
Pagi pun datang. semua orang yang berada di rumah Reno, sudah bersiap untuk pergi jalan jalan sesuai dengan rencana mereka tadi malam
"ayah..ayo berangkat!!" teriak Vreya
"iya iya nak. tunggu sebentar lagi ya" ucap Reno dari kamarnya
"ih ayah lambat. cepat lah,, Rere dah nggak sabar nih" ucap Rere
FLASHBACK ON
setelah mereka berbicara dengan Ririn melalui telfon, datanglah saran dari Lia
"hmm, liburan yuk..udah lama nih nggak liburan rame rame" usul Lia
"kemana?" ucap Aisyah
"kalau ke Bali gimana?" ucap Vreya
"ide bagus tuh" ucap Reno
"ayah setuju?" ucap Aisyah
"setuju lah sayang..kita liburan ke sana rame rame ya. jangan lupa ajak Rehan dan kawan pesantren kamu" ucap Reno
"beneran nih yah?" ucap Vino
"iya beneran" ucap Reno meyakinkan
"kapan?" ucap Angga
"besok" ucap Rere
"jangan besok ya.. terlalu mendadak, sayang" ucap Deni
"tapi dad, nggak mendadak juga kok..kalau masalah kerjaan, Daddy, ayah dan papa bisa cuman telfon kan. kalau masalah tiket, kita pesan sekarang aja. Dengan begitu, jadi nggak mendadak kan" ucap Rere memberi saran
Reno tersenyum melihat putrinya itu "ya sudah kita berangkat besok. jangan lupa kabari Ririn dan Sofyan juga" ucapnya
"wah wah,,mau kemana ini..kok bilang mau memberi kabar..kabar apa? kok ummah nggak di kasih tau" ucap umi Hamidah
"eh ummah, kita besok mau liburan bareng. ummah ikut ya" ucap Vreya
"ikut kemana? ummah sudah tua loh" ucap umi Hamidah
__ADS_1
"ih nggak loh ummah. ummah masih cantik. besok kita mau liburan ke Bali. ummah ikut ya" ucap Rere
"nggak bisa. ummah dan Abah besok harus kembali ke pesantren. nggak nyaman dengan ustadz ustadzah yang ada di sana, kalau ummah terlalu lama meninggalkan pesantrennya" ucap umi Hamidah
"jadi ummah besok mau pulang?" ucap Reno
"iya nak. besok setelah sholat subuh, kami berencana mau pulang ke pesantren" ucap kyai Hamdan
"bagaimana dengan Gus Sofyan, pak kyai? dan kenapa harus sepagi itu berangkatnya?" ucap Aisyah
"Sofyan kan sudah punya istri di sini, jadi biarlah dia tinggal di sini dulu. lagian Sofyan bisa kapan saja kan, mengunjungi kami di pesantren" ucap kyai Hamdan
"kami pulang subuh karena abah ada janji dengan kawannya, pukul delapan pagi" ucap umi Hamidah
"ya sudah kalau begitu niat ummah dan Abah, kami tak bisa melarangnya. semoga kepulangannya besok pagi bisa selamat sampai tujuan" ucap Syakira
"amin,,kalian besok jangan terlalu pagi berangkatnya ya, takutnya masih belum sadar. jadi bahaya..terlebih lagi jika sampai ada yang mengantuk" ucap umi Hamidah
"iya ummah" ucap semua kompak
FLASHBACK OFF
"gimana dengan Ririn, Vin? apa dia sudah dapat kabar tentang liburan ini?" ucap Reno keluar dari kamarnya
"ya sudah. semua sudah siap kan? gimana dengan kawan yang dari pesantren kalian?" ucap Angga
"udah kok pa. mereka sudah nunggu kita di bandara" ucap Vreya
"ya sudah, ayo kita berangkat" ucap Reno
*******
Gus Sofyan terbangun dari tidurnya. ia meraba sisi kasur yang lain untuk mencari istrinya. kemudian ia membuka mata dan sadar bahwa Ririn tak berada di sampingnya
"Erina,," panggilnya yang masih berada di atas kasur
Gus Sofyan berjalan dengan menggosok matanya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut.
tak lama kemudian,, Ririn masuk ke dalam kamarnya "loh? mana ustadz Sofyan? perasaan tadi waktu Ririn tinggal masih tidur deh" ucapnya
kemudian terdengarlah suara air dari kamar mandi "hmm mandi toh ternyata" sambung Ririn tersenyum. kemudian berjalan menuju lemari untuk menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh suami tercintanya itu.
saat Gus Sofyan selesai mandi, terlihatlah pakaian santai yang berada di atas kasur "berarti waktu saya mandi, Erina masuk ke kamar dong" ucapnya
__ADS_1
Gus Sofyan tersenyum dan segera memakai pakaian yang telah di siapkan oleh istrinya itu. setelah setelah memakai pakaian santai, Gus Sofyan mengeringkan rambutnya dengan handuk dan tersenyum kembali saat melihat dirinya di depan kaca
"nggak heran sih kalau Erina sangat mencintai saya. secara kan saya sangat tampan" ucapnya memuji diri sendiri
"eh iya. Erina kemana ya" ucap Gus Sofyan tersadar kemudian meletakkan handuk yang di pegangnya
Gus Sofyan menuruni anak tangga dan mulai mencari Ririn. tak lama mencari, Gus Sofyan menemukan Ririn yang sudah memasak di dapur.
Gus Sofyan berjalan menuju meja makan "masih lama kah? saya sudah lapar nih" ucap Gus Sofyan
"eh ustadz, sejak kapan ada di sana?" ucap Gus Sofyan
"dua hari yang lalu" ucap Gus Sofyan
"hahah tunggu bentar ya" ucap Ririn kemudian meletakkan beberapa mangkuk dan piring berisi lauk pauk serta buah penutup di atas meja
"silahkan di nikmati suamiku" ucap Ririn duduk di samping Gus Sofyan dengan tersenyum
Gus Sofyan terkekeh kemudian berdiri dan mencium pipi Ririn sekilas "morning kiss" ucapnya yang dapat tertangkap telinga Ririn
"hahaha..bisa aja sih" ucap Ririn
Ting..
tong..
bel rumah berbunyi. Gus Sofyan berdiri untuk membuka pintu "Ririn aja. ustadz lanjutin makannya ya" ucap Ririn yang hanya mendapat anggukan dari Gus Sofyan
tak lama kemudian, Ririn masuk kembali dengan sebuah surat di tangannya. ia duduk di samping Gus Sofyan dan membuka surat itu
"dari siapa?" ucap Gus Sofyan sambil melanjutkan sarapannya
"dari ayah" ucap Ririn kemudian langsung membuka isi surat
"lah kan kalau dari ayah, bisa langsung telfon atau SMS aja. kenapa harus pakai surat" ucap Gus Sofyan
"Ririn juga nggak tau" ucap Ririn tetap membaca suratnya
"kenapa? apa isi suratnya?" ucap Gus Sofyan setelah melihat Ririn telah selesai membaca surat tersebut
Ririn tersenyum "mereka pergi liburan ke Bali. kalau kita mau ikut, datang besok pagi katanya. mereka nggak mau ganggu kita,,makanya mereka ngirim lewat surat" ucap Ririn menjelaskan
"oh ya sudah. mari makan dulu" ucap Gus Sofyan
__ADS_1
mereka sarapan dengan khidmat. selama di depan meja makan, mereka berdua tak banyak bicara.