Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 101


__ADS_3

Lima hari telah berlalu..hari ini adalah hari yang telah di tunggu tunggu. karena hari ini adalah hari dimana Aisyah dan Rehan menjadi satu


Aisyah memang tak menginginkan pernikahan yang mewah seperti Ririn. ia hanya ingin pernikahannya sah di mata hukum dan agama saja.


"kenapa Aisyah nggak mau pernikahan seperti Ririn nak?" ucap Angga


"nggak perlu pa. cukup sah di mata hukum dan agama saja, sudah buat Aisyah bahagia. kasihan uangnya juga hehe" ucap Aisyah tersenyum manis


"bukankah ayah sudah bilang, tak perlu memikirkan masalah biaya nak. ayah bisa menanggungnya" ucap Reno yang juga berada di sana


"apa yang di katakan Reno itu benar, Aisyah. kamu tak perlu memikirkan masalah uang..uang Reno itu nggak akan pernah luntur tujuh turunan, tujuh tingkatan..jadi kamu nggak perlu khawatir" ucap Deni


Aisyah tersenyum manis "ayah yang kerja, papa yang banting tulang, Daddy yang berjuang..lalu kenapa di buang semudah itu? pernikahan di dalam gedung ini bukanlah pernikahan yang sederhana yah..bagi Aisyah, pernikahan seperti ini sudah lebih dari cukup kok" ucapnya


"beruntung sekali kamu Aisyah, bisa bertemu dengan orang seperti mereka..banyak yang ingin berada di posisi kamu sekarang. jangan kecewakan mereka" batin Aisyah kepada dirinya sendiri


"wah wah wah..cantik sekali kamu, nak" ucap Syakira yang baru saja melihat Aisyah sudah selesai di make up


Aisyah terkekeh "hehe mommy juga cantik" ucapnya


"ada apa ramai ramai di sini? aku kira kalian kemana,, ternyata ada di ruangan ini dengan gadis cantik ya..oh hatiku cemburu sekali" ucap Vania yang di sambut dengan tawa renyah mereka semua


"ini loh ma.. Aisyah nggak mau acara pernikahannya dilakukan seperti Ririn kemarin.. Aisyah pikir itu akan sangat membuang uang" ucap Aisyah memulai


"tapi ayah, Daddy dan papa memaksa Aisyah untuk melakukan pernikahan mewah.. Aisyah kan nggak mau, maa" adunya kepada Vania


Vania tersenyum maklum dan memeluk Aisyah "sudah lah,,tak perlu di paksa lagi.. sudah sangat jelas bahwa Aisyah tak mau melakukannya..kasian loh dia nanti tertekan" ucapnya


"lagian ini kan acara pernikahan Aisyah,,kenapa pada kalian yang ribet sih..senyamannya Aisyah saja laahh..tak perlu di paksa paksa" ucap Syakira membela


"bener tuh apa yang di katakan mama dan mommy..jangan paksa Aisyah lagi ya hehe" ucap Aisyah terkekeh


tak lama setelah mereka mengobrol,,masuklah Ririn and the geng ke ruangan Aisyah


"ih Ririn kira kalian kemana loh..soalnya tadi nggak ada di bawah" ucap Ririn masuk tanpa salam


"salam duluu" ucap Aisyah


"hehe lupa mbak" ucap Ririn senyum kuda


"assalamualaikum" ucap mereka bertiga


"waalaikumsalam" ucap semua yang berada di dalam ruangan


"kenapa pada kumpul di sini? Gus Sofyan dan yang lain lagi nemenin tamu tuh di bawah..nggak mau gabung dengan mereka?" ucap Lia


"iya ini baru mau turun" ucap Reno


"ya sudah..kalau begitu kami turun dulu ya, Aisyah..bersiaplah, sebentar lagi akan segera di panggil" ucap Vania mengelus kepala Aisyah


"iya ma" ucap Aisyah tersenyum manis


mereka pun turun untuk menemui para tamu undangan yang berada di acara pernikahan Aisyah. Rehan dan Aisyah menikah di hotel Bali. karena Aisyah tak mau pernikahannya terlalu mewah,, jadi mereka hanya perlu acara ijab Kabul saja.


*******


acara ijab kabul telah dilaksanakan dengan lancar tanpa adanya kendala. namun tak lama setelah itu, ada hal tak terduga yang kejadian di tengah tengah para tamu undangan.

__ADS_1


"assalamualaikum Vreya" sapa Firman kepada Vreya yang berada di tengah tengah tamu undangan


"oh waalaikumsalam. kenapa?" ucap Vreya menatap Firman sekilas


"maukah kamu menyusul Aisyah dan Ririn?" ucap Firman


untuk otak yang agak lemot seperti Vreya,,dia tak mengerti apa yang di maksud oleh Firman "tak perlu bertele-tele. aku orangnya nggak peka. jadi kalau ada yang mau di sampaikan, sampaikan saja langsung ke intinya" ucapnya sedikit kesal


"maukah kamu menjadi istri dan sahabat hidupku?" ucap Firman to the poin


dengan santainya Vreya hanya menoleh dan berkata "ya udah ayok" ucapnya yang mampu menarik semua pandangan orang di tempat itu


"kamu menerima lamaranku, Vre?" ucap Firman tak percaya


"hm" ucap Vreya sedikit mengangguk


"Vre! kamu itu di lamar Firman!" ucap Lia heboh


"lalu?" ucap Vreya santai memegang gelas minumnya


"jawabannya bukan gurauan Vre.. sadarlah" ucap Lia lagi


"ih apaan sih sewot banget deh..aku kan tadi sudah bilang kalau aku terima lamaran dari Firman" ucap Vreya dengan sedikit kesal


"kakak nggak kaget gitu?" ucap Rere


"nggak lah biasa aja. aku sudah nunggu moment ini lama banget, soalnya aku sudah tau kalau dia ni naksir aku dari dulu" ucap Vreya menunjuk Firman dengan dagunya


semua orang yang berada di tempat acara hanya tertawa dengan jawaban jujur Vreya. tak lupa mereka memberi ucapan selamat atas pertunangan Vreya dan Firman.


orang tua dan sahabat Vreya hanya bisa geleng kepala maklum mendengar semua omongan yang terlontar dari mulut Vreya.


