
Keesokan harinya, semua orang sudah berada di ruangan Rere. mereka tampak sangat bahagia karena melihat Rere yang keadaannya sudah stabil
"Alhamdulillah..semoga ini yang terakhir ya nak" ucap umi Hamidah mengelus rambut Rere
"amiinn..semoga ya ummah" ucap Rere tersenyum
karena bantuan para dokter dan suster, disertai dengan istirahat yang cukup,,Rere sudah bisa berbicara lancar dan tak membutuhkan selang oksigen lagi untuk membantu pernafasannya.
"nanti kalau Rere sudah sembuh,,kita bisa belanja apa yang Rere inginkan" ucap Ririn tersenyum manis
"iya Re..ntar kalau kamu dah sembuh total nih,,kak Lia ajak Rere ke mall deh.. gimana? pasti mau kan" ucap Lia menyentuh bahu Rere sekilas
"iya kak..Rere mau kok di ajak kemana aja. asalkan Rere udah sembuh aja gitu" ucap Rere tersenyum
"eh kalian udah makan? mau makan apa nih?" ucap Angga menatap semua orang yang ada di dalam ruangan secara bergantian
"Rere lagi pengen makan see food pa" ucap Rere mendahului yang lainnya
"eh eh see food apaan? ga boleh! orang yang baru sembuh sakit itu nggak boleh makan kayak begituan. Ngadi Ngadi" ucap Vreya tegas melarang keinginan Rere
"tapi kan kak,,Rere udah sembuh ni ni lihat" ucap Rere memutar tangannya perlahan
"yang sakit itu bagian perut kamu Re..bukan tangannyaa" ucap Syakira
"tapi kan mom-" ucap Rere terhenti
"udah Re stop! kita makan nasi aja pa. papa Angga yang beliin kan? nasi Padang enak tuh kayaknya" ucap Ririn memotong pembicaraan
"waahh..iya bener tu enak juga loh" ucap Rere menjilat bibirnya sendiri
"oh iya,,Ririn lupa sesuatu loh..jangan lupa bubur ayam untuk Rere ya pa..kasian dia nggak makan loh nanti kalau nggak beli bubur" ucap Ririn menahan tawanya
__ADS_1
"laahh kok Rere makan bubur sih kak..kan nggak enak lohh" ucap Rere merengek
"oh ya udah papa cari dulu ya" ucap Angga hendak berlalu meninggalkan ruangan
"biar Sofyan aja yang beli om" ucap Gus Sofyan menahan lengan Angga
"kamu yakin? nasi Padang antri banget loh" ucap Angga meyakinkan
"yakin kok om. ya sudah kalau begitu Sofyan berangkat dulu ya.. assalamualaikum" ucap Gus Sofyan meninggalkan ruangan
"waalaikumsalam" jawab semua orang serentak
setelah kepergian Gus Sofyan mereka pun berbincang-bincang santai dan tak lama kemudian datanglah seorang perawat dan dokter untuk memeriksa kondisi Rere
"permisi" ucap dokter tersebut membuka pintu dan kemudian masuk ke dalam ruangan bersama perawat yang mengikutinya di belakang
"bagaimana keadaannya nona? apakah sudah ada kemajuan?" ucap dokter tersebut mulai memeriksa
"Alhamdulillah sejauh ini saya sudah merasa lebih nyaman kok dok" ucapkan Rere dengan tersenyum manis
"karena ini masih dalam masa pemulihan,, jadi kami harap nona Rere bisa bekerjasama dengan tim kami,,dengan cara tidak makan makanan yang berminyak,, dan lebih banyak minum air putih ya nona.. jangan lupa juga diminum obatnya" sambung dokter Riko panjang lebar
"sebentar lagi suster akan menuliskan resep obat yang harus diminum. untuk pihak keluarga, silakan di tebus obat yang sudah diresepkan" ucap dokter Riko tersenyum
"Iya dokter terima kasih" ucap Ririn tersenyum manis
"Iya sama-sama. kalau begitu saya permisi dulu ya" ucap dokter Riko tersenyum kemudian keluar dari ruangan Rere
setelah mendapat resep obat yang diberikan suster,, Ririn pergi menuju apotek untuk menebus obat yang sudah diresepkan tersebut.
*******
__ADS_1
-di apotek
"permisi,, saya mau tebus obat ini" ucap Ririn memberikan selembar kertas yang bertuliskan resep obat kepada apoteker yang ada di seberang meja
"Iya Mbak ditunggu sebentar ya" ucap apoteker tersebut kemudian pergi untuk mencari obat yang sesuai
Ririn berjalan menuju kursi tunggu yang ada di apotek tersebut. saat Ririn duduk menunggu obat yang dipesannya tiba,,tanpa ia sadari bahwa ada sepasang mata yang sedang menyimaknya dari kejauhan.
"Ririn!" ucap Aisyah sedikit berlari menuju Ririn yang sedang duduk
mereka saling berpelukan mencurahkan rasa rindu yang telah mereka pendam selama beberapa tahun terakhir.
"ya Allah Mbak,, udah lama sekali nggak ketemu,,Ririn kangen deh kayak dulu lagi. mbak apa kabar?" ucap Ririn mengelus lengan Aisyah lembut
"Iya Rin Mbak juga kangen kok sama kalian..Alhamdulillah Mbak sehat-sehat aja. kalian bagaimana?" ucap Aisyah tersenyum kemudian mereka berdua duduk kembali di kursi tunggu
"ya begitulah Mbak mereka baik-baik aja kok. Lia sekarang sudah menjadi direktur di perusahaan papa Angga. sedangkan Vreya sudah memiliki beberapa cabang restoran di luar kota seperti impiannya. kalau mbak bagaimana?" ucap Ririn tersenyum manis kemudian beralih menatap Aisyah
"syukurlah kalau begitu. kalau mbak sekarang menjadi dokter kandungan. oh iya,,Ririn kapan kembali ke Indonesia? kok nggak ngabarin mbak sih?" ucap Aisyah memasang wajah kesal nya
"Ririn kembali ke Indonesia cuman beberapa hari yang lalu kok Mbak,,itupun Ririn kembali sudah disambut oleh kabar berduka atas meninggalnya Rere" ucap Ririn tersenyum simpul
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. maaf ya Rin, mbak nggak tau..semoga ayah Reno dan keluarga di beri kelapangan hati" ucap Aisyah menunduk merasa bersalah
saat Ririn hendak menjawab perkataan Aisyah, seorang apoteker yang sedang melayani Ririn pun memanggilnya. pertanda obatnya telah selesai di dapat
setelah memegang obat yang ada di tangannya, Ririn kembali menuju Aisyah untuk melanjutkan perbincangan mereka yang tertunda
"kelapangan hati apa Mbak? Rere masih bernafas kok" ucap Ririn tersenyum manis
"lah kan kamu yang ngomong tadi,, kalau kamu pulang ke Indonesia sudah disuguhi kabar duka tentang meninggalnya Rere" ucap Aisyah bingung
__ADS_1
"ya begitulah Mbak.. ceritanya panjang.. kalau mbak ingin tahu bagaimana kondisi Rere, sebaiknya Mbak sekarang ikut Ririn deh" ucap Ririn menarik tangan Aisyah
Aisyah dengan pasrah nya mengikuti langkah Ririn menuju ruangan Rere yang berada tak jauh dari apotek tersebut