Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 89


__ADS_3

"ada apa nona Fahriza? apakah kamu takut jika sampai hal ini tersebar ke mas Sofyan dan bahkan tersebar luas se Indonesia?" ucap Arumi tersenyum miring


Ririn hanya terdiam tak dapat berkata kata "ehem ehem ehem" Ririn terbatuk pelan


"kenapa? kamu takut? sudah saya bilang, jangan main main dengan saya, Erina..jadi tak bisa berkata kata bukan?" ucap Arumi merasa menang


Ririn mengangkat tangannya dan seorang pelayan menghampirinya "satu jus jeruk ya mbak" ucapnya kemudian pelayan itu segera pergi mengambil pesanan Ririn


tak lama kemudian, pelayan itu datang dengan segelas jus pesanan Ririn. Ririn segera meminum jus itu hingga setengah gelas


"aahh segarnya, Alhamdulillah" ucapnya setalah meminum jus nya itu


"oh iya tadi kita sampai mana ya? oh video itu toh ternyata" ucap Ririn meletakkan gelasnya di atas meja


"sebenarnya saya bukan takut. saya tak bisa berkata kata karena saya sedang haus, Arumi. masak iya seorang Erina Fahriza terdiam hanya karena sebuah video? hahaha lucu ya ternyata nona Arumi ini" ucap Ririn dengan nada meledek


Arumi semakin geram dengan tingkah Ririn yang tak mau kalah. dia berfikir, dia harus menggunakan segala cara untuk membuat Ririn takut


"sepertinya wanita ini sangat gigih dalam mewujudkan keinginannya. harus dengan apa lagi, aku membuat dia takut supaya dia membatalkan pernikahan dengan Mas Sofyan" ucap Arumi dalam hati


"apa kamu tidak takut jika video ini saya sebarkan ke seluruh dunia?" ucap Arumi mengancam


"silakan sebarkan saja, Arumi. saya tidak takut dengan ancaman anda" ucap Ririn tersenyum miring


"kamu ya-" ucap Arumi geram


"apa? kenapa? saya cantik? oh tentu saja, sudah di akui di dunia haha" ucap Ririn dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi


Video yang di tunjukkan Arumi adalah video lama Ririn saat dia masih belum masuk ke pondok pesantren. terlihat dia sedang berada di sebuah bar dan dikelilingi oleh beberapa pria hidung belang. di dalam video itu, dia tak sendirian. melainkan dengan kedua sahabatnya, yaitu Lia dan Vreya


"jika video ini bisa sampai tersebar ke seluruh jagat raya, bisnis keluarga kamu akan musnah begitu saja" ucap Arumi berusaha

__ADS_1


"hahaha tidak akan, Arumi. asal anda tau saja Arumi, kekayaan keluarga kami tidak akan pernah bangkrut selama tujuh turunan. jadi saya yakin usaha anda untuk menurunkan derajat keluarga saya tidak akan pernah berhasil" ucap Ririn yang terus memancing emosi Arumi


"lagi pula, video itu sudah sangat lama terjadi. banyak media yang sudah menangkap kejadian itu juga. namun, Anda bisa melihatnya sendiri bukan? derajat keluarga saya makin tinggi, bukan menurun haha" sambungnya dengan nada meledek


"kalau kamu masih tidak mau membatalkan pernikahan itu, saya akan share video ini di media sosial, supaya jagat raya bisa melihatnya" ucap Arumi terus mengancam


"alright, go ahead. I am not afraid, you know (baiklah, silahkan saja. saya tidak takut, anda tau)" ucap Ririn dengan tersenyum miring


"lagi pula, pernikahan kami akan di laksanakan dua hari lagi. saya harap kamu datang ya, Arumi. nanti akan ada orang yang ke rumah kamu untuk mengantarkan undangan pernikahan saya dan ustadz Sofyan" ucap Ririn tersenyum bangga


melihat Arumi yang mati kutu, Ririn sangat bahagia. pasalnya, lagi lagi dia menang dalam melawan Arumi.


