Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 64


__ADS_3

Reaksi obat yang telah di minum Rere tak bertahan lama. sakit yang Rere rasakan kambuh lagi.


"Vino!" ustadz Haris keluar untuk memanggil Reno dan Vino karena keadaan Rere yang semakin memburuk


"kita harus bawa Rere pulang yah. Vino dan Riko serta para perawat akan bekerja keras untuk mengurangi rasa sakitnya. jika Vino sendiri saat ini pasti kewalahan. kita harus pulang" ucap Vino.


dengan menunggu Reno menyiapkan mobil untum pulang,,Vino melakukan tindakan darurat dengan beberapa alat yang ia bawa dan obat seadanya. yang terpenting baginya sekarang,,mengurangi rasa sakit pada tubuh Rere.


tangan Rere bergerak lemah menyentuh lengan abangnya "ja..Ngan ka..sih tau ka..kak" ucapnya lemah disertai senyum tipisnya


"iya sayang..incesnya Abang yang kuat ya" ucap vino mengecup pucuk kepala Rere


tak lama kemudian,,mobil telah siap dan Vino mengangkat tubuh Rere untuk menuju mobil. kemudian Vino kembali untuk berpamitan terlebih dahulu kepada kyai Hamdan dan umi Hamidah


"saya harus pulang untuk pengobatan adik saya bah. terima kasih karena telah menerima kami di sini. saya titip Ririn di pesantren ya bah. tolong jangan beri tau dia tentang kejadian yang menimpa Rere. kalau begitu saya permisi,, assalamualaikum" ucap Reno kemudian pergi


"waalaikumsalam nak. hati hati' ucap kyai Hamdan sedikit berteriak


mereka semua masuk ke dalam rumah dan berdoa supaya keadaan Rere membaik lebih cepat dan tak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.


"apa sebaiknya Izah hubungi Sofyan aja ya bah" ucap Ning Izah


"ah ya ya benar itu. hubungi Sofyan saja jangan kepada Ririn. minta dia untuk pulang terlambat supaya tidak bertemu dengan mobil ayahnya" ucap kyai Hamdan


*******


ddrrttt...


ddrrttt...


Gus Sofyan merasa terganggu karena HP di dalam sakunya bergetar tanda ada orang yang menelfon.

__ADS_1


"ah siapa sih gangguin aja orang lagi liatin bidadari jugaaa" gerutu Gus Sofyan kemudian merogoh ponsel dari dalam saku celananya.


"hallo assalamualaikum mbak ada apa?" ucap Gus Sofyan memulai


"waalaikumsalam yan. bisa kah kamu pulang terlambat?" ucap Ning Izah di seberang


"hah? tumben nyuruh pulang terlambat..biasanya di haruskan pulang tepat waktu klo yan keluar rumah" ucap Gus Sofyan


"kamu sekarang dimana dan sama siapa?" ucap Ning Izah


"lagi di mall nemenin Afiz sama Erina belanja..mbak sih nelfon jadinya keganggu kan merhatiin merekanya" ucap Gus Sofyan terkekeh di ujung kalimatnya


"bukan waktunya bercanda sekarang yan. Rere dan keluarganya kembali pulang ke Surabaya" ucap Ning Izah


"hah? beneran?" ucap Gus Sofyan dengan nada sedikit tinggi


"Iya..mereka pulang karena Rere sakit jantungnya kambuh lagi..jadi mau tak mau mereka kembali ke Surabaya. makanya kamu bawa pulang Ririn sedikit terlambat saja" ucap Ning Izah


"ya sudah kalau gitu. ingat,,masih belum mahram jangan Ngadi Ngadi..mbak tutup ya assalamualaikum" ucap Ning Izah


"Yee udah tauu,, waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan kemudian menutup telfonnya


"ada apa kak?" tanya Afiz


"eh emangnya ada apa?" ucap Gus Sofyan


"lah tadi kakak ngomong benarkah? gitu" ucap Afiz menirukan gaya bicara Gus Sofyan


"he em ada apa ustadz?" tanya Ririn


"oh itu tagihan WiFi di rumah naik lebih besar" ucap Gus Sofyan

__ADS_1


"ih Afiz kira apaan ternyata hanya tagihan WiFi. emangnya naik berapa?" ucap Afiz


"yaa..biasanya sih 165 ribu tapi sekarang naik jadi 350 ribu..kan tambah mahal jadi Kakak kaget aja gitu hehe" ucap Gus Sofyan terkekeh di ujung kalimatnya


"maafkan hamba yang telah berbohong ya Allah" batinnya


*******


-di dalam mobil vino


"permisi dokter Riko,, maaf saya mengganggu waktu anda. apa jam kerja anda untuk hari ini?" ucap vino sambil menyetir mobil


"ah iya dokter,, jadwal hari ini jam kerja saya malam hari. apa ada yang bisa bantu?" ucap dokter Riko di seberang


"syukurlah. satu jam lagi saya sampai di rumah sakit jadi tolong kerja samanya para suster untuk persiapan ruang UGD ya dok" ucap Vino


"baik" ucap dokter Riko kemudian menutup telfonnya


"apa Ririn sudah kamu telfon?" ucap Reno


"Rere tak mau vino menghubungi Ririn yah" ucap Vino


"oh baiklah kalau begitu" ucap Reno kemudian mengelus rambut Rere


"ya Allah tolong selamatkan putri hamba..hamba tak ingin kehilangan lagi ya Allah..hanya kepada engkaulah hamba memohon dan meminta..tolong angkatlah penyakit pada putri hamba ya Allah" doa Reno dalam hati dengan air mata yang tak berhenti menetes


"menangis saja tak ada gunanya yah..tidakkah lebih baik ayah memberi tahukan tentang hal ini kepada Abang. setidaknya vino bisa membantu untuk mengurangi rasa sakitnya dan tak memperburuk penyakitnya kan" ucap vino yang masih fokus menyetir


"Re..re Ng..gak pa..pa kok" ucap Rere lemah dengan bibir yang di usahakan tersenyum


"iya..Abang tau Rere nggak papa..semangat ya inces" ucap Vino menahan air matanya

__ADS_1


"di saat seperti ini pun kamu masih bisa tersenyum re..Abang sayang kamu' batin Vino


__ADS_2