
Dua bulan kemudian..
"abiii !!!" teriak Ririn dari dalam kamar
Gus Sofyan masuk ke dalam kamar "kenapa sayang?" ucapnya mendekat ke arah sang istri
"coba lihat!! Ririn kok gendutan yaa" ucap Ririn kesal menatap tubuhnya di depan kaca
Gus Sofyan terkekeh lalu memeluk istrinya "kan di sini ada dua baby, sayang" ucapnya mengelus perut buncit Ririn
kandungan Ririn sudah memasuki usia delapan bulan. akhir akhir ini ia sering merasa lelah dan tak terima jika tubuhnya semakin besar, membuat Gus Sofyan selalu geleng geleng kepala dengan tingkah istri nya itu.
"Ririn nggak cantik lagi dong" ucap Ririn berkaca kaca
Gus Sofyan terkekeh dan membalikkan tubuh Ririn menghadapnya "kamu tetap cantik kok" ucapnya kemudian mencium kening Ririn
"bohong!" ucap Ririn mulai menangis
Gus Sofyan menghembuskan nafasnya "sesensitif inikah orang hamil pada umumnya? akhir akhir ini Erina sering menangis karena hal sepele" ucap Gus Sofyan dalam hati
Gus Sofyan memeluk tubuh Ririn "Abi nggak bohong, sayang..kamu cantik kok..cantik banget malah" ucap Gus Sofyan mengelus pinggang Ririn
Ririn melepas pelukannya "Ririn gendutan kan?!" ucapnya menatap wajah Gus Sofyan
Gus Sofyan tersenyum manis "kalau kamu nggak gendut, baby kita nggak sehat loh di dalam sini" ucap Gus Sofyan mengelus perut Ririn
Gus Sofyan menyeka air mata Ririn "udah ya..jangan nangis lagi..kasian baby nya" ucapnya kemudian mencium pipi kanan Ririn
Ririn mengangguk pasrah "pilihin dress yang bagus ya bi..kayaknya Ririn nggak bisa pilih dress yang cocok untuk pernikahan Rere.. karena perut Ririn dah besar banget nih" ucapnya yang diangguki oleh Gus Sofyan
hari ini adalah hari yang bersejarah untuk Rere. dimana ia akan melaksanakan pernikahan dan melepas masa kejombloannya selama ini.
Gus Sofyan berjalan ke arah lemari khusus gaun "kenapa pernikahan Rere nggak ada seragam kayak pernikahan kita dulu?" tanya Gus Sofyan sembari terus mencari
"katanya sih, dokter Johan nggak mau kalau para tamu undangan bajunya sama sama gitu" ucap Ririn duduk di atas kasur
Gus Sofyan mengangguk paham kemudian mengeluarkan salah satu gaun dari lemarinya "pakai yang ini aja. kelihatannya bagus" ucap Gus Sofyan memberikan gaun itu ke tangan Ririn
"hmm bagus juga sih..kalau nggak salah ini gaun yang di belikan mbak Aisyah deh bi" ucap Ririn
"ah iya kah? kenapa Aisyah yang belikan?" tanya Gus Sofyan menggendong Ririn untuk turun dari ranjang
Ririn terkekeh "katanya biar bisa inget kalau kita hamilnya barengan hehe" ucap Ririn yang diangguki oleh Gus Sofyan
__ADS_1
"ya udah, sekarang ganti baju dulu ya.. nanti telat loh ke acaranya" ucap Gus Sofyan kemudian Ririn segera berganti pakaian
*******
"Aisyah pakai yang ini boleh nggak?" tanya Aisyah kepada Rehan
Rehan terkekeh "kan kamu yang mau pakai, sayang. ya terserah kamu dong..senyamannya kamu aja" ucap Rehan mengelus kepala Aisyah
Aisyah menatap ke arah Rehan dan tersenyum manis "makasih ya, udah mau jadi teman hidup Aisyah" ucapnya
Rehan membalas senyuman Aisyah dan mencium pipi gembul istrinya "iya sayang sama sama..ganti baju sekarang aja ya..nggak enak kalau kita terlambat" ucap Rehan mengelus perut Aisyah singkat
Aisyah mengangguk dan segera mengganti bajunya dengan gaun pilihannya tadi. "hati hati loh" ucap Rehan memperingati
Di sisi lain, terdapat gadis cantik yang sedang membongkar lemarinya hanya untuk mencari gaun yang sesuai dengan tubuh langsingnya.
