Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 20


__ADS_3

"Istighfar nak.. istighfar" ucap ummah memenangkan mereka yg menangis tersedu sedu


"assalamualaikum..mari bah kita berangkat sekarang mobilnya sudah siap" ucap Gus Sofyan tergesa gesa..


saat mereka baru keluar dari rumah kyai Hamdan,,umi Hamidah bertemu dengan Aisyah..


"eh Syah" panggil umi Hamidah


"iya ada apa umi?" tanya Aisyah dengan pandangan menunduk


"kamu ikut umi dan yang lainnya ya..umi takutnya Ririn dan teman temannya membutuhkanmu" ucap umi Hamidah


"oh memangnya ada apa ya umi?" tanya Aisyah


"sudah sudah nanti kamu tau sendiri..sekarang kamu ikut saja dulu" ucap umi Hamidah


"iya baiklah umi" Aisyah tak bisa berkata apa apa lagi


Mereka semua berangkat menuju rumah sakit dimana orang tua mereka dirawat. dan saat sampai di pintu rumah sakit, Ririn tak kuasa Manahan sakit yg dialaminya dan..


BRRUUUKK!!


Ririn terjatuh pingsan tepat saat berada di depan posisi Gus Sofyan sehingga Gus Sofyan bisa menangkap tubuh Ririn supaya tidak terjatuh ke tanah


"astaghfirullah.. Erina" ucap Gus Sofyan agak berteriak sehingga membuat semua pandangan terarah ke sumber suara


"astaghfirullah ada apa ini,, Sofyan lebih baik kamu segera bawa Ririn ke ruang UGD..biar Abah ummah dan yang lainnya mencari keberadaan orang tua mereka" ucap kyai Hamdan

__ADS_1


"saya ikut ya Gus" ucap Irfan yang langsung di angguki oleh Gus Sofyan


"yasudah..Abah percaya kamu nak" ucap kyai Hamdan menepuk pundak Gus Sofyan


"baik Abah.. Sofyan pergi dulu assalamualaikum" ucap Gus Sofyan dengan menggendong tubuh Ririn dan pergi dengan irfan


*


*


*******


"ada yang bisa saya bantu pak buk?" ucap salah satu resepsionis


"hm saya mau tanya ruangan bapak Reno korban kecelakaan tadi pagi" ucap kyai Hamdan


"oh korban yang kecelakaan tadi pagi ada di ruang VIP.. kamar II atas nama tuan Reno,,kamar IV atas nama tuan Vino,,kamar V atas nama nyonya Vania,,kamar VII atas nama tuan Deni...sedangkan ruang VIP lantai dua,,kamar I atas nama nyonya Reina,,kamar III atas nama nyonya Syakira,,kamar IV atas nama tuan Angga..dan untuk nyonya Zefita masih ada di ruang ICU karena korban memiliki luka dalam yang sangat parah" ucap resepsionis itu dengan panjang lebar..


*


*


*******


"kamu harus sadar Erina.. kamu nggak boleh lemah seperti ini..saya yakin kamu pasti bisa menghadapi semua ini..saya tau kamu orang yang hebat..bangun Erina bangun" batin Gus Sofyan dengan tetap berjalan menuju ruang UGD


"dok tolong teman saya dok..selamatkan dia dok tolong" ucap Irfan kepada seorang dokter yang bertugas di ruang UGD

__ADS_1


"iya mas..silahkan tunggu di luar" ucap dokter itu


Irfan dan Gus Sofyan duduk di kursi yang ada di ruang tunggu rumah sakit..mereka melamun ntah apa yang ada di pikiran mereka..


"Gus saya izin mau ke musholla dulu..sementara itu Gus Sofyan menunggu dokter keluar saja..saya mau sholat" ucap Irfan kemudian berlalu meninggalkan Gus Sofyan yang tak berkutik


"ya Allah hamba mohon selamatkan keluarga Erina dan teman temannya..tolong angkat semua penderitaan Erina ya allah..saya nggak boleh seperti ini..saya harus telfon mbak izah dan minta mbak izah harus ke sini supaya tidak tertimbul fitnah" ucap Gus Sofyan dan segera merogoh saku celananya untuk mengambil handphone dan mendial nama kontak mbak izah


"halo assalamualaikum ada apa yan? awal ning izah


"waalaikumsalam mbak..mbak bisa ke rumah sakit sekarang nggk?" ucap Gus Sofyan


"hah?ada apa yan..ummah dan Abah baik baik aja kan?" tanya ning izah


"iya mbak..ummah Abah nggk papa kok..ada keluarga santriwati yang kecelakaan saat hendak ke pesantren tadi pagi..dan kami semua ada di sini mbak..lebih baik mbak dan mas segera kesini deh soalnya ada salah satu santri yg pingsan saat mengetahui keluarganya kecelakaan..dan perintah Abah Sofyan yang harus jagain dia mbak..Sofyan takut terjadi fitnah mbak..mbak kesini ya" ucap Gus Sofyan


"ah baiklah..mbak dan mas akan segera kesana assalamualaikum" ucap Ning izah


"iya mbak yan tunggu waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan kemudian menutup telfonnya


*


*


*******


"firman,dampingi vreya ke kamar orang tuanya.. Aisyah dan rehan,dampingi Lia ke kamar orang tuanya.. saya dan umi Hamidah akan ke kamar dimana keluarga pak Reno dirawat" ucap kyai Hamdan

__ADS_1


"iya baik kyai" ucap Aisyah,firman dan rehan bersamaan


"kalau begitu kami pergi dulu kyai.. assalamualaikum" ucap Aisyah kemudian mereka pergi dengan tugasnya masing masing


__ADS_2