Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 118


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Gus Sofyan masuk ke dalam kamar


"waalaikumsalam. waahhh dagiingg" girang Ririn


"Abi ambilin nasinya dulu ya" ucap Gus Sofyan meletakkan steak di atas piring


"nih..makan yang banyak ya sayang" ucap Gus Sofyan mengelus pucuk kepala Ririn


Ririn makan dengan lahapnya. kemudian ia menoleh ke arah sang suami "Abi nggak makan?" ucapnya heran


Gus Sofyan tersenyum manis "kamu aja yang makan" ucapnya


"kenapa?" ucap Ririn dengan banyak makanan di dalam mulutnya


Gus Sofyan terkekeh "di habiskan dulu..nanti baru bertanya" ucapnya gemas


Ririn mengunyah dan menelan makanan yang ada di dalam mulutnya. kemudian ia meneguk air mineral di sampingnya


"Alhamdulillah" lirihnya


"kenapa Abi nggak makan?" sambungnya menatap Gus Sofyan


"belum lapar" ucap Gus Sofyan santai dan mendapat anggukan dari Ririn


"ya udah lanjutin makannya. setelah itu istirahat ya" ucap Gus Sofyan mencium kening Ririn singkat kemudian Ririn melanjutkan makannya hingga bersih tak bersisa


*******


"kamu kenapa Vre?" ucap Aisyah menatap Vreya


Vreya dan Aisyah kini sedang berada di kamar Lia. Aisyah heran karena melihat tingkah sahabatnya yang sedikit berbeda dari biasanya


"iya tuh. nggak biasanya ngelamun" ucap Lia bercermin


"aku bingung" ucap Vreya


"karena?" ucap Lia berjalan menuju ranjangnya


"aku takut sakit waktu ngelakuin itu" ucapnya sendu


"maksudnya?" ucap Aisyah heran


"jangan bilang kamu belum iya iya Vre" ucap Lia dengan tatapan mengintimidasi


Vreya mengangguk kecil "kan aku sudah bilang, takut sakit!" ucapnya kesal


"hahahhaha belum dapat pahala dia haha" ucap Lia tertawa dan di ikuti dengan tawa Aisyah


"hahah bisa bisanya kamu mikir gitu Vre hahaha kasian haha" tawa Aisyah pecah


"sakit nggak mbak?" ucap Vreya menatap Aisyah


Aisyah mengangkat bahunya "ntah" ucapnya terkekeh


"mangkanya di coba dulu..biar tau sakit atau nggak nya haha" ucap Lia tertawa


"Vreya mau tanya ke mommy aja deh" ucapnya berlalu pergi dari kamar Lia


"kasian ya hahaha" tawa Aisyah dan Lia


Vreya berjalan menuju luar villa. terdapat mommy nya yang sedang menyiram tanaman


"mommy" panggilnya


"iya sayang? kenapa?" ucap Syakira meletakkan selang air yang ada di tangannya


"Vre mau tanya sesuatu" ucap Vreya duduk di bangku teras


"apaan?" ucap Syakira

__ADS_1


"waktu itu sakit nggak mom?" ucap Vreya


"apa?" bingung Syakira


"ituu" ucap Vreya lagi


"oh yang kamu maksud belah duren toh" ucap Syakira paham


Vreya mengangguk "he em" lirihnya


"nggak lah" ucap Syakira terkekeh


"yang bener lah mom. Vreya takut" ucap Vreya


"jadi kamu belum merasakan malam pertama?" ucap Syakira yang mendapat gelengan kepala dari Vreya


"hahaha jangan di teruskan Vre..nanti sahabat sahabat kamu sudah punya anak, kamu nggak hamil hamil lagi haha" ucap Syakira tertawa


"bener nggak sakit nih mom?" ucap Vreya memastikan


"iya Vre..nggak sakit. coba deh" ucap Syakira terkekeh di ujung kalimatnya


"ya udah. Vreya ke dalam dulu ya mom" pamit Vreya


"mommy mau yang cowok ya sayang" teriak Syakira


*******


Hari mulai petang. kini mereka semua bersiap siap untuk melakukan perjalan menuju air terjun


setelah di rasa siap semua, mereka jalan bersama menuju air terjun yang jaraknya tak Terlalu jauh dari villa yang mereka tinggali


"lelah?" ucap Rehan menoleh kepada sang istri


Aisyah menggeleng "nggak kok" ucapnya tersenyum manis


"ingatlah wahai pasangan. jika kalian tak mau mendapat dosa, setidaknya jangan bermesraan di depan para jomblo" ucap Lia dengan nada sok menasehati


"tau tuh. udah mau jadi mama papa juga, masih tetap aja mesra mesraan. nggak malu sama debay nya hah?" ucap Rere kesal


"lah kok ngamookk" ucap pasangan Vreya dan Firman melewati mereka yang sedang berdebat


"ihh buat kesel aja deh" ucap Lia mengerucutkan bibirnya


"Lia mau kayak gitu juga? ayo sini gendong di punggung mas" ucap Muslim yang tetiba muncul di belakang Lia


