap Rere yang disertai dengan kekehan kecilnya


Gus Sofyan tersenyum "biar Erina saja yang istirahat yah, saya di sini menemani para tamu" ucap Gus Sofyan kepada Reno


"nggak nak nggak papa, sebentar lagi tamunya pasti akan pulang, karena nanti masih ada acara resepsi. mereka juga akan faham kok. kalian istirahatlah dulu sana" ucap Reno yang langsung diangguki oleh Gus Sofyan dan Ririn


saat Ririn menaiki tangga, tampak ia yang sangat kesulitan dengan gaun bawahnya yang menjulur ke belakang. Gus Sofyan yang melihatnya pun tak tega membiarkan istrinya lelah menaiki tangga dengan menggunakan high heels dan gaun tersebut


"saya sudah halal kan? bismillahirrahmanirrahim" ucapnya kemudian menggendong Ririn sembari menaiki tangga


semua orang yang berada di lantai bawah pun terkejut dengan keromantisan pengantin baru itu. semuanya bersorak dengan kejadian tak terduga tersebut.


"ustadz. apa yang ustadz lakukan..malu tauu banyak orang" ucap Ririn sedikit berbisik


"malu kenapa? saya sudah suami kamu kan? apa yang dibuat malu? lagian saya seperti ini untuk melindungi kamu juga" ucap Gus Sofyan dengan terus berjalan menaiki tangga


"tapi Ririn berat ustadz, sekarang turunin Ririn deh" ucap Ririn terus memaksa


"suka suka saya dong" ucap Gus Sofyan dingin


Ririn tak dapat berulah lagi, ia pasrah atas apa yang dilakukan suaminya itu. Ririn tersenyum saat melihat wajah tampan Gus Sofyan secara dekat


"ustadz ganteng deh hari ini" ucap Ririn terus memandang wajah Gus Sofyan


"jangan buat saya kehilangan keseimbangan. bisa jatuh kamu nanti" ucap Gus Sofyan


"ehehe tapi beneran deh ustadz. ustadz ganteng hari ini" ucapnya lagi


"sudah dari dulu saya ganteng, hanya kamu saja yang baru menyadarinya" ucap Gus Sofyan terus menaiki tangga


"dihh..nyesel kan Ririn jadinya" ucap Ririn memutar bola matanya jengah


mereka sudah tak terlihat oleh banyaknya orang. Gus Sofyan dan Ririn melewati koridor lantai atas untuk sampai di kamar Ririn



*****


"apaan sih pakai gendong gendongan gitu. emang nggak punya kaki ya" ucap Arumi yang sedari tadi menyaksikan keromantisan pengantin baru itu.


"ehem! kalau iri, iri aja deh. jangan ngatain nggak punya kaki segala" ucap Vreya dari belakang


"saya nggak iri Karena saya akan merebut mas Sofyan dari gadis seperti Erina" ucap Arumi penuh penekanan


"gadis? oh sepertinya tidak. karena sebentar lagi, dia akan menjadi wanitanya Gus Sofyan. ingat ya, Wanitanya!" ucap Lia menekan kalimat akhirnya


karena hatinya sedang terbakar oleh cemburu, akhirnya Arumi pergi meninggalkan Lia dan Vreya tanpa sepatah katapun. hal itu membuat Lia dan Vreya sangat bahagia dan senang. karena lagi lagi mereka menang dari Arumi.

__ADS_1


__ADS_2