
Malam harinya, seluruh keluarga datang kembali untuk melihat bayi yang kemarin baru lahir. mereka tak sabar untuk menggendong bayi lucu itu.
"Ekhem! permisi permisi permisiii!!!" ucap Lia heboh nan sangat dramatis saat membuka pintu ruangan Ririn
"waalaikumsalam, Lia" ucap Gus Sofyan dan Ririn serempak
"eh iya Gus, lupa hehehe" ucap Lia terlihat malu
"hahahaha baru gini langsung ciut nyalinya" ucap Vino dan yang lain tertawa
"diem aja sih bang! ikut campur aja" ucap Lia kesal
"mana cucu mommy nih?" ucap Syakira tak kalah heboh sembari berjalan kearah Ririn yang sedang menggendong Difa
"Stop mom!" teriak Vreya
"kenapa sih?! kaget tau" ucap Syakira kesal
"Vre dulu ya mom. kan katanya mommy pengen cucu dari Vreya, jadi harus Vreya dulu yang gendong..biar nantinya nular ke rahim Vreya" ucap Vreya terkekeh diujung kalimatnya
"hahahaha nular apaan?! kamu pikir penyakit?!" ucap Lia memukul lengan Vreya cukup keras
"heh Curut! biasa aja kali mukulnya!!" ucap Vreya semakin kesal
"Yee..biasa aja kali jin Tomang! gak usah pake ngegas!!" ucap Lia tak kalah kesalnya
"lah kamu duluan yang mulai, dog!" ucap Vreya mulai berapi api
"ya kamunyaa ngeselin! gak usah pakai dog dog juga kali!" ucap Lia tak kalah seramnya
"terus kalau kalian mau lanjut berantem,,kapan kita bisa gendong Difa nya?" tanya Vino
__ADS_1
"eh iya lupa hehe" ucap Lia dan Vreya bersamaan
mereka saling pandang satu sama lain "gak usah ikut ikutan!" ucap mereka berdua serempak
"aku bilang diam, ya diam!" ucap mereka kompak
"heh! bisa diam gak sih kalian?!! my baby mau bobok nih! rame aja kelakuannya!!" teriak Ririn kesal
seketika mereka berdua langsung terdiam dan tak bersuara.
"nih mom kalau mau gendong" ucap Ririn memberikan Difa kepada Syakira
Syakira mengambil Difa dengan sangat hati hati "uhhh lucunya cucu mommy" ucap Syakira mencium pipi gembul Difa berkali kali
"gantian dong mom. Vino juga mau gendong ponakan tercantik Vino loh" ucap Vino iri
"ih mommy baru juga gendong Vin! mangkanya kamu cepat nikah deh! biar bisa nyusul Ririn juga" ucap Syakira sembari memberikan Difa kepada Vino
"hahahaha tinggal Lia dan bang Vino doang loh yang belum tau rasanya" ucap Vreya mengejek Lia dan Vino
"apaan lu semua masih bocil. nggak usah sok keras deh" ucap Vino dengan tampang kesalnya
"hahahaha iri bilang bos!" ucap yang lain serempak, kecuali Lia dan Vino
"emang rasanya kayak gimana sih?" tanya Lia memutar bola matanya malas
"rasanyaaa...AH MANTAP!" ucap Ririn, Vreya, dan Rere bersamaan
"hahahahahahha" tawa mereka pecah saat melihat raut wajah Vino dan Lia yang semakin kesal.
*******
__ADS_1
Hari semakin larut, namun satu ruangan masih saja ramai berkat kehadiran sang malaikat kecil yang ikut serta di dalam ruangan tersebut. Kini gendongan baby Difa berada pada neneknya, yaitu umi Hamidah
"Rencananya kamu sama muslim kapan Li?" tanya Gus Sofyan
"nggak tau Gus. mungkin setelah saya memenangkan tender berikutnya" ucap Lia memakan kuaci yang berada diatas meja
"kenapa harus nunggu menang tender Li? bukannya tender itu akan dilaksanakan bulan depan ya?" ucap Rehan
"iya bener juga sih. mungkin terlalu lama bagi kalian. tapi menurut Lia, itu waktu yang cukup cepat untuk melaksanakan pernikahannya" ucap Lia
"karena jika menuruti keinginan orang tua mas Muslim, maka Lia harus nunggu tiga bulan lagi. karena mereka akan kesini saat tiga bulan kedepan. katanya sih sekalian jenguk anak temannya yang baru lahiran" ucap Lia terus memakan kuacinya
"kasian kamu ya Li. korban ghosting" ucap Vreya meminum teh yang ada diatas meja
"ejek aja teros!! ikhlas aku mah" ucap Lia dramatis
saat mereka sedang berbincang bincang, tiba tiba baby Difa menangis didekapan sang nenek
"lah kenapa nangis sayang? kan digendong nenek" ucap umi Hamidah berusaha menenangkan Difa
"shuutt..shuutt..shuutt.." lirih umi Hamidah sembari menepuk pantat baby Difa pelan
"mungkin haus mah. sini biar Ririn kasih minum" ucap Ririn merentangkan tangannya, hendak mengambil Difa
saat berada di pelukan sang ibu, Difa langsung terdiam dan segera meminum asi yang diberikan Ririn. namun tak lama kemudian, Ririn memperhatikan seperti ada yang aneh dengan Difa. bayi itu seperti tak lagi meminum susunya. bahkan dadanya tak terlihat naik turun, selayaknya bayi bernafas.
"bi.." lirih Ririn
Gus Sofyan dan yang lainnya menatap Ririn serentak "kenapa sayang?" tanya Gus Sofyan
"D-Difa bi.." lirihnya mulai meneteskan air matanya
__ADS_1
"Difa nggak bernafas bi!!!!" ucapnya mulai menangis histeris