
-Note
Maafin author yang telat update ya guys.. author sedang berduka, jadi nggak sempat update lagi deh :( tapi sekarang author update untuk kaliaann😚jangan bosan menunggu ya..yok gas langsung ke ceritaaa
*******
Beberapa menit kemudian..
"Syah..apa kita udah boleh jenguk Ririn? ayah khawatir dengan kondisinya Syah" ucap Reno
Aisyah tersenyum tipis kemudian melirik jam tangannya "sepertinya sudah boleh deh yah..Ririn sebentar lagi juga sadar" ucap Aisyah
"jadi kita boleh lihat Ririn? udah boleh masuk ke dalam nih? ya udah ayo cepat masuukk!!" desak Syakira
"sabar dulu mom..gimana kalau kita masuk ke ruangan Ririnnya dua dua aja. kita dari tadi di luar ruangan kan..takutnya malah bawa kuman untuk Ririn" ucap Vreya menimpali
Vania mendekat ke arah Vreya dan menyentuh kening Vreya dengan punggung tangannya "kamu sehat kan Vre? kok tumben omongan kamu bijak kayak gitu" ucap Vania
"ih mama apaan sih!" ucap Vreya membuang tangan Vania dari keningnya
"udah udah..yang di omongin Vreya itu benar..lebih baik kita masuk ke ruangan Ririn bergantian aja" ucap Aisyah
tak lama saat mereka berbincang, kyai Hamdan dan keluarga datang ke rumah sakit itu. tampak wajah penuh khawatir dari umi Hamidah.
"assalamualaikum" ucap kyai Hamdan dan keluarganya serentak
"waalaikumsalam" jawab yang lainnya
"gimana keadaan Ririn?" tanya umi Hamidah
"Ririn masih dalam pengaruh obat bius, ummah" ucap Rere
"astaghfirullah..lalu gimana kandungannya?" ucap Ning Izah
"Ririn sudah di operasi.. bayinya sudah keluar" ucap Aisyah
"Alhamdulillah" ucap kyai Hamdan dan keluarganya serentak
"tapi hanya satu bayi yang selamat" sambung Aisyah
umi Hamidah langsung menatap Gus Sofyan. ia berjalan ke arah Gus Sofyan yang tengah duduk di kursi tunggu dan segera memeluk putra kesayangannya itu.
"yang sabar ya nak..ini semua sudah ditetapkan Allah" ucapnya sembari mengelus punggung Gus Sofyan
__ADS_1
Gus Sofyan tersenyum tipis "Sofyan ikhlas mah.. Sofyan bersyukur Ririn masih bisa di selamatkan" ucapnya pelan
"iya nak..berdoalah semoga Allah selalu melindungi istri dan anak kamu" ucap umi Hamidah melepas pelukannya.
"apa kita tidak jadi masuk??" tanya Syakira mengalihkan pembicaraan
"ya udah kalau gitu, mommy yang masuk duluan ya" ucap Syakira melangkahkan kakinya
"apaan sih..kan aku ayahnya!" seka Reno menahan tangan Syakira
"Rere saudari kembarnya..jadi Rere duluan" ucap Rere menahan tangan Reno
"sudah sudah! kalian apaan sih kayak anak kecil aja! sekarang bukan saatnya untuk bercanda! yang lebih berhak duluan itu Sofyan sebagai suaminya!" ucap Vino penuh penekanan
semua orang beralih menatap Gus Sofyan kemudian mengangguk kecil "iya benar..sana Yan kamu duluan aja..nanti mommy ganti setelah kamu" ucap Syakira
Gus Sofyan tersenyum tipis "beneran Sofyan yang duluan nih?" tanya Gus Sofyan menatap semuanya bergantian
semua mengangguk kompak "iya" ucapnya serentak
Gus Sofyan menundukkan kepalanya kemudian berlalu menuju ruangan Ririn.
*******
di tempat lain, Lia sudah berada di salah satu apartment yang tidak terlalu besar. bahkan apartment tersebut masih dalam naungan perusahaan Reno yang kini di kelola oleh Gus Sofyan.