Lia tersipu malu "nggak dah mas. makasih" ucapnya menunduk


"mas kok bisa ada di sini?" sambungnya


"Sofyan yang ngundang" ucap Muslim berjalan di samping Lia


"aelah..nambah lagi" ucap Rere memutar bola matanya jengah kemudian berjalan mendahului semua pasangan


"hahah nasib jomblo" ucap Ririn mengejek


"tunggu Abang dokter pulang! Rere pastikan kalian semua iri" ucapnya sombong


"dih..belum pulang aja dah sombong banget ente. kita yang udah mau punya debay loh biasa aja" ucap Ririn julid


"ayaahh" rengek Rere mengadu


"hahaha mangkanya jangan sombong" ucap Vreya tertawa


"nggak tau lah. Rere mau ikut rombongan depan aja" kesalnya berjalan menuju rombongan santri dan santriwati


"hahahah" tawa semua orang


"nggak capek, sayang?" ucap Gus Sofyan merangkul pinggang Ririn

__ADS_1


"nggak kok. yang penting Abi pegangin terus aja" ucap Ririn terkekeh


tak lama kemudian, mereka telah sampai di area air terjun. semua tampak takjub melihat keindahan yang ada di sekitar tempat itu. lampu lampu dan banyaknya pohon rindang yang sangat indah, ikut melengkapi keindahan tempat wisata baru tersebut


"bagus ya bang" ucap Vreya sedikit mendongakkan kepalanya menatap wajah sang suami


"iya" ucap Firman mengecup kening Vreya singkat


"Vreya ke sana boleh nggak bang" ucap Vreya menunjuk Rere dan ketiga sahabatnya yang sedang berkumpul


Firman mengangguk "ya udah tapi jangan terlalu dekat dengan air terjunnya ya. takut jatuh" ucapnya tersenyum


Vreya tersenyum manis "makasih" ucapnya kemudian berjalan hati hati menuju Ririn dan yang lainnya


"hati hati" ucap Ririn saat melihat Vreya berjalan ke arahnya


"fiuhh sampai juga hehe" ucap Vreya lega


"kemana para suami nih?" ucap Rere


"kumpul tuh" ucap Aisyah menunjuk para suami yang juga berkumpul tak jauh dari tempat mereka berdiri


"anak kak Ririn kan perempuan, anak kak Aisyah juga perempuan. nanti anak kak Vreya dan kak Lia apa ya" ucap Rere


"manusia lah" ucap Vreya santai


"hahaha bener tu hahah" tawa mereka


"maksud Rere, jenis kelaminnya apa" ucap Rere kesal


"kalau aku sih laki laki pastinya" ucap Vreya percaya diri


"aminn" ucap yang lainnya


"aku sih pengennya laki laki juga..biar bisa jadi temannya Bahar hehe" ucap Lia terkekeh geli


"amin..semoga ya" ucap Aisyah dan yang lainnya


"itu apa ya?" ucap Ririn membuat semua mata sahabatnya menoleh ke arah pandang Ririn


mata Ririn melihat sesuatu seperti ikan di dekat sungai air terjun. ia berjalan sangat hati hati menuju ikan tersebut.


"Rin..jangan!" ucap Aisyah menasehati


"nggak papa mbak. Ririn akan hati hati kok" ucap Ririn melepas pegangan tangan Aisyah


Ririn melanjutkan langkahnya menuju tepi sungai. dengan langkah hati hati dan sangat pasti,,ia telah sampai di titik tujuannya


"wah..ikan beneran" lirihnya girang


"kok bisa ikan ada di sungai air terjun sih..kamu mau aku goreng atau aku lepas?" ucapnya menatap ikan yang ada ditangannya


"aku bawa pulang aja ya. kamu lucu deh warnanya bagus" ucap Ririn beranjak berdiri di atas batu yang ia pijak


"ihii lucu sekali..gemas deh" ucapnya terus fokus pada ikan yang ada di tangannya


"aargh Abii!!--" teriak Ririn sebelum jatuh ke dalam sungai mengikuti arus air terjun


"Ririinn" teriak Aisyah dan yang lainnya bersamaan


perhatian semua orang tertuju pada teriakan dan Ririn yang terjun ke bawah mengikuti air terjun. mereka panik dan khawatir dengan kondisi Ririn. Gus Sofyan yang mendengar suara teriakan istrinya pun sangat panik. segera ia ikut masuk ke dalam sungai yang cukup dalam itu, guna menyelamatkan istri dan calon anaknya


"ayah.. Ririn yah" ucap Aisyah menangis


"tak apa sayang. insyaallah Ririn baik baik saja" ucap Reno menenangkan dengan mengelus pinggang anaknya


"mom..gimana kalau Ririn kenapa Napa" ucap Vreya khawatir


"Ririn akan baik baik saja. Sofyan akan menyelamatkannya" ucap Syakira menenangkan anaknya

__ADS_1


__ADS_2