
Aisyah, Lia dan Vreya memasuki kelas dengan waktu yang tepat. karena lima menit lagi bel masuk akan berbunyi
kring
kring
kring
"hufh untung kita nggak telat ya kan..kalau telat bisa di omelin Gus Sofyan nih" ucap Aisyah
"kalau yang ngomelin cogan sih nggak papa mbak. rela aku tuh" ucap Vreya
"heh inget,,dia sebentar lagi jadi suami sahabat sendiri' ucap Lia
"hehe maaf khilaf..namanya juga manusia pasti ada salah khilaf nya lah..lagian toh Ririn nggak ada di sini juga" ucap Vreya
setelah mendengar Vreya mengucapkan nama Ririn,,mereka saling pandang dan mengingat bahwa kawannya yang satu itu masih belum bangun dari tidurnya
"Ririn!" ucap Aisyah Lia dan Vreya bersamaan
"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan memasuki kelas
"waalaikumsalam" ucap semua santri dan santriwati yang ada di kelas itu
"aduuhh Gus Sofyan udah Dateng juga..gimana caranya jemput Ririn ya" ucap Aisyah dalam hati
Gus Sofyan yang mendengar batinan Aisyah pun sontak mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas dan benar saja di dalam kelas itu tak ada ada Ririn
"berdoa dulu aja ya. rehan pimpin doanya" ucap Gus Sofyan
"iya Gus" ucap Rehan menaati perintah
Rehan melihat seluruh temannya di dalam kelas yang sudah menundukkan kepalanya "berdoa mulai" ucapnya
tak lama kemudian "berdoa selesai" ucap Rehan dan seluruh santri dan santriwati mengangkat kepalanya melihat papan tulis di depan
"baiklah sebelum memulai pelajaran,,alangkah baiknya kalau kita absen dulu" ucap Gus Sofyan
"hah..absen?" ucap semua santri dan santriwati serempak
"iya absen..memang kenapa?" ucap Gus Sofyan
"nggak Gus nggak papa..silahkan di absen" ucap salah satu santriwati di dalam kelas tersebut
__ADS_1
"emang kenapa kalau Gus Sofyan absen?" ucap Vreya melihat ke arah Aisyah
"Gus Sofyan itu termasuk guru yang jarang banget hampir tak pernah mengabsen muridnya di dalam kelas" ucap Aisyah
"jadi sangat heran jika Gus tiba tiba ingin mengabsen santri dan santriwati di kelas ini" sambung Aisyah
"oh begituuu" ucap Lia dan Vreya sambil mengangguk kecil
"kemana Erina?" ucap Gus Sofyan ketika mengabsen salah satu santriwati yang tak hadir di dalam kelas
belum sempat Lia dan Vreya menjawab, masuklah gadis cantik yang di cari oleh guru kelas tersebut
"assalamualaikum ustadz. maaf saya telat" ucap Ririn
"sini kamu' ucap Gus Sofyan garang
"aduhh mampus nih" ucap Ririn dalam hati
"yang lainnya buka tugas halaman 137 hingga 143. rangkum bacaan tersebut hingga menjadi 2 lembar" ucap Gus Sofyan tak terbantahkan
"untuk kamu yang telat hari ini. ikut saya ke ruang kantor" ucap Gus Sofyan berjalan mendahului Ririn
"hufhh masalah lagi ya Allah..kapan sih Ririn nggak dapat masalah" ucap Ririn dalam hati
"nggak salah kok. Gus Sofyan memang seperti itu" ucap Aisyah mulai membaca bukunya
"ah dasar kejam" ucap Vreya
"sudah lah mending kalian baca aja bukunya biar cepet selesai tugasnya" ucao Aisyah kemudian mereka mulai membaca bukunya masing masing
*******
"dari mana kamu?" ucap Gus Sofyan
"ustadz mau saya jawab jujur atau bohong?" ucap Ririn
"jawab saya. dari mana kamu? kenapa bisa telat?" ucap Gus Sofyan
"iya saya tanya.. ustadz mau saya jawab bohong atau jujur nih?" ucap Ririn
"Erina" ucap Gus Sofyan
"cantik" ucap Ririn terkekeh
__ADS_1
Gus Sofyan menahan tawanya "tidak ada yg lucu. jawab saya" ucap Gus Sofyan
"ihh ya udah iya iya..Ririn jawab nih" ucap Ririn terhenti
"ya udah jawab" ucap Gus Sofyan
"ya udah sih sabar dulu" ucap Ririn terkekeh kecil
"jadi jawaban Ririn kalau yg bohong tuh,, Ririn tadi dari musholla terus nyapu nyapu musholla gitu biar bersih dan Ririn dapat pahala juga" ucap Ririn tersenyum menahan tawa
"ah lucu sekali" ucap Gus Sofyan dalam hati sambil menahan tawanya
"saya maunya jawaban kamu yang jujur Erina" ucap Gus Sofyan
"oh kalau yang jujur,,Ririn tadi telat bangun ustadz..kan Ririn tadi pagi bangun jam lima tuh ya..karena menurut Ririn masih terlalu pagi untuk bersiap ke sekolah,,jadi Ririn tidur lagi eh malah kebablasan ustadz hehe" ucap Ririn terkekeh
"jadi kamu mau hukuman yang seperti apa Erina?" ucap Gus Sofyan
"hukuman? lah kan Ririn sudah jujur ustadz..kok masih di hukum sih" ucap Ririn
"ini hukuman karena kamu telat masuk kelasnya" ucap Gus Sofyan
"ah maafin Ririn lah ustadz" ucap Ririn
"iya saya maafin kalau kamu sudah menjalani hukuman" ucap Gus Sofyan
"gini deh..kalau ustadz mau maafin Ririn,,Ririn juga akan maafin ustadz tentang kejadian tadi malem..gimana?" ucap Ririn penuh harap
"di sini hanya ada guru dan murid. peraturan masih tetap berlaku untuk kamu sebagai murid. dan nggak ada sangkut pautnya dengan masalah tadi malam. paham?" ucap Gus Sofyan
"yiyiyiyiy.. awas aja nanti mohon mohon minta maafin. ga bakalan Ririn maafin. liat aja!" ucap Ririn dalam hati
Ririn melirik jam tangannya "ya udah Ririn minta hukuman untuk berdiri di bawah tiang bendera deh" ucap Ririn
"kamu yakin?" ucap Gus Sofyan
"mau gimana lagi..hafalan Ririn masih banyak dan Ririn nggak mau nambah lagi..jadi Ririn pilih yang lebih gampang aja" ucap Ririn
"ya udah sana" ucap Gus Sofyan
"lagian sebentar lagi Jam istirahat..jadi Ririn berdiri cuman 25 menit doang..maafin Ririn ustadz hihi" ucap Ririn dalam hati sambil berjalan menuju lapangan
"dasar gadis nakal" ucap Gus Sofyan dengan terkekeh di ujung kalimatnya
__ADS_1