
malam telah tiba. kini Ririn telah sampai di depan rumah utama, di mana Reno, adik dan abangnya tinggal. namun saat hendak masuk ke dalam rumah, ponsel Gus Sofyan berdering. dan nama sang penelfon tak terdaftar. hanya ada nomor saja
"siapa bi?" tanya Ririn
"nggak tau ni. Abi angkat dulu ya" ucap Gus Sofyan yang diangguki oleh Ririn
"hallo assalamualaikum" ucap Gus Sofyan memulai
"...."
"oh iya iya..maaf ya saya tak tau" ucap Gus Sofyan
"...."
"kita akan membahasnya besok pagi saja ya. besok bapak boleh datang ke kantor saya. saya akan menunggu di sana" ucap Gus Sofyan
"...."
"iya sama sama waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan kemudian menutup sambungan telfonnya
"siapa bi?" tanya Gus Sofyan
"bapak botak" ucap Gus Sofyan menahan tawanya
Ririn menahan tawa dan akhirnya terkekeh pelan
"ya udah ayo masuk" ucap Gus Sofyan yang diangguki Ririn
"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan dan Ririn bersamaan
"waalaikumsalam..ini yang di tunggu telah datang" ucap Angga
"wah..berharga sekali Ririn ini ya..sampai di tunggu gitu loh" ucap Ririn terkekeh
"sudah sembuh?" ucap Vino menatap Ririn
Ririn memutar bola matanya malas "buktinya Ririn dah bisa jalan kan" ucapnya
semua orang terkekeh pelan melihat tingkah keduanya
"jadi maksud ayah mengumpulkan kalian di sini, karena ingin membahas pernikahan Rere yang tertunda" ucap Reno membuka
__ADS_1
semua orang mengangguk paham "kapan?" tanya Aisyah
"dua bulan lagi nak" ucap Reno
"pesta besar kan yah" ucap Lia
"iya dong pastinya" ucap Reno
"jadi kumpul jauh jauh ke sini cuman karena mau ngomongin hal ini? di telfon kan juga bisa yah" ucap Ririn
"nggak afdol dong kak..kalau pernikahan Rere di omongin di telfon..gimana sih" kesal Rere
"ya udah iya..ini kan kakak dah datang" ucap Ririn kesal
"persetan dari pernikahan Rere, sebulan selanjutnya ada pernikahan Lia dan Muslim" ucap Vania
semua orang terkejut dan segera menatap ke arah Vania dengan mata yang tak percaya
"beneran ma?" tanya Vreya
"iya dong. ya kali kalian udah nikah dan aku masih perawan ting ting" ucap Lia sombong
Vreya memutar bola matanya jengah "kapan di lamarnya?" ucap Vreya
"yeee..masih tunangan aja belagu" pekik Vreya
"tau tuh. nggak liat nih kita yang udah nikah?" sambung Ririn
"udah hamil pula haha" tawa Aisyah dan Ririn
"ya lebih baik aku dong Vre..belum nikah udah bahagia. lah kamu udah nikah tapi belum belah duren" ucap Lia yang mampu membuat semua orang menatap ke arah Vreya tak percaya
Vreya menunduk malu. namun sedetik kemudian ia menatap semua orang yang menatapnya.
"enak aja kalau ngomong! siapa yang bilang belum belah duren? dah tau rasanya aku loh..tinggal kamu dan Rere aja yang belum hahahahahahha" tawa Vreya pecah
semua orang tua dan suami mereka hanya bisa geleng geleng kan kepalanya melihat tingkah laku mereka yang masih layaknya anak kecil.
"kok tiba tiba Aisyah pengen jus mangga ya" ucap Aisyah di sela sela obrolan santai mereka
"jus mangga? emang sekarang masih ada? kan nggak enak nanti Syah" ucap Rehan
__ADS_1
"tapi Aisyah pengen loh" ucap Aisyah bersikeras
Rehan menarik nafasnya panjang "ya udah aku Carikan dulu ya" ucap Rehan beranjak pergi
mereka semua melihat punggung rehan yang mulai menghilang
"Ririn juga pengen sesuatu" ucap Ririn
"pengen apa sayang?" tanya Gus Sofyan lembut
"pengen jeruk Bali" ucap Ririn seperti anak kecil
"jadi harus ke Bali dulu nih?" tanya Gus Sofyan
"ya cari di indoapril kan bisa Yan" ucap Vino
"Indomaret bang" ucap Rere membenarkan
"dah bosen Re. kasian aprilnya nggak kebagian" jawab Vino santai
"ya udah Abang aja yang cari. lagian debay nya pengen uncle yang cariin" ucap Ririn
"duh gawat nih. mana dalam mode mager juga" ucap Vino dalam hati
Gus Sofyan yang mengerti hanya tersenyum kecil "biar Abi aja yang beliin ya sayang" ucap Gus Sofyan
"nggak mau bi..maunya Abang Vino!" ucap Ririn tak terbantahkan
akhirnya Vino berdiri daru duduknya dan membeli jeruk Bali yang di inginkan Ririn.
dia sudah berkeliling banyaknya indoapril dan mall di Surabaya. namun tak ada yg menjual jeruk Bali. ia bertekad bahwa indoapril yang akan dia kunjungi ini adalah indoapril terakhir, jadi jika tetap tak ada, dia akan kembali pulang dengan tangan kosong karena hari sudah semakin larut.
"Alhamdulillah..setelah sekian lama aku berkeliling, akhirnya dapat juga ni jeruk" ucap Vino kemudian bergegas pulang
"demi kalian uncle begini nak..sehat sehat ya di dalam perut adik uncle" ucap Vino
setelah sampai di rumah, ia segera mencari adiknya "assalamualaikum" ucap Vino masuk ke dalam rumah
"ah sudah pulang bang" ucap Reno menyambut
"iya yah. di mana Ririn?" tanya Vino
__ADS_1
"sudah tidur tuh di kamarnya" ucap Reno santai
"HAH?!!"