"hmm,,sepertinya sudah dua puluh menit anda berbincang dengan saya. saya orang sibuk, jadi masih banyak yang menunggu saya di luar gedung ini" ucap Ririn berdiri mengambil tasnya


"oh iya, karena anda berhasil menemui saya di luar rumah, jadi saya minta kamu saja ya, yang bayar minuman saya. nggak malah kok pastinya. saya permisi, assalamualaikum" ucap Ririn kemudian berlalu meninggalkan Arumi sendiri


"aishh sial! lagi lagi aku gagal melawan gadis itu. apa sih istimewanya dia di mata mas Sofyan? toh lebih cantik aku juga. dia nggak bisa di remehin. aku harus lebih semangat lagi untuk merebut mas Sofyan dari gadis itu secepatnya


*******


Ririn yang sudah berada dikamarnya pun segera mandi dan membersihkan dirinya untuk bersiap tidur. tak lama setelah Ririn membersihkan diri, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya dari luar


"iya, siapa? masuk aja nggak di kunci kok" ucap Ririn berteriak


"ini non, tadi ada kiriman paket" ucap bi Mar


"owh iya, lalu kenapa nggak di buka bi?" ucap Ririn sembari membaca novelnya


"tadi katanya sih, untuk non Ririn. oleh karena itu, bibi nggak berani membukanya non. biar non Ririn sendiri saja yang membuka paket ini" ucap bi Mar menunduk


Ririn menoleh dan menatap kotak paket itu "oh ya udah kalau gitu letak di meja itu aja bi. biar saya yang membukanya nanti" ucap Ririn menunjuk meja di dekat sofa kamarnya

__ADS_1


bi Mar meletakkan kotak dengan sangat hati hati "kalau gitu, bibi keluar dulu ya non. kalau ada apa apa telfon bibi aja ke dapur" ucap bi Mar yang hanya mendapat anggukan kecil dari Ririn


Ririn melanjutkan kegiatan membacanya. ia adalah tipe orang yang tak bisa diganggu jika sedang melakukan aktivitas favoritnya. termasuk membaca novel dan menonton drama.


tak lama setelah itu, ponsel Ririn bergetar. ada sebuah notif yang menunjukkan bahwa drama favoritnya sedang update episode terbaru.


"waahh senangnyaaa..akhirnya dia update juga ya Allah terima kasih..muach muach" ucapnya dengan loncat kegirangan dan mencium layar handphone nya berkali kali


brukk..


"aduuhh sakittt" rintihnya karena terjatuh di lantai saat dia sedang bersemangat


"ih nggak suka deh..apaan sih jatuh jatuh segala..tapi nggak papa deh..ihii senangnya bisa lanjut nontoonn" ucapnya tetap bergembira


setalah dia bangun dari duduknya, sepasang matanya menangkap sebuah kotak yang berada di atas meja.


"oh iya kotak paket! apa ya isinya" ucapnya mengingat bahwa dia masih memiliki sebuah kotak misterius


dia berjalan menuju meja kamarnya, dan membuka kotak itu perlahan lahan karena dia juga takut, jika isi di dalam kotak itu adalah bom yang di kirim oleh Arumi.


"kalau kotak ini bom kan jadi bahaya nantinya..ah dasar Arumi ahaha" ucapnya dengan terus membuka kotak paket itu


terdapat sebuah gaun putih yang sangat sederhana namun indah jika di pakai orang cantik seperti Ririn. tampak ekspresi wajah Ririn yang heran dengan kedatangan gaun itu.


"hah? gaun? apa maksudnya? siapa yang ngirim?" ucap Ririn dengan mengeluarkan gaun itu secara hati hati


ada selembar kertas yang seperti sebuah surat pribadi, terjatuh saat Ririn mengeluarkan gaun itu. ia segera mengambilnya dan memulai membacanya


"assalamualaikum. niat saya mengirimkan gaun ini ke rumah kamu, supaya bisa kamu pakai saat ijab Kabul nanti. saya tau, kamu pasti sudah menyiapkan pakaian mewah dan indah untuk pertemuan kita di depan pak penghulu. tapi saya tak ingin kamu memakai pakaian mewah itu saat ijab kabul berlangsung. saya tak ingin kamu terlihat lebih menonjol nantinya. saya tak ingin calon istri saya menarik banyak mata lelaki lain untuk melihatnya. wassalamu'alaikum" isi dalam surat itu


Ririn tersenyum malu saat membaca surat itu. pipinya terasa sangat panas setelah ia mengetahui isi surat yang di kirim oleh Gus Sofyan. ia merasa ruangan di kamarnya sangat pengap dan sempit. kemudian ia memutuskan untuk ke balkon kamar dengan tujuan menghirup udara segar.

__ADS_1


"wwaaaaahhh paannaass sekaalliii" teriak Ririn di balkon kamar dengan loncat kegirangan


"nggak nyangka, ustadz Sofyan yang sedingin kulkas, bisa romantis juga ternyata hihii" ucapnya dalam hati dengan terkekeh pelan


__ADS_2