
Bel istirahat yang di tunggu para santri dan santriwati telah berbunyi. seluruh santri dan santriwati keluar kelas dan melewati koridor sekolah dengan bersilih ganti.
"baiklah jika tugas yang saya kasih sudah di kumpulkan semua,,karena bel istirahat sudah berbunyi maka kalian di perbolehkan makan minum dan istirahatlah selama 20 menit" ucap Gus Sofyan menata buku buku yang ada di mejanya
"dan saya akhiri assalamualaikum" sambungnya kemudian berjalan keluar kelas
"waalaikumsalam" ucap seluruh murid di dalam kelas tersebut
"loh kok kamu duduk di sini? bukankah kamu saya hukum untuk berdiri di bawah tiang bendera?" ucap Gus Sofyan terkejut saat melihat Ririn yang sudah duduk di depan kelasnya
"hehe kan ini sudah waktunya istirahat ustadz.. jadi saya istirahat di sini sambil nunggu teman teman saya ke kantin" ucap Ririn tersenyum memperlihatkan giginya
"tapi kan waktu untuk kamu istirahat kurang 5 menit lagi..kenapa kamu sudah duduk saja di sini?" ucap Gus Sofyan
"saya jalan dari lapangan sampai sini memakan waktu 2 menit..dan setelah saya baru duduk, ustadz ngajak saya bicara dan memakan waktu 3 menit. jadi waktu saya istirahat sudah tiba hehe" ucap Ririn terkekeh di ujung kalimatnya
"dasar curang" ucap Gus Sofyan yang tersenyum tipis karena melihat Ririn tertawa
"ya sudah ya ustadz..Ririn mau istirahat dan ke kantin dulu. itu teman Ririn sudah nungguin.. assalamualaikum ustadz Sofyan" ucap Ririn tersenyum manis
"waalaikumsalam' ucap Gus Sofyan melihat punggung Ririn yang meninggalkannya
*******
"emh enak banget lah ni bakso kagak ada tandingannya mah" ucap Vreya
"bener tuh kagak ada yang bisa menyaingi enaknya bakso buk Titin lah pokoknya" ucap Ririn yang tetap memakan baksonya
"kalau makan nggak boleh ngomong..ya kan mbak' ucap Lia menoleh ke arah Aisyah dan mendapat anggukan kecil dari Aisyah
"tuh dengerin" ucap Lia
"dengerin apaan? kan mbak Aisyah nggak ngomong apa apa" ucap Vreya
"haha bener tuh Vre. Iri? bilang boss!" ucap Ririn menimpali
"kasian ya si Lia kagak boleh makan bakso.. yang lainnya makan bakso dan mie ayam sedangkan Lia hanya makan roti hahaha" ucap Vreya
__ADS_1
"ntr aku bawa bakso buatan bi Sinta dari rumah biar aku puas makannya" ucap Lia tak terima
"eh iya juga ya..kenapa Lia nggak makan bakso?" tanya Aisyah
"jadi si Lia tu alergi bawang putih mbak. di dalam kuah bakso ada bawang putih dan di baksonya mungkin juga pakai bawang putih" ucap Ririn
"jadi Lia nggak pernah makan bakso di pinggir jalan bukan karena banyak uang,,tapi karena dia alergi makan bawang putih dan khawatirnya makanan yang ada di pinggir jalan itu mengandung bawang putih" ucap Vreya
"he em kayak gitu ceritanya" ucap Lia
"lah nanti kalau Lia pengen makan bakso gimana?" ucap Aisyah
"ya kan ada bi Sinta yang buatin tanpa bawang putih. bi Sinta itu ART yang ada di rumah Lia..jadi kapan pun Lia pengen makan bakso,,ada bi Sinta yang buatin" ucap Vreya
"oh begitu' ucap Aisyah mengangguk kecil
Setelah selesai makan,,mereka pun membayar makanan yang telah ia makan tadi. setelah membayar,,mereka pun kembali ke dalam kelas karena bel masuk telah berbunyi
*******
"waalaikumsalam" ucap semua santri dan santriwati yang berada di dalam kelas
"siapa dia?" bisik salah satu santriwati
"apa dia keluarga kyai Hamdan?" bisik santriwati yang lainnya
"kenapa dia ada di sini? apa dia ustadz baru di pesantren ini?" ucap santriwati yang lainnya
"kenapa dia ada di sini? ustadz baru kah?" ucap Lia dalam hati
"baiklah sepertinya banyak yang ingin menanyakan saya siapa. perkenalkan nama saya Muslim Anwar. saya ustadz baru di pesantren ini. jadi saya harap kalian bisa nyaman karena kehadiran saya di pesantren" ucap muslim tersenyum manis
"eh eh dia ganteng banget" bisik salah satu santriwati
"iya kalau pun nggak dapet Gus Sofyan yang penting dapetin ustadz Muslim mah nggak papa" ucap santriwati tersebut
"apa ada pertanyaan tentang saya?" ucap Muslim
__ADS_1
"sudah menikah atau belum ustadz" ucap Mita
Muslim tersenyum "belum. saya belum menikah" ucapnya
"kalau begitu mau nggak jadi imam saya?" ucap Fitria dengan kepercayaan diri yang tinggi
"mana mau ustadz Muslim sama ulat bulu kayak kamu haha" ucap Vreya
"hhuuuuuuu" seluruh murid di kelas itu menyoraki Fitria
"apaan sih kalian sirik aja" ucap Fitria kesal
"apa ada pertanyaan lagi?" ucap Muslim
"duuhh nanyak nggak ya..nanyak atau nggak yaa" batin Lia ragu ragu
"apa sudah tak ada yang di pertanyakan lagi?" ucap Muslim
Lia memberanikan diri untuk mengangkat tangannya "apa alasan ustadz mendaftar untuk jadi ustadz di pesantren ini?" ucap Lia
"karena ada kamu" ucap Muslim dalam hati
"ehem..sebenarnya saya masuk ke pesantren ini bukan karena keinginan saya" ucap muslim
"saya mendapat tawaran dari pemilik pesantren. karena saya juga sedang senggang di rumah, maka saya terima tawaran kyai Hamdan untuk menjadi ustadz di pesantren ini" ucap Muslim
"ya walaupun ilmu saya tak sedalam Sufyan,, tapi saya yakin saya bisa membagi ilmu saya dengan kalian semua. jadi jangan ragu ketika ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan" ucap Muslim
"iya ustadz" ucap para santri dan santriwati
"apa tak ada yang ingin kalian tanyakan lagi?" ucap Muslim
"tidak ustadz" ucap seluruh murid di dalam kelas tersebut
"ya sudah kalau begitu kita mulai pelajarannya. Kelian buka buku halaman 5 dan kalian pahami terlebih dahulu isi materinya kemudian kalian isi 10 pertanyaan di halaman 9. faham?" ucap Muslim
"faham ustadz" ucap mereka serempak
__ADS_1