
Ririn sampai di kamar asramanya. ia membaringkan tubuhnya di kasur dan merentangkan kedua tangannya
"kenapa harus ada pertanyaan seperti itu sih" ucap Ririn berlinang air mata
"bukannya menentang kehendak Allah,,tapi aku nggak suka berada di posisi ini. aku nggak ingin saat aku menyukai seseorang dan orang itu telah di tuliskan dengan orang lain" ucap Ririn terbangun dari tidurnya dan duduk bersandar sambil menangis
"assalamualaikum" ucap Aisyah Lia dan Vreya
dengan kasar dan cepat Ririn menghapus air matanya supaya tak terlihat oleh ketiga sahabatnya itu.
"waalaikumsalam" jawab Ririn tersenyum simpul
"kamu kenapa Rin?" tanya Aisyah
"nggak papa kok mbak" ucap Ririn
"eh kamu kenapa Rut? kok matanya sembab gitu? kamu abis di pukulin satpam di depan ya?' ucap Vreya
"ih nggak apaan sih kamu ada ada aja" ucap Ririn
"ya terus kamu kenapa Erina Angel Putri Fahrizaaa" ucap Lia
"kalian ember nggak sih?' tanya Ririn
"manusia" ucap Vreya singkat
"ah bukan itu maksudnyaaa" ucap Ririn geram
"hm nggak kok kita nggk ember..emang kenapa?" tanya Lia
__ADS_1
"Gus Sofyan mau di jodohkan huhuu" ucap Ririn dengan menangis
"hah? di jodohkan?" ucap Lia dan Vreya bersamaan
"ih apaan sih kalian nggak usah teriak teriak lah" ucap Aisyah menutup telinganya
"wait wait wait!! lalu kenapa kamu nangis?" tanya Lia
"eh iya ya kenapa aku nangis? nggak tau lah aku nangis karena apa. dah lah aku mau tidur dulu lah pay kalian" ucap Ririn dan kemudian membaringkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan selimut
"dih dia apaan apaan cobak.. tambah hari tambah nggak jelas aja kelakuannya" ucap Vreya
*******
Gus Sofyan dan Afiz telah sampai di toko pakaian dan mulai memilih baju yang di inginkan oleh Afiz
"kalau yang ini gimana kak?" tanya Afiz menunjukkan salah satu baju di tangan kirinya
"hmm kalau ini?" tanya Afiz dengan menunjukkan baju yang lain
"terserah kamu yang penting kamu suka ambil saja sebagai janji' ucap Gus Sofyan
"oghey" ucap Afiz dengan mengaitkan jari telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf O
"kakak tunggu situ ya" ucap Gus Sofyan menunjuk salah satu sofa di ruang tunggu
"saya senang mendengar jawaban kamu tadi. setidaknya saya sudah tau isi hati kamu yang sebenarnya. saya tak harus bersusah payah untuk mencari wanita itu lagi. karena kamu sudah ada untuk saya" ucap Gus Sofyan dalam hatinya
*
__ADS_1
*
*******
-di rumah Reno
"ayaahhh" panggil Rere dengan melangkahkan kakinya menuju kamar sang ayah
"ayah kemana?" tanya Rere sembari mencari ayahnya
"ayah..ayah..ayah..ayah" ucap Rere dengan tetap mencari hingga lantai bawah rumah tersebut
"maaf non Rere,,tuan besar pergi ke makan nyonya tadi" ucap bi Mar yang melihat anak majikannya itu kebingungan
"oh oke..Abang mana Bi?" tanya Rere
"tuan Vino pergi ke rumah sakit katanya ada jadwal operasi mendadak yang mengharuskan tuan Vino untuk datang" ucap bi Mar menjelaskan
"hmm oke oke" ucap Rere kemudian masuk ke dalam kamarnya lagi
"hufh kangen kakak dan bundaa" ucap Rere dengan melempar tubuhnya di atas kasur
"biasanya saat seperti ini selalu ada bunda yang nemenin kekesepiannya Rere. tapi sekarang sudah berbeda dan tak akan pernah seperti dulu lagi. Rere kangen bundaa" ucap Rere tak sengaja meneteskan air matanya
"kakak juga biasanya selalu masakin mie instan saat di rumah nggak ada orang. tapi sekarang semua berbeda dan Rere bisa memahami semua yang terjadi tak akan sama seiring berjalannya waktu. yang jelas Rere rindu masa masa itu" ucap Rere menghapus air matanya
"di rumah seperti ini hanya ada Rere dan beberapa ART. apa gunanya kalau nggak ada kasih sayang bunda? sungguh Rere rindu banget sama bunda. ingin rasanya Rere meluk bunda untuk yang terakhir kalinya. tapi sudah tak bisa" ucap Rere sendu
"ngapain ya enaknya biar nggak sedih sedih dan keinget bunda terus?" ucap Rere dengan meletakkan jari telunjuk di dagunya
__ADS_1
"pesen grab food aahh..dah lama juga nggak makan makanan luar huhu' ucap Rere
setelah pesan dan makan makanannya hingga habis,gadis cantik itu tertidur pulas di atas kasurnya dengan piring yang berserakan di bawah kasurnya itu.