
Ririn gugup makan di depan Gus Sofyan. ia menyendok nasi sedikit demi sedikit supaya terlihat anggun di depan mata Gus Sofyan
"kamu sudah kenyang Rin?" tanya Gus Sofyan heran
"hah? nggak kok ustadz' ucap Ririn
"lalu kenapa nasi di atas sendok itu sedikit?" tanya Gus Sofyan
"ah nggak papa kok ustadz..saya kalau makan memang seperti ini" ucap Ririn pura pura anggun di depan mata Gus Sofyan
Gus Sofyan tersenyum dan faham dengan tingkah laku Ririn "kamu tak perlu seperti itu di depan saya. kalau kamu malu, baiklah saya tak akan melihatmu makan. dan makanlah dengan sendok penuh saat saya tak melihatmu" ucap Gus Sofyan
Gus Sofyan menoleh ke arah tembok supaya Ririn tak malu saat menyendok kan nasi ke mulutnya hingga penuh
"sudah?" tanya Gus Sofyan
"he em" ucap Ririn yang tak bisa mengatakan iya karena mulutnya yang penuh
Gus Sofyan menahan tawa melihat tingkah laku Ririn yang membuatnya gemas. "gemas sekali" ucap Gus Sofyan
"oh iya tadi saya bilang saya ingin menanyakan sesuatu" ucap Gus Sofyan
Ririn hanya mengangguk dan terus mengunyah nasi di dalam mulutnya
"apakah kamu menyukai saya Erina?" tanya Gus Sofyan
uhuk..
uhuk..
Ririn terkejut hingga tersedak karena mendengar pertanyaan dari Gus Sofyan. Gus Sofyan yang memahami kondisi Ririn,,memberikan air minum di depannya untuk Ririn supaya berhenti batuk.
"Alhamdulillah" ucap Ririn setelah selesai minum air
'maaf,,maksud ustadz bertanya seperti itu apa ya?" tanya Ririn
"saya hanya butuh jawaban iya atau tidak. tak perlu kamu bertanya balik" ucap Gus Sofyan yang membuat Ririn tak bisa berkata apa apa
"kenapa tak menjawab?" tanya Gus Sofyan
"nggak kok. saya nggak mungkin menyukai orang yang sudah di jodohkan dengan orang lain" ucap Ririn tersenyum simpul
"kamu mendengar semua ucapan Abah malam itu?" tanya Gus Sofyan
"iya ustadz. selamat ya semoga di beri kebahagiaan oleh Allah" ucap Ririn kemudian berdiri
__ADS_1
"terima kasih air nya ya ustadz. saya permisi dulu.. assalamualaikum" ucap Ririn kemudian pergi meninggalkan Gus Sofyan
Gus Sofyan tersenyum senang dengan jawaban Ririn dan kemudian keluar menyusul Afiz yang telah menunggu di mobil
*******
"gimana gimana?" tanya Afiz dengan penasaran
"apanya yang gimana?" tanya Gus Sofyan
"ih ya jawabannya lah.. gimana respon Ririn?" tanya Afiz lagi
"dugaan Afiz bener kan kan kan" sambungnya lagi
"kak Sofyan jawab Afiz lah ih" ucap Afiz mulai sebel karena tak dapat jawaban
"masuk!" ucap Gus Sofyan dengan memasuki mobil dan di ikuti oleh Afiz
"mau kemana?" tanya Afiz
"beli Hoodie keinginan kamu" ucap Gus Sofyan dingin
"ah yang bener ni?" tanya Afiz tak percaya
"he em' ucap Gus Sofyan singkat
"Afiz mau Hoodie,,mau mukenah,,mau baju baru,,sama mau sepatu ya kak" ucap Afiz
"lah kok banyak gitu?' tanya Gus Sofyan
"kan sesuai perjanjian kak" ucap Afiz
"kan perjanjiannya nggak gitu Fiz" ucap Gus Sofyan
"kan harus turutin apa yang Afiz mau selama sehari ustadz Sofyan nya Ririiinn" ucap Afiz yang di ikuti oleh tawa renyahnya
"ah nggak gitu deh' ucap Gus Sofyan
FLASHBACK ON
"kamu yakin dia suka sama kakak?" tanya Gus Sofyan
"kayaknya sih gitu hehe" ucap Afiz
"soalnya nih ya..pas dia nanya hubungan kita,, dia juga bilang kalau Afiz ini hanya saingan untuk memiliki ustadz Sofyan nya gitu" sambungnya
__ADS_1
"hmm gimana kalau kita buktikan?" ucap Afiz lagi
"caranya?" tanya Gus Sofyan
"ya kak Sofyan hanya bertanya saja sama dia...apa susahnya sih" ucap Afiz
"lah kamu bilang hari ini mau full time bareng kakak..gimana sih" ucap Gus Sofyan
"ya Afiz korbanin sedikit waktunya deh biar kita tau dia ini suka sama kakak atau tidak" ucap Afiz
"hmm oke" ucap Gus Sofyan
"tapi ada syaratnya kak" ucap Afiz
"lah kan yang ngasih usul kamu..kenapa harus ada syaratnya? ya udah apaan syaratnya?" ucap Gus Sofyan
"kalau dia memang suka sama kakak,,kakak harus turuti apa yang Afiz mau selama sehari. dan kalau dugaan Afiz salah,,Afiz akan turuti apa yang kakak mau. gimana? deal nggak?" ucap Afiz
"hm oke deal' ucap Gus Sofyan
"tapi gimana cara kita menemukan posisi wanita itu?" tanya Gus Sofyan
"kita harus tanya kepada salah satu kawan sekamarnya. kakak tau kan siapa kawan sekamarnya?" ucap Afiz
"he em..itu mereka" ucap Gus Sofyan menunjuk ke arah Aisyah Lia dan Vreya
"kamu yang tanya ya' ucap Gus Sofyan
Afiz hanya mengangguk dan menggabungkan jari telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf O. kemudian Afiz turun dari mobil dan menghentikan langkah Aisyah Lia dan Vreya untuk pergi ke toko mukenah
"assalamualaikum mbak" ucap Afiz dengan sopan
"waalaikumsalam" jawab Aisyah Lia dan Vreya bersamaan
"apa benar mbak mbak ini kawan sekamarnya Ririn?" tanya Afiz
"iya benar ada apa ya?" tanya Lia
"oh saya ada keperluan penting dengan Ririn. ini pesan dari ummah Hamidah untuk Ririn. kalau boleh tau Ririn nya dimana ya?" tanya Afiz
"ah ya si curut ada di warung itu. silahkan ke sana saja jika ingin bertemu. kami permisi dulu ya assalamualaikum" ucap Vreya kemudian mereka pergi menuju toko mukenah
"iya terima kasih dan waalaikumsalam" ucap Afiz
Afiz menuju mobil dan mengajak Gus Sofyan untuk turun dan menuju warung yang di tunjukkan Vreya tadi bersama sama untuk memulai misinya
__ADS_1
FLASHBACK OFF