
Saat sampai di kamar,, lebih terlihat sangat jelas jika Gus Sofyan sedang kesal dan marah.
"ustadz marah ya?" ucap Ririn sedikit takut
"siapa yang marah,,dan siapa yang nggak kesal saat melihat ada pria lain menyentuh istrinya, Erina?" ucap Gus Sofyan
"iya maafin Ririn" ucap Ririn menunduk
"dia yang salah, kenapa kamu yang minta maaf" dingin Gus Sofyan
"iya maksudnya Ririn mewakili dokter Johan untuk minta maaf" ucap Ririn menatap suaminya
"ck. nggak perlu di wakili segala" ucap Gus Sofyan kesal
"iihh ya udah sih, ustadz..nggak perlu di bahas lagi" ucap Ririn berusaha menenangkan Gus Sofyan
"ustadz jangan marah lagi ya" sambung Ririn menggenggam tangan Gus Sofyan yang membelakanginya
Gus Sofyan balik badan dan mencium kening Ririn "iya sayang..nggak marah lagi kok" ucapnya tersenyum
"kenapa ustadz cium Ririn tanpa izin lagi?" ucap Ririn kesal
"setelah saya yang kesal,,sekarang giliran kamu ikut kesal karena sebuah ciuman?" ucap Gus Sofyan menangkap wajah Ririn
"ya habisnya,, ustadz nggak pernah izin kalau mau cium Ririn" protes Ririn
"ya udah iya maaf sayang" ucap Gus Sofyan memeluk Ririn
"jangan cantik cantik ya,, kasihanilah saya sebagai suami kamu" ucap Gus Sofyan tetap memeluk Ririn
Ririn terkekeh "nggak tau..emang dari sananya Ririn sudah cantik, ustadz" ucap Ririn melepas pelukannya
"kebawah lagi yuk..nggak enak kalau ninggalin tamu terlalu lama..nanti takut di cari sama ayah juga" ucap Ririn menarik tangan Gus Sofyan menuju acara pernikahan yang belum selesai
*******
"kalian nggak bisa ya, kalau nggak berdua terus. lima meniitt,,aja" ucap Lia yang melihat Gus Sofyan dan Ririn jalan bersama menuju sekumpulan tamu undangan
"dih..sirik aje ente" ucap Ririn berjalan melewati Vreya dan Lia menuju rekan bisnisnya Reno
tak lama setelah Ririn dan Gus Sofyan,,kini Aisyah dan Rehan yang berjalan melewati Lia dan Vreya dengan saling bergandengan tangan
"astaghfirullah,,keuwuwan apa lagi ini miskaahh" ucap Vreya
"ntah lah..depresot anee" ucap Lia pasrah
"gandengan aja terus..kayak mau nyabrang aja" sindir Vreya
"iri bilang boss haha" ucap Aisyah tertawa puas
"hahaha nikah dong makanya" ejek Rere
"dih..kayak situ udah nikah aja" ucap Lia
"Rere nikahnya nanti..kalau kak Vreya dan kak Lia sudah menikah hahaha" ucap Rere
"sama aje kalii" ucap Vreya dan Lia bersamaan
*******
__ADS_1
acara telah selesai dilaksanakan. semua anggota keluarga menyempatkan waktu untuk berkumpul di ruangan mereka berkumpul.
"setelah acara pernikahan kak Aisyah,,acara apalagi nih yah?" ucap Rere
"sudah nggak ada acara lagi Re..acaranya sudah selesai..sekarang kita kumpul kumpul dulu ya,,sebentar" ucap Deni
"oh gitu..ya sudah" ucap Ririn
"eh tapi dad..kasihan yang baru nikah dong" ucap Lia
"iya dad kasihan..night one mereka terganggu karena kita berkumpul dulu haha" ucap Vreya tertawa dan di sambung dengan tawa mereka
"apaan night one hahaha" ucap Vino
"malam pertama lah haha" ucap Lia dengan terus tertawa
"this is the first night Vre,,bukan night one" ucap Vino yang lagi lagi mengundang tawa semua orang
"sama aja.. night kan artinya malam,,one artinya pertama..jadi night one itu malam pertama" ucap Vreya menjelaskan
"ya udah sih terserah kalian saja" ucap Ririn
di sela sela tawa mereka,,ada seseorang yang membuka pintu ruangan dan hendak masuk
"permisi..bolehkah bergabung?" ucap orang itu
"oh dokter Johan..mari mari silahkan masuk" ucap Vino menyambut kedatangan kawan jauhnya
Gus Sofyan yang lagi lagi harus melihat wajah dokter Johan,,hanya diam tak bersuara dan merubah ekspresinya. ia enggan untuk berbicara ketika ada orang yang membuatnya kesal
"bagaimana bisa ada di Indonesia, dokter?" ucap Reno memulai
"saya ada tugas di Indonesia. dan di Bali ini ada beberapa masalah. jadi saya harus menyelesaikannya sendiri" ucap dokter Johan menjelaskan