"hufh! gini amat sih punya gaun banyak! jadi ribet kan pilihnya" ucapnya kesal
"pakai yang ini atau yang ini yaa" ucapnya lagi
"kalau yang ini nanti bisa bisa kembaran sama Vreya dan Ririn lagi" ucapnya semakin kesal
"hufh! aku kan pengen terlihat beda dari yang lain. biar mas Muslim makin terlope lope gitu hehe" ucapnya terkekeh
anggap aja ini Lia ya guys 😁
"oke kita berangkat sekarang! ya Allah Lia cantik banget sih..terima kasih karena telah menghadirkan bidadari secantik Lia" ucap Lia memuji diri sendiri setelah di dalam mobil
"benar kata Abah Hamdan. Allah menciptakan makhluknya dalam bentuk yg terbaik. dan lihatlah ciptaannya ini! cantik banget huhuyy" ucap Lia gembira dan segera menjalankan mobilnya menuju gedung pernikahan Rere
*******
Tak berbeda dengan Lia dan Ririn, Vreya juga sangat kebingungan dengan gaun yang akan ia pakai di acara pernikahan rere
"Vreya pakai baju ini atau ini bang?" tanya Vreya bingung
Firman menoleh ke arah Vreya "pakai yang mana saja kamu tetap cantik kok Vre" ucap Firman tersenyum manis
Vreya mendengus kesal "ih yang bener lah bang..Vreya bingung nih..kalau yang ini kelihatan lebih gendutan nggak sih Vreya nya" ucap Vreya berdiri di depan cermin
Firman terkekeh "iya sayang..terserah kamu aja deh..kalau menurut kamu pakai yang biru terlihat gendut, ya udah pakai yang abu abu aja" ucap Firman memberi solusi
__ADS_1
Vreya tampak berfikir "kalau yang abu abu terlihat sangat simpel bang..nggak cocok banget untuk Vreya" ucap Vreya
Firman berjalan ke arah Vreya dan mencium keningnya "kalau kamu minta pendapat Abang, ya Abang pilih yang abu abu. karena jika yang biru, bagian lengannya terlihat. dan Abang nggak mau milik Abang di lihat orang lain" ucap Firman yang mampu membuat Vreya salah tingkah
"ya udah Vreya pakai yang abu abu..makasih bang" ucap Vreya mencium pipi Firman sekilas, kemudian berjalan menuju ruang ganti untuk berganti pakaian
Firman terkekeh dan melanjutkan acara memasang dasinya di depan cermin. hingga tak lama kemudian Vreya keluar dengan gaun yang di pilih oleh Firman
Firman menatap Vreya dengan mata memuja. tak salah ia memilih istri yang cantik dan baik seperti Vreya.
"Vreya cantik nggak?" ucap Vreya karena melihat Firman yang tak berkedip saat menatapnya
Firman tersenyum tipis "kan Abang udah bilang, pakai apapun itu kamu tetap cantik" ucap Firman
Vreya terkekeh dan mendekat ke arah Firman "sini Vreya bantu pakai dasinya" ucap Vreya kemudian membantu Firman memasang dasi di lehernya
"dah siap!" pekik Vreya setelah membantu Firman memasang dasi
Firman tersenyum dan mengecup kening Vreya singkat "berangkat sekarang?" tanyanya
Vreya tersenyum manis "hayuukk" ucapnya kemudian mereka berangkat menuju gedung pernikahan Rere dan dokter Johan
sesampainya di sana, mereka melihat sudah banyak tamu undangan yang datang. termasuk Lia dan Muslim yang sudah bergabung dengan keluarganya yang lain
"bang..fotoin Vreya dong. Vreya mau post fotonya di Instagram. jarang jarang loh Vreya pakai baju secantik sekarang" ucap Vreya meminta bantuan Firman
"jangan sekarang ya. kamu lagi cantik banget Vre..nanti kalau ada yang lihat dan tertarik gimana?" ucap Firman
"ih Abang apaan sih. orang Vreya cuman minta tolong fotoin doang. satu kalii, aja" ucap Vreya memohon
Firman mendengus kesal "ya udah ayoo" ucapnya pasrah
Vreya berbinar menatap suaminya kemudian ia turun dari mobil dan mengambil pose di tengah jalan depan gedung
"secantik inikah Vreya sekarang?" tanya Vreya menatap Firman
"em" ucap Firman mengangguk
"ihii ya udah ayo masuk dan gabung dengan mereka" ajak Vreya berjalan terlebih dahulu
Firman mendengus kesal "untung sayang" ucapnya kemudian menyusul Vreya
__ADS_1