
"Apakah Gus Sofyan benar benar mau di jodohkan?" tanya salah satu santriwati
"siapa yang memutuskan hal seperti itu terjadi Gus?" tanya santriwati yang lainnya
"tak bisakah kalian mundur terlebih dahulu? saya tak nyaman bernafas jika seperti ini' ucap Gus Sofyan
"siapa wanita beruntung itu Gus" ucap salah satu dari mereka
"Di mana Gus Sofyan mengenalnya?" ucap yang lainnya
"seperti apa gayanya Gus?" tanya yang lain
"apakah kecantikannya melebihi saya?" tanya Mita dengan PD nya
"maaf..kalian bisa mundur dulu nggak?" ucap Gus Sofyan
"jawab kami dulu Gus kamu butuh kepastian" ucap yang lainnya
"iya saya akan jawab tapi kalian mundur dulu!" ucap Gus Sofyan sedikit membentak
kemudian seluruh santri dan santriwati yang berada di sana mengikuti apa yang Gus Sofyan bilang. mereka mundur beberapa langkah dari tempat mereka sebelumnya
"iya saya di jodohkan. tapi kalian tak perlu tau siapa wanita itu. dengan berita bahwa saya di jodohkan saja kalian sudah tak bisa mengontrol emosi kalian. lalu bagaimana jika kalian tau siapa calon istri saya nanti" ucap Gus Sofyan
"jadi rumor itu real Gus?" ucap santriwati tersebut
__ADS_1
"iya. rumor yang beredar itu apa adanya. tak ada yang menambahkan dan tak ada yang melebihkan. berita tersebut real dari kyai Hamdan sendiri. assalamualaikum" ucap Gus Sofyan kemudian pergi meninggalkan segerombolan santriwati tersebut
"waalaikumsalam' ucap seluruhnya dengan sendu.
*******
bel masuk berbunyi dan akhirnya mereka kembali ke dalam kelas masing masing untum melanjutkan belajar mereka.
setelah kegiatan belajar mengajar mereka selesai,,semua santri dan santriwati melanjutkan kegiatan rutin. yaitu mengaji bersama hingga jam sekolah berakhir
"ahh capek sekalii" ucap Ririn setelah sampai di kamarnya
"capek banget intinya dah. pinggangku serasa mau pataaahh" ucap Vreya
"he em nih hari ini seperti lebih lelah dari hari biasanya" ucap Lia melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur
setelah mandi dan sholat,,mereka di perbolehkan tidur untuk beberapa waktu dan harus bangun pada saat memasuki jam sholat ashar.
saat adzan ashar berkumandang,,Ririn masih tertidur dengan pulas karena tak ikut sholat bersama mereka.
*******
-di teras rumah Gus Sofyan
"rumor tentang di jodohkan itu apakah benar adanya Yan?" tanya muslim yang sedang berkunjung
__ADS_1
"hmm iya benar. jika aku tak membawa satu wanita ke depan Abah dan ummah" ucap Gus Sofyan
"jadi maksud kamu,, kamu akan di jodohkan jika tak mendapat pendamping dalam satu bulan ini?" ucap muslim
"hm ya seperti itu lah" ucap Gus Sofyan sendu
"wahh keren ya Abah kamu. bisa bisanya beliau menghukum putranya seperti ini haha' ucap muslim dengan tertawa lepas
"sholat jangan?" sambung muslim
"Hayuk" ucap Gus Sofyan kemudian pergi menutup pintu rumahnya dan bergegas menuju musholla pesantren
setelah sampai di musholla pesantren,,Gus Sofyan dan Muslim melihat Lia dan Vreya tengah mengambil wudhu di kran sebelah
"eh eh kalian kan cewek kenapa masuk ke tempat wudhu laki laki?" ucap salah satu santri
"Yee selow aja dong. orang aku cuman mau minta air doang. emangnya bapak kau yang mengisi air di sini hah?" ucap Vreya
"tau nih sewot aja. di tempat cewek itu sudah penuh dan kalau kita nunggu sampai giliran kita,,pasti akan telat sholatnya. jadi lebih baik kita numpang di sini hehe" ucap Lia
"siapa dia yan?" tanya muslim memperhatikan kedua gadis yang memasuki area tempat wudhu cowok
"mereka adalah santriwati baru di pesantren ini. mereka cukup terkenal di pesantren karena tingkah absurd mereka dan kecantikannya" ucap Gus Sofyan
"ohh' ucap muslim
__ADS_1
"manis sekalii" batin muslim sambil tersenyum melihat Lia tengah berdebat dengan salah satu santri
"Pepet teros Lim. sepertinya belum ada yang punya tuh" ucap Gus Sofyan menyenggol lengan muslim dengan menahan tawa kemudian berlalu untuk mengambil wudhu