"iya, tuan" ucap dokter Johan
"ya sudah kalau begitu. silahkan dinikmati" ucap Deni mempersilahkan
*hening
"suaminya Ririn, saya minta maaf atas kesalahan saya tadi" ucap dokter Johan memecah keheningan
"saya tidak tau jika Ririn sudah menikah. saya benar benar minta maaf" ucap dokter Johan tak enak hati
semua orang yang berada di ruangan itu hanya heran dan bingung
"memangnya kenapa dokter ganteng minta maaf sama Gus Sofyan?" ucap Lia
"iya tak apa" jawab singkat Gus Sofyan
"kalian ada masalah kah?" ucap Vino
dokter Johan menunduk dan kemudian menceritakan semua yang terjadi beberapa menit yang lalu
"oh iya..maafkan kami karena tak mengundang anda untuk datang ke pernikahan Ririn tempo hari" ucap Reno berusaha mencairkan suasana
"tidak apa kok tuan" ucap dokter Johan
"hoaamm..Lia ngantuk nih..boleh ke kamar dulu nggak?" ucap Lia
__ADS_1
"ya udah kalian istirahatlah dulu. untuk Aisyah dan Rehan,, Daddy sudah siapkan kamar untuk kalian berdua. kamar lantai 3 nomor 135" ucap Daddy
"iya dad" ucap Aisyah berdiri dan hendak berjalan dengan Rehan
"eh mbak, mbak" ucap Ririn menghentikan
"ada apa?" ucap Aisyah menoleh Ririn
"yang cowok ya mbak, satu aja" ucap Ririn
"hahahaha" tawa semua orang pecah saat mendengar Ririn seperti memesan sesuatu
Aisyah dan Rehan hanya tersipu mendengar kalimat yang dilontarkan Ririn
"tapi kalau dua juga nggak papa kok Kak" ucap Afiz
"hahaha sudah sudah..tak baik kalian menggoda Aisyah terus terusan" ucap Vania
"iya tuh liat pipinya sudah merah karena malu..kasian tau" ucap Syakira
"hahaha ya sudah kalian pergilah istirahat" ucap Reno
kemudian mereka semua pergi untuk istirahat di kamar mereka masing masing
*******
Ririn dan Gus Sofyan baru saja selesai melakukan sholat isya. mereka kini tengah berbaring di tempat tidur guna melepas lelah hari ini. terlihat Ririn yang sedang berbaring dengan bantal lengan kiri Gus Sofyan sembari memainkan handphone nya
"sayang" panggil Gus Sofyan
"hm" ucap Ririn terus bermain handphone nya
"kamu lapar nggak?" ucap Gus Sofyan
"nggak kok. tadi Ririn sudah makan kue banyak. memangnya kenapa? ustadz lapar?" ucap Ririn mendongakkan kepalanya menatap Gus Sofyan
Gus Sofyan tersenyum dan menggeleng "saya cuman takut kamu kelaparan, sayang. makanya saya bertanya" ucap Gus Sofyan mencium rambut lembut Ririn
"ngomong ngomong,,sampai kapan kamu panggil saya ustadz? saya ini suami kamu..bukan guru kamu" ucap Gus Sofyan
"hmm nggak tau deh. Ririn juga bingung mau panggil ustadz apa..lagi pula panggilan ustadz itu panggilan Ririn untuk suami Ririn, tauu" ucap Ririn
"iya maksud saya itu, setidaknya kamu pakai panggilan romantis gitu loh..biar kayak pasangan pasangan yang lain" protes Gus Sofyan
"mereka ya mereka..Ririn ya Ririn..mereka dan Ririn beda..Ririn itu the one and only..limited edition tauu..nggak perlu di sama samakan" ucap Ririn yang tak terbantahkan
"ya sudah iya iya" ucap Gus Sofyan
"lagian Ririn mau panggil ustadz apa? sayang? tapi kan kalau sayang, ustadz panggil Ririn juga sayang" ucap Ririn tampak bingung
"kalau papa Daddy ayah Abi dan Abah,,,itu kan nunggu kalau punya debay nanti..jadi Ririn enaknya panggil apa ustadz?" ucap Ririn mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Gus Sofyan
"hm. mau di panggil Abi aja nanti,,tapi buat debay nya sekarang aja" ucap Gus Sofyan menggoda Ririn
"hoaamm..Ririn ngantuk deh kayaknya nggak kuat lagi..Ririn tidur dulu ya ustadz,,good night" ucap Ririn meletakkan handphone nya diatas nakas dan tidur membelakangi Gus Sofyan
"eh eh ada yang lupa" ucap Ririn kembali menghadap Gus Sofyan
"ap-" ucap Gus Sofyan terpotong
__ADS_1
cup! Ririn mencium pipi Gus Sofyan "oke dah lengkap hehe" ucap Ririn kemudian memejamkan matanya
Gus Sofyan hanya terkekeh dengan tingkah istrinya. "ya sudah. selamat malam sayang" ucap Gus Sofyan