Lia melepas kacamata hitamnya "ketuk pintunya, dan dobrak saja jika tak mau di buka" ucapnya tegas
dengan cepat para bodyguard nya itu mengikuti semua perintah dari Lia. Pintu ruangan itu tak terbuka walaupun sudah diketuk berkali kali. salah satu bodyguard Lia menoleh kearahnya, Lia hanya mengangguk sebagai jawabannya. tak lama kemudian rusaklah pintu ruangan apartment itu
Lia masuk ke dalam ruangan tanpa salam "tak ada orang di sini?" tanya Lia berteriak
Ia menoleh ke arah televisi yang menyala dan terdapat beberapa macam camilan di atas meja "keluar atau saya geledah rumah anda?!!" ucapnya lagi
Lia tersenyum miring "rupanya kalian yang memaksa kami untuk merusak apartment ini" ucapnya
Lia menoleh kepada kedua bodyguard nya "cari orangnya!" lirihnya
Vreya berjalan ke arah sofa yang terlihat di ruang tamu. ia memakan camilan yang tersedia di atas meja.
tak lama kemudian, datanglah satu bodyguard nya dengan sedikit menyeret rambut panjang seorang wanita yang sedang Lia cari
"hohoo! kamu terlalu cepat mendapatkannya broo! bahkan aku belum menghabiskan makanan ini" ucap Lia santai sembari membuang makanan yang ada di tangannya
__ADS_1
bodyguard nya hanya menunduk hormat sembari mendorong Arumi ke arah Lia yang duduk di sofa ruang tamu
Lia beralih menatap bodyguard nya itu "tak perlu terlalu kasar..dia masih wanita walaupun j*lang" ucap Lia tersenyum manis
"kemana jilbabmu, wahai wanita sok suci!?" ucap Lia mengangkat dagu Arumi yang menunduk
"lepaskan saya! kamu nggak berhak melakukan hal seperti ini! akan saya penjarakan kamu atas kelakuan kamu ini!" ucap Arumi tegas
"wwuuu takutnya" ucap Lia menimpali
"saya akan masuk penjara nanti..setelah kamu membusuk di penjara terlebih dahulu" ucap Lia senang
Lia tampak berfikir "kita main main duluu, atau langsung ke kantor polisi aja ya??" ucapnya
"jangan macam macam kamu ya!" timpal Arumi
"nggak macam macam kok..santai aja kalau sama saya" ucap Lia mengambil makanan di atas meja
"oh tapi sepertinya kita tak bisa bermain deh, Arumi..lebih baik kita langsung ke tempat asli kamu aja ya" ucap Lia beranjak dari duduknya
"kamu mau bawa saya kemana?!! jangan macam macam kamu!" teriak Arumi
Lia berbalik badan dan mencengkeram pipi Arumi "masih kurang jelas? saya orang sibuk,,jadi nggak bisa buang buang waktu hanya untuk wanita seperti anda!!" ucap Lia melepas cengkeramannya
"bawa dia" ucap Lia kepada bodyguard nya
*******
Tak lama setelah Gus Sofyan masuk ke dalam ruangan Ririn, Ririn tersadar dari tidurnya. ia merasa tidurnya ada yang mengganggu
Gus Sofyan mengelus kepala Ririn dan sadar bahwa Ririn terbangun karena ulahnya "eh Abi bangunin kamu ya?" lirih Gus Sofyan di dekat Ririn
Ririn tersenyum tipis dan menggeleng pelan "yang lain kemana?" tanyanya lemah
"kamu mau ketemu yang lainnya? Abi panggilin dulu ya" ucap Gus Sofyan kemudian keluar ruangan Ririn untuk memanggil yang lainnya
tak lama kemudian semua anggota keluarganya masuk ke dalam ruangan Ririn. beramai ramai...
"ada yang sakit nak?" tanya Reno mengelus pipi Ririn
Ririn menggeleng pelan dan tersenyum tipis "Ririn hanya lemas yah" lirihnya lemah
"ya udah jangan banyak ngomong dulu ya..biar mommy yang ngomong" ucap Syakira menimpali
__ADS_1
"apaan sih mommy nggak jelas banget" ucap Vreya memutar bola matanya jengah
Ririn tersenyum tipis dan tak sengaja mengelus perutnya. ia merasa ada yang aneh dengan perutnya. dengan cepat ia melirik perutnya dan kemudian menangis tanpa suara