
Keesokan harinya..
"seger banget deh paginya" ucap Vreya bangun dari tidurnya
"selamat pagi calon mama dari anak anakku" ucap Firman membawa segelas susu ibu hamil untuk Vreya
"pengen shopping" lirihnya mengambil gelas yang ada di tangan Firman
"agak siangan aja ya,,sebentar lagi ada tamu besar yang berkunjung ke restoran" ucap Firman
masih ingat kalau Vreya punya banyak restoran kan? kini semua restoran itu diambil alih oleh suaminya. karena Firman tak mengizinkan Vreya untuk bekerja terlalu lelah dan khawatir tentang keadaan bayinya
"siapa?" tanya Vreya penasaran
"Tuan Nano" jawab Firman mengelus rambut panjang Vreya
"oh kalau gitu Vre ikut ya bang" ucap Vreya antusias
"jangan ah..nanti kamu kecapekan" ucap Firman
"nggak kok..kan cuma nemenin ngobrol doang..janji nggak capek capek deh" ucap Vreya membentuk jari tangannya jadi huruf V
Firman tersenyum tipis. kalau seperti ini, tak tega baginya untuk menolak. "oke kamu ikut..tapi jangan jauh jauh dari Abang ya" ucap Firman
"oke siaapp" ucap Vreya lanjut meminum susu hamilnya
"sementara Abang siap siap, kamu sarapan dulu ya..Abang sudah buatin omlet kesukaan kamu di bawah" ucap Firman yang diangguki oleh Vreya
dengan cepat Firman mencium kening Vreya dan beranjak untuk bersiap siap pergi ke restoran
*******
"satu"
"dua"
"tiga"
BRUKK!
dokter Johan menjatuhkan dirinya "hufh capeekk" lirih Dokter Johan
"ngapain?" tanya Rere masuk ke ruang gym sembari melempar botol air dingin kearah dokter Johan
"makan bakso" ucap dokter Johan melucu dan dengan sigap menangkap botol yang Rere berikan
"haha nggak lucu" ucap Rere ketus
"lagian kamu juga..orang mah udah ada di ruang gym gini masih ditanya ngapain ah..gabut banget" ucap dokter Johan
"ya udah sih biasa aja kali" ucap Rere kesal
__ADS_1
"ya udah iya..ini aku biasa aja kok" ucap dokter Johan
"ya udah nggak usah ngegas!" ucap Rere sedikit berteriak
"ya ampun..aku nggak ngegas loh sayang" ucap dokter Johan berdiri dari duduknya dan menghampiri Rere yang tengah duduk di sofa ruang gym
"kamu kenapa?" tanya dokter Johan mengelus rambut lembut istrinya
"gapapa" ketus Rere
dokter Johan tersenyum tipis "cerita sini..kamu kenapa?" tanya ulang dokter Johan
"ya kamunya tadi ngegas..orang aku mah tanyanya biasa aja" ucap Rere mulai berlinang linang
"lah lah..kok mau nangis? kamu kenapa sih sayang? aku kan tadi nggak marahin kamu loh" ucap dokter Johan menangkup wajah istrinya
"tadi aku dimarahin" ucap Rere mulai menangis
"nggak loh.. astaghfirullah aku nggak marah" ucap dokter Johan frustasi
"kamu datang bulan?" tanya dokter Johan
"hiks hiks..kok tau huwaaa" tangis Rere pecah
"ih nggak usah nangis..emangnya salah kalau wanita datang bulan? hmm?" ucap dokter Johan menghapus air mata Rere
"Rere nggak hamiill hiks" ucapnya disela tangisannya
dokter Johan tersenyum tipis dan memeluk istrinya hangat "kan belum dikasih sayang..nggak papa yaa" ucapnya mengelus lembut rambut Rere
"iya nanti dapat kok" seru dokter Johan menenangkan
"sekarang mau apa? hmm?" ucapnya melepas pelukan
"nggak mau apa apa" ucap Rere menunduk
dokter Johan terkekeh dan meraih dagu Rere untuk melihatnya "mau apa? aku beliin yaa" ucapnya lembut
Rere menatap manik suaminya dalam. ia menarik nafas panjang dan "mau coklat mau es krim mau seblak mau nasi goreng mau mie goreng kaki lima mau nasi Padang mau permen karet mau jus buah mau semangka mau anggur mau minuman dingin" ucap Rere dalam sekali tarikan nafasnya tadi
dokter Johan tertawa lepas "itu kamu datang bulan atau lapar sayang? hahaa" tawanya
"iihh lagi datang bulan nii..bukan lapar!" bentak Rere
"hahahaha iya iya sayang.. aku ganti baju dulu ya..setelah itu aku berangkat. oke?" ucap dokter Johan yang diangguki Ririn
dokter Johan bangkit dari duduknya dan mengecup pipi kanan Rere sekilas kemudian berjalan menuju kamarnya untuk segera bersiap
*******
Drrtt..
