Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 8


__ADS_3

adzan Maghrib yang ditunggu tunggu telah berkumandang,, seluruh santri dan santriwati berbondong bondong pergi ke musholla dimana diselenggarakan sholat berjamaah,,sama dengan santriwati yang lain,, Aisyah,Ririn,Lia,dan Vreya juga berbondong bondong pergi ke musholla untuk melakukan sholat berjamaah.


"ayo Vre,,cepet kita harus segera ke musholla karena sebentar lagi sholat akan disegerakan" ucap Aisyah agak berteriak karena Vreya tak kunjung keluar kamar


"iya mbak sebentar lagi siap kok,,tunggu lima menit lagi ya" ucap Vreya yang juga agak berteriak


"nah mbak aku sudah siap mari kita berangkat" ucap Vreya yang baru saja keluar dari kamar dan langsung mendapat tatapan tajam dari Ririn,,Lia,,dan Aisyah


"hehe sorry ayo lah kita berangkat sekarang ntar keburu sholatnya telat lhoo" ucap Vreya cengengesan dan langsung berlalu mendahului yang lainnya


Setelah sholat berjamaah,,mereka mengisi waktu senggang mereka untuk mengaji sambil menunggu adzan isya'berkumandang,,setelah sholat isya' berjamaah,,Aisyah dan santriwati lainnya pergi ke asramanya masing masing..namun langkah mereka semua terhenti karena melihat seorang pria tampan yang sedang berlalu dengan gagahnya didepan para santriwati untuk menuju ke rumah pak kyai Hamdan,,pria itu adalah pria yang sama dengan pria yang bertemu dan bertabrakan dengan Ririn tadi sore.Mereka yang melihat ketampanan pria gagah itu langsung berdiam diri dan tak bersuara sedikit pun karena merasa terbius oleh ketampanannya itu,,namun beda dengan Aisyah dan Ririn..kedua gadis itu tak merasa terbius sama sekali oleh ketampanan pria itu.


ya,,dia SOFYAN ALI HAMDAN putra bungsu pak kyai Hamdan...Pria tampan ini baru saja pulang dari Kairo Mesir.. Sofyan adalah seorang lelaki gagah yang bertanggung jawab.Dia sangat dikagumi oleh siapa saja,,dengan kepintaran dan kedermawanannya,,dia mampu mendirikan sebuah yayasan yang didalamnya terdapat anak anak yatim dan anak anak yang kurang mampu.

__ADS_1


"Rin.." panggil Aisyah


"hmm apa mbak?" ucap Ririn dengan menolehkan kepalanya menghadap Aisyah


"kamu kok tidak menatapnya kagum seperti yang dilakukan santriwati lainnya?" tanya Aisyah heran


"ih nggak ah mbak dia itu lelaki yang sudah mengotori pakaianku tadi sore mbak,,dia yang sudah menabrak ku tadi sore waktu hendak membeli obatnya si Lia,,males juga aku kagum sama dia,,yang ada aku bete banget sama dia karena jalan tidak memakai matanya..hufh sebel banget deh,,eh eh tapi kenapa mbak juga tak menatapnya kagum?" ucap Ririn yang langsung mendapat kekehan kecil dari Aisyah


"buat apa aku menatapnya kagum seperti itu..lagi pula dia bukan siapa siapa aku kan,,kalau saja dia mahram aku,udah aku liatin dia puas puas Rin..kita tidak boleh memandang terlalu lama kepada lawan jenis yang bukan mahram kita" ucap Aisyah dan mendapat anggukan kecil dari Ririn


"dia itu tamu istimewa kita Rin,,dia juga putra pak kyai,,kyai Hamdan pemilik pesantren ini..namanya Gus Sofyan" ucap Aisyah kepada Ririn


"oh" ucap Ririn malas dan langsung mendapat senyuman manis dari Aisyah

__ADS_1


"iya,,dan yang harus kamu tau juga,,denger denger sih dia itu mempunyai yayasan anak yatim gitu..dan dia juga akan mengajar di pesantren ini" ucap Aisyah kepada Ririn


"Halah mbak biarin saja lah nggak penting juga kan kita bahas dia" ucap Ririn memutar bola matanya jengah


"hm ya sudah kalau begitu kita pulang ke asrama dulu yuk,,biarkan saja lah mereka yang menikmati ketampanan Gus Sofyan tanpa kita" ucap Aisyah kepada Ririn yang langsung mendapat anggukan kecil dari Ririn dan mereka segera meninggalkan tempat dimana seluruh santriwati menatap Gus Sofyan dengan tak berkedip.


sedangkan ditempat yang masih sama,,Lia dan Vreya menatap Gus Sofyan dengan kagum


"uuuhhh cakep banget si dianyaaa" ucap Lia yang tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Gus Sofyan


"iya Li,,aku yakin dia adalah pangeran ku yang sengaja Allah berikan tepat pada hari ini" ucap Vreya


"Halah Vre..kalau mimpi itu jangan terlalu tinggi,,nanti jika jatuh akan terasa sangat sakit lhoo" ucap Lia dengan nada mengejek dan langsung mendapat tatapan tajam dari Vreya

__ADS_1


"hm liat saja nanti Li,,dia akan ngejar-ngejar aku deh pastinya..kamu liat saja nanti ya" ucap Vreya percaya diri


"ah sudah sudah ayo kita kembali ke asrama..pasti mbak Aisyah dan Ririn sudah menunggu kita" ucap Lia sambil berlalu pergi meninggalkan kerumunan santriwati yang diikuti oleh Vreya.


__ADS_2