Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 92


__ADS_3

Perias itu membuka tirai yang menutupi Ririn. Gus Sofyan yang awalnya fokus pada majalah di tangannya, beralih menatap Ririn yang sudah cantik dengan gaun pilihannya


"sesuai dugaan saya" ucap Gus Sofyan dalam hati dengan menampilkan senyum manisnya


"kenapa liatnya gitu ustadz? senyum senyum juga. Ririn cantik ya hehe" ucap Ririn kepada Gus Sofyan


"ehem.. biasa aja sih" ucap Gus salah tingkah


"ya udah ayo keluar" ucap Gus Sofyan beranjak dari duduknya


"maaf tuan, tapi riasan di wajah nona masih ada sedikit perbaikan. mohon di tunggu sebentar lagi" ucap perias tersebut


"saya lihatnya sudah sempurna kok. ngapain ada perbaikan segala" ucap Gus Sofyan tak sabar


Ririn terkekeh kecil "ustadz kan nggak tau apa apa. jadi diam aja ya tunggu Ririn selesai di rias" ucap Ririn kemudian berjalan menuju meja rias di ruangan tersebut


*******


"Abang..sini foto sama Rere" ucap Rere menarik tangan abangnya


"foto apa sih malu tau" ucap Vino


"ih ngapain maluu..foto di sini" ucap Rere menunjuk sebuah ayunan yang seharusnya di gunakan sebagai media foto pengantin


"itu untuk pasangan, Re..nggak boleh untuk kita pakai" ucap Vino


"semua orang sudah tau kan kalau kita anaknya ayah Reno..pasti di bolehin lah walaupun bukan pasangan" ucap Rere


"ya kalau semisal fotografer nya belum tau, berarti nanti fotonya, kita harus pose layaknya pasangan. lagian kan kita pakaiannya beda sendiri. jadi nggak akan ngundang rasa curiga. mau ya bang..mau ya, ya, ya,," ucap Rere memohon


"ya udah ayo" ucap vino yang tak tega melihat adiknya memohon


mereka berjalan mendekati fotografer "om, tau saya nggak?" ucap Rere memulai


fotografer tersebut menatap Rere dari atas sampai bawah dan beralih menatap Vino "oh pasti sepasang kekasih" ucapnya


Rere mengangguk "boleh foto di sana kan?" ucapnya


"oh iya mari mari saya fotokan" ucap fotografer itu


"hore..ayo bang" ucap Rere menarik tangan Vino


"Rere naik, Abang pegang talinya ya, biar kelihatan romantis gitu hehe" ucap Rere terkekeh


"oke bagus, satu..dua..tiga" ucap fotografer nya


cekrek!


"sudah mbak, mas" sambung fotografer tersebut


__ADS_1


"ihii makasih ya om. nanti saya minta ayah saya untuk bayar om lebih deh. jangan lupa di cetak juga ya" ucap Rere kemudian berlalu meninggalkan tempat foto itu


*******


"sudah nona" ucap perias Ririn


"iya mbak. terima kasih" ucap Ririn beranjak dari duduknya


"kalau begitu saya pamit dulu, permisi" ucap perias itu kemudian pergi meninggalkan Ririn dan Gus Sofyan di dalam ruang ganti


"ustadz. ayo keluar. Ririn sudah selesai" ucap Ririn


Gus Sofyan menatap Ririn lekat "tak ada bedanya. tetap sama dengan yang tadi" ucapnya kemudian menggandeng tangan Ririn


mereka berjalan menuju banyaknya orang berkumpul. semua orang yang berada di tempat itu menatap kagum dengan penampilan Gus Sofyan dan Ririn. Gus Sofyan yang terlihat lebih berkharisma dengan jas hitam yang melekat tubuhnya. dan Ririn yang mengenakan gaun mewah berwarna merah muda tampak lebih cantik dan anggun. hampir semua orang yang berada di tempat tersebut menganggap bahwa mereka adalah pasangan tercocok sedunia.




"wah cantik sekali..seperti ratu dan raja ya" ucap salah seorang yang terdengar


"lihat mereka sekarang, saya jadi ingat masa lalu deh. serasi banget sih" ucap yang lainnya


"beruntung sekali Tuan Fahriza bisa punya menantu dan anak yang seperti mereka" ucap yang lainnya


dan banyak lagi omongan tentang pasangan itu. namun, dengan banyaknya omongan yang memuji mereka, tak sedikit juga omongan manusia yang menghujat karena rasa iri, termasuk Arumi.