*******


saat ini Ririn dan Rere sedang berbincang dengan salah satu pengusaha, kawan ayahnya. tak lama kemudian, Ririn di sapa oleh seorang pria tampan yang mengenalnya


"Erina" ucap pria itu berjalan menuju Ririn dan Rere


"dokter Johan?" ucap Ririn dan Rere bersamaan


pria tampan tersebut adalah dokter Johan. ia datang ke Bali karena ada tugas ke Indonesia. tak sengaja kalian bertemu di hotel itu.


"How are you? (bagaimana kabarmu?)" ucap dokter Johan


"oh i'm fine. Thank you. and how about you, doctor? (oh saya baik baik saja. terima kasih. dan bagaimana dengan anda, dokter?)" ucap Ririn menjawab dengan bahasa Inggris


saat dokter Johan ingin menjawab pertanyaan Ririn, Rere menangkalnya terlebih dahulu


"sorry, doctor. can you just speak Indonesian? (maaf, dokter. bisakah anda berbicara bahasa Indonesia saja?)" ucap Rere yang hanya mendapat senyuman dari dokter Johan


"Kalian ngapain di sini? ada acara apa ini?" ucap dokter Johan


"oh kami di sini menghadiri pernikahan sahabat kami" ucap Ririn


"apakah itu sahabatmu?" ucap dokter Johan menunjuk Aisyah dan Rehan yang berada di tengah banyak orang


Ririn hanya mengangguk "bagaimana bisa anda berada di sini, dokter?" ucapnya

__ADS_1


"saya mendapat tugas untuk pergi ke Indonesia. dan di Bali sini ada beberapa masalah. jadi harus segera di atasi" ucap dokter Johan menjelaskan


Ririn mengangguk paham "silahkan di nikmati, dokter. saya akan pergi ke sana dulu" ucap Ririn kemudian pergi meninggalkan Rere dan dokter Johan


saat Ririn pergi, dokter Johan bertanya sesuatu kepada Rere "apa yang di sukai kakakmu?" ucapnya


"money, money, and money (uang, uang, dan uang)" ucap Rere santai memegang gelas yang berada di tangannya


"tidak adakah yang lainnya?" ucap dokter Johan


Rere menggeleng "saya pergi dulu ya dokter. sepertinya di sana ada kawan saya. permisi" ucap Rere meninggalkan dokter Johan sendiri


*******


"Erina,,bisakah kita berbicara empat mata?" ucap dokter Johan menghampiri Ririn yang sedang berbicara dengan Vreya dan Lia


Ririn menoleh seperti meminta jawaban kepada Lia dan Vreya. sedangkan Lia dan Vreya hanya mengangguk kecil, tanda mengiyakan


Ririn mengikuti dokter Johan menuju tempat tadi, saat mereka pertama kali ketemu di hotel itu


"ada apa dokter?" ucap Ririn


"mari menikah" ucap dokter Johan yang mampu membuat Ririn terkejut


"astaghfirullah..Ririn kaget" ucap Ririn dengan pandangan yang tiba tiba kosong


"Erina, mari kita menikah" ucap dokter Johan sekali lagi


"Ririn nggak bisa, dokter. maaf" ucap Ririn menolak


"tapi saya punya uang banyak, Erina..kamu suka uang kan" ucap dokter Johan memegang tangan Ririn


"eh maaf, dokter" ucap Ririn melepaskan tangannya dari genggaman dokter Johan


"saya bisa menghasilkan uang dengan keringat saya sendiri. jadi tak perlu dokter untuk menikahi saya" sambung Ririn menunduk


"ayo lah, Erina..menikahlah dengan saya" paksa dokter Johan memegang tangan Ririn lagi


"maaf, anda bukan muhrimnya" ucap Gus Sofyan yang tiba tiba datang dan melepaskan tangan Ririn dari genggaman dokter Johan


dokter Johan sempat kaget dengan kedatangan Gus Sofyan. namun ia tak menyerah untuk membujuk Ririn supaya mau menikah dengannya


"kamu mau menikah dengan saya kan, Erina?" tanya dokter Johan sekali lagi hendak menyentuh tangan Ririn


dengan cepat Gus Sofyan menepis tangan itu dari tangan Ririn


"maaf jika saya kasar, dokter. tapi saya tak suka melihat wanita saya di sentuh lelaki selain muhrimmya" ucap Gus Sofyan


"atas hak apa anda melarang saya saat ingin melamar gadis secantik Erina?" ucap dokter Johan sedikit kesal


Gus Sofyan tersenyum "dia gadis saya, dia wanita saya, dia ratu saya, dan dia istri saya" ucapnya merangkul pinggang Ririn


"perlukah saya menunjukkan surat nikah kami kepada anda, dokter Johan?" ucap Gus Sofyan


dokter Johan hanya diam terpaku dan merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan kepada istri orang.


melihat Gus Sofyan yang seperti sangat kesal,, Ririn pun mengajak Gus Sofyan untuk pergi ke kamar hotel supaya tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan

__ADS_1


"maaf dokter, saya permisi dulu. assalamualaikum" ucap Ririn kemudian pergi bersama dengan Gus Sofyan


__ADS_2