__ADS_1
Drrtt..
Pagi ini adalah hari terakhir Vino di Spanyol dan ia mengisi hari terakhirnya dengan joging keliling taman dekat apartment nya. ia menghentikan langkah kakinya saat merasakan getaran di paha kanannya, ponselnya berdering tanda ada seseorang menelfonnya
"Alin? ngapain nelfon sepagi ini?" ucapnya dalam hati dan segera menggeser tombol hijau pada layar handphone nya
"Hallo assalamualaikum" ucap Vino memulai dan ia tak sadar jika baru saja ia melakukan kebiasaannya mengucap salam diawal telfon
"duh! kok pakai salam segala sih" ucapnya kesal dalam hati
"waalaikumsalam..ini bener nomor kamu kan Vin?" tanya seseorang diseberang
"hah? waalaikumsalam? dia Islam? bener nih?" tanya Vino dalam hati gak percaya
"Vin?" ulang Alin karena tak mendapat jawaban dari Vino
"e-eh iya Lin..ini nomor saya. kenapa?" tanya Vino to the poin
"emm..aku cuma mau ngasih tau aja, kemaren aku nggak sempat nelfon kamu karena terlalu sibuk..jadi aku telfon kamunya sekarang" ucap Alin
"oh iya nggak papa kok" ucap Vino masih tak percaya bahwa Alin seorang muslim
"tentang omongan kamu yang kupotong kemaren, apa ya?" tanya Alin penasaran
"Hmm itu..tentang adik saya" ucap Vino berjalan hendak duduk di kursi taman yang ada didekatnya
"kamu punya adik? emang adik kamu kenapa?" tanya Alin
"iya saya punya adik kembar. salah satu dari mereka sedang mengalami stress berat karena kehilangan kedua putrinya" ucap Vino menjelaskan
"saya mau minta tolong kamu, kira kira bisa nggak kalau kamu sembuhin trauma dan stressnya dia?" sambung Vino
terdengar tarikan nafas dari seberang telfon. "saya tau kita baru kenal dan mungkin masa perkenalan kita kemaren bisa dibilang tidak cukup bagus..tapi saya minta tolong banget sama kamu, kalau semisal kamu nggak sibuk, tolong bantu adik saya supaya sembuh" ucap Vino
lagi lagi Alin menarik nafasnya diseberang "kamu keberatan?" tanya Vino
"kalau keberatan nggak perlu deh..saya takut nyusahin kamu" sambungnya lagi
"kamu kapan pulang ke Indonesia?" tanya Alin tiba tiba
"bukannya menyetujui atau gimana, ni cewek kok malah tanya aku baliknya kapan sih" gerutu Vino dalam hati
"malam ini" ucap Vino membalas
"oke aku tunggu di bandara dan kita terbang bersama ke Indonesia" ucap Alin
Vino membelalakkan matanya "be-beneran nih? kamu nggak bercanda kan?" ucapnya tak percaya
diseberang sana, Alin tersenyum manis "iya aku serius kok..ya udah kalau gitu aku sibuk dulu ya..ada kelas nih" ucap Alin
"iya Lin..makasih ya" ucap Vino bahagia
__ADS_1
"iya sama sama. assalamualaikum" ucap Alin mengakhiri telfonnya
"waalaikumsalam" lirih Vino saat tau jika telfonnya sudah mati