"Ratu apaan sih. rasanya masih lebih cantik saya deh. asal kalian tau aja ya, yang kalian anggap Ratu itu adalah wanita yang merebut tunangan saya" ucap Arumi dengan melihat Ririn dari jarak yang cukup jauh


"eh ada mbak pelakor ternyata" ucap Vreya yang sengaja menyenggol lengan Arumi


"nggak sengaja mbak. sorry" sambungnya


"kalian itu nggak enak ya kalau nggak mengganggu saya" ucap Arumi


"iya. nggak enak. emang kenapa?" ucap Lia


"mbak itu nggak enak ya kalau nggak iri sama sahabat saya?" ucap Vreya mengangkat salah satu sudut bibirnya


"saya nggak iri loh" ucap Arumi


"oh iya kah? tapi sepertinya mbak ingin sekali menggunakan gaun yang di pakai Ririn. kasian ya, dulunya membuang, tapi sekarang terbuang" ucap Lia remeh


"udah Vre,,Li,, nggak baik bertengkar di acara seperti ini. nanti rugi loh" ucap Aisyah menengahi


"kamu siapa?" ucap Arumi menatap Aisyah


"oh saya Aisyah mbak. sahabatnya Ririn dan mereka" ucap Aisyah tersenyum


tak lama kemudian, tiga gadis menghampiri mereka untuk ikut bergabung "mbak Arumi kan?" ucap salah satu Gadis itu

__ADS_1


Arumi menatap gadis itu sekilas "Adel kan?" ucap Arumi


"iya mbak. akhirnya mbak ingat sama saya" ucap Adel


"hm nambah lagi kan orang yang iri" ucap Vreya


"mbak kenapa bisa ada di sini?" ucap Adel


"hadir di acara mas Sofyan" ucap Arumi


Adelia dan Arumi sudah saling mengenal saat Adel masuk kursus hafal Al Qur'an. di sana, Arumi sebagai seniornya.


"mbak kenal sama Gus Sofyan?" tanya Adel


sebelum Arumi menjawab, Lia mengeluarkan suara terlebih dahulu "iyalah kenal. kan dia pelakor" ucapnya


"jaga omongan kamu ya" ucap Adelia


"kenapa? nggak terima? emang bener kok. dia itu pelakor. kalau nggak percaya, tanya aja sendiri" ucap Vreya mengangkat satu alisnya


"apa bener mbak?" ucap Adel menatap Arumi


"haduuhh drama lagi nih pastinya.. ya udah lah ayo ke sana. males ngeladenin mereka. dasar drama Queen!" ucap Lia menekan kalimat terakhirnya


Lia, Vreya, dan Aisyah berlalu meninggalkan Arumi dan yang lainnya. mereka menuju tempat Rere dan vino yang sedang menyapa tamu


*******


"ustadz kenapa? kok gemetar?" ucap Ririn menatap Gus Sofyan


"apa? nggak kok?" ucap Gus Sofyan menyangkal


"tangan ustadz bergetar. kenapa? takut?" tanya Ririn


"saya kurang enak jadi pusat perhatian seperti ini. banyak kamera di mana mana. banyak cahaya sana sini, jadi nggak enak" ucap Gus Sofyan


Gus Sofyan sangat merasa tak nyaman karena menjadi pusat perhatian banyak orang dan kamera. kejadian ini adalah hal baru untuk Gus Sofyan yang tak pernah berhadapan dengan kamera wartawan. berbeda dengan Ririn, yang sering menghadiri acara besar yang di dalamnya terdapat puluhan kamera.


Ririn terkekeh pelan "nggak perlu canggung ustadz. jangan gugup. di sini ada Ririn kok" ucap Ririn menggenggam tangan Gus Sofyan


acara berlangsung dengan lancar. para tamu undangan sudah kembali ke rumahnya masing masing. hanya kerabat dan keluarga yang masih berada di gedung acara.


"ayah, kapan pulangnya? capek nih Ririn kakinya berasa kayak gajah" rengek Ririn kepada sang ayah


"ya udah kalau begitu kalian pulang lah dulu. nginep di rumah ayah semua ya. di sana bi Mar sudah menyiapkan kamar untuk kalian semua" ucap Reno


"tunggu ayah di sana. ayah masih ada urusan sama pegawai hotel" ucap Reno


"oke" ucap semua orang kompak


mereka semua pulang ke kediaman Fahriza. Lia dengan mama papanya, dan Vreya dengan Daddy mommy nya ikut mengantar pengantin baru itu.

__ADS_1


__ADS_2