Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 65


__ADS_3

Setelah puas berbelanja hingga petang,,mereka bertiga pulang kembali ke pesantren untuk sholat dan beristirahat


"kenapa kakak tadi maunya kita pulang lama? takut di marahin Abah yaaaa" ucap Afiz


"emangnya salah kalau kakak mau jalan jalan sama calon jodoh kakak?" ucap Gus Sofyan


"ihh dasar ustadz bucin!" ucap Afiz kemudian pergi meninggalkan Gus Sofyan dan Ririn yang masih di dekat mobil


Ririn dan Gus Sofyan terkekeh mendengar ocehan Afiz. karena adanya Afiz di mobil tadi membuat suasana menjadi cair


"Ririn masuk dulu ya ustadz" ucap Ririn tersenyum


"iya" singkat Gus Sofyan


"assalamualaikum" ucap Ririn kemudian berlalu meninggalkan Gus Sofyan sendirian


"waalaikumsalam. hati hati dan selamat malam" ucap Gus Sofyan sedikit berteriak


Ririn hanya menoleh dan tersenyum kemudian ia melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kamar asrama.


Gus Sofyan berjalan menuju rumahnya dan melihat ada Muslim di teras rumahnya. "assalamualaikum" ucap Gus Sofyan menyapa Muslim


"waalaikumsalam..hmm baru datang kau rupanya..lama kali aku nungguuuu" ucap Muslim jengkel


"ah bentar doang kok. tadi habis nraktir Afiz sekalian belanja" ucap Gus Sofyan duduk di samping Muslim


"sama si Afiz atau sama santriwati nih?" ucap Muslim menggoda


"apaan sih" ucap Gus Sofyan


"kenapa nggak ngabarin saya?" ucap Muslim


"apa?" ucap Gus Sofyan tak mengerti


"tentang Erina Angel Putri Fahriza" ucap Muslim dengan menekan nama Ririn


"hahaha dasar kamu..saya hanya mau buat surprise gitu..biar kamu kaget eh malah udah tau duluan kan nggak jadi surprise" ucap Gus Sofyan tertawa


"iya tadi umi Hamidah yang memberi tahu saya. sebenarnya kalau bukan karena ustadz Haris ya saya tidak mungkin tau tentang hal ini" ucap Muslim meminum airnya

__ADS_1


"emang ada apa sama mas Haris?" ucap Gus Sofyan


"ustadz Haris tadi tanya apakah saya tau Ririn dan kamu. ya saya bilang tidak lah karena memang saya tak tau" ucap Muslim


"kemudian datanglah umi Hamidah dengan membawa air putih dan menjelaskan semuanya kepada saya" sambungnya


"oohh" ucap Gus Sofyan kemudian berdiri


"mau kemana?" ucap Muslim


"ke dalam sebentar. mau tetap di sini?" ucap Gus Sofyan


"iya deh saya tunggu kamu di sini. cuacanya lagi bagus nih liatin bintang" ucap Muslim


"ya udah" ucap Gus Sofyan kemudian masuk ke dalam rumahnya


"ummah..abaaahh" panggil Gus Sofyan sembari masuk ke rumah lebih dalam mencari ummah dan Abahnya


"eh ini Abah. ummah mana bah?" ucap Gus Sofyan


"ada di dapur sepertinya" ucap kyai Hamdan sembari membaca koran di halaman belakang


"apa?" ucap kyai Hamdan


"yang di katakan mbak Izah tentang saudara kembar Ririn itu bener? bagaimana bisa?" ucap Gus Sofyan


"ya Abah juga tidak tau..itu semua kan kehendak Allah ya hanya Allah yang tau" ucap kyai Hamdan melanjutkan kegiatan membacanya


"hmm gitu ya. ya sudah kalau begitu Sofyan ke depan dulu ya mau nemenin Muslim" ucap Gus Sofyan berdiri hendak berlalu


"ah iya ajaklah dia ngobrol. sudah dari tadi dia di teras rumah tak mau masuk karena nunggu kamu" ucap kyai Hamdan


"iya. emm Abah,, Sofyan mau tanya lagi" ucap Gus Sofyan


"hmm" ucap kyai Hamdan


"apa Sofyan masih mau di jodohkan dengan pilihan Abah itu?" ucap Gus Sofyan dengan menyenderkan tubuhnya di salah satu pilar


"kan kamu sudah setuju dengan Ririn. katanya kamu mau tungguin dia sampai lulus sarjana..gimana sih" ucap kyai Hamdan

__ADS_1


"iya bah bener. tapi maksud Sofyan,,apa anak kawan Abah itu nggak kecewa karena Abah membatalkan perjodohannya dengan Sofyan?" ucap Gus Sofyan


"ya insyaallah nggak. tapi kalau pun dia kecewa,,memangnya kamu mau nikahin dia juga?" ucap kyai Hamdan


Gus Sofyan langsung berlalu karena tak ingin menjawab pertanyaan Abahnya itu "assalamualaikum bah" ucapnya sembari jalan cepat


*


*


*******


di pertengahan jalan,,Ririn di cegat oleh tiga gadis yang selalu mengganggu hidupnya selama di pesantren


"hallo Rin..lama tak jumpa jadi rindu deh pengen maki maki" ucap Adel


"maaf,,anda kenal saya?" ucap Ririn dengan ekspresi wajah meremehkan


"owowo ternyata perkembanganmu cukup pesat ya. dulu yang nggak berani melawan dan sekarang sudah lebih menyebalkan..jadi tambah gumush deh hehe" ucap Adel hendak menyubit lengan Ririn


"Don't touch me!" ucap Ririn menepis tangan Adel


"owh sangat sombong ya sekarang" ucap Adel terkekeh


"ya dia memang sangat sombong saat kamu nggak ada di sini Del" ucap Mita


"bagus bagus..itu yang aku suka haha" ucap Adel tertawa


"kemana aja selama ini? takut ya musuhan sama ane? hah dasar jelly!" ucap Ririn kepada Adelia


"apa maksudnya jelly?" ucap Adel


"haduuuhhh ane aja perkembangannya pesat..situ kapan berkembang sih otaknya gitu gitu muluu" ucap Ririn sengaja membuat mereka jengkel


"maksudnya jelly itu,,lentuurr hahahaha" ucap Ririn tertawa puas kemudian pergi melanjutkan jalan menuju kamarnya


"iisshsh dasaaarr sialan!" ucap Adel dengan menghentakkan kakinya


"sudah lah sudah..bisa kita balas besok kan" ucap Fitria

__ADS_1


"iya bener. ayo kita kembali ke asrama" ajak Mita kemudian mereka berjalan menuju asramanya


__ADS_2