Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 106


__ADS_3

Hari mulai petang, matahari sudah tak menampakkan dirinya lagi.


"sayang, Abah dan ummah mau kita sholat Maghrib berjamaah" ucap Gus Sofyan memasuki kamar


"berjamaah dengan santri dan santriwati?" ucap Ririn mengenakan hijabnya di depan kaca


"iya,,gimana? mau nggak?" ucap Gus Sofyan duduk di ranjang sembari menatap istrinya


"kalau itu kemauan Abah dan ummah sih, Ririn mau mau aja..ayo keluar sekarang" ucap Ririn menoleh melihat suaminya yang masih duduk di ranjang


Ririn heran karena melihat suaminya yang hanya duduk dan menatapnya terus menerus tanpa mengatakan sepatah katapun


"ustadz kenapa?" ucap Ririn duduk di samping Gus Sofyan


Gus Sofyan tetap tak menjawab, ia hanya menatap Ririn terus menerus sehingga Ririn salting dibuatnya


"ih ustadz,,Ririn malu tau di liatin kayak gitu" ucap Ririn menundukkan kepalanya


Gus Sofyan terkekeh "kamu cantik" ucapnya


Ririn menatap wajah Gus Sofyan kemudian tertawa "hahaha iya lah kan Ririn cantiknya sudah masuk sejarah haha" ucapnya


"sepertinya salah memuji" ucap Gus Sofyan berdiri dan mengelus kepala Ririn


"ayo" sambungnya kemudian mereka berjalan bersama menuju musholla pesantren


saat mereka berjalan menuju musholla pesantren,,tak sedikit santriwati yang menatap kagum ketampanan Gus Sofyan. hal itu mampu membuat Ririn kesal


"ih apaan sih lihat lihat suami orang" ucap Ririn dalam hati sembari melihat satu persatu santriwati yang menatap kagum suaminya itu


"assalamualaikum Gus,,baru datang ya" ucap salah satu santriwati dengan senyum ramahnya


"iya" ucap Gus Sofyan tersenyum tipis


"sering sering berkunjung ya Gus,,jangan lupa main ke kelas saya" ucap santriwati yang lain


"iya insyaallah" ucap Gus Sofyan tersenyum


"ih ustadz apaan sih senyum senyum gitu. merasa bangga di sapa santriwati cantik" ucap Ririn dalam hati dengan memonyongkan bibirnya kesal


"Gus Sofyan tampak awet muda sekali ya, walaupun sudah beristri" ucap santriwati pertama


"cih,,iya lah awet muda..kan hidupnya bareng Ririn..awet muda juga gegara istrinya woy..sadar! dah punya istri" ucap Ririn memutar bola matanya jengah


"hahahaha iya iya terima kasih..saya duluan ya, sudah di tunggu Abah soalnya. kalian juga segera ke musholla loh, jangan terlambat" ucap Gus memperingati


"iya ustadz" ucap mereka kompak


"assalamualaikum" ucap Gus Sofyan mulai berjalan meninggalkan santriwati yang menyapanya


"waalaikumsalam" ucap santriwati itu serempak


Gus Sofyan tersenyum gemas. ia mengerti kekesalan istrinya. Gus Sofyan merangkul pundak Ririn

__ADS_1


"ih apaan sih pegang pegang. Ririn punya wudhu tau" kesal Ririn melepas tangan Gus Sofyan yang berada di pundaknya


"saya kan pegang ada lapisan kain juga..nggak akan batal dong wudhunya" ucap Gus Sofyan merangkul Ririn kembali


"udah sih, nggak perlu sentuh Ririn. senyum senyum aja sana sama mereka" ucap Ririn melepas rangkulan Gus Sofyan


"hahaha saya nggak bermaksud gitu loh" ucap Gus Sofyan


"iya paham" ucap Ririn singkat


"mau makan di luar nggak malam ini?" ucap Gus Sofyan membujuk Ririn


"nggak" ucap Ririn cepat


"ya udah" ucap Gus Sofyan mengalah


"ih tu kan..istri ngambek harusnya di bujuk biar nggak badmood lagi. lah ini malah pasrah banget gitu hidupnya" ucap Ririn dalam hati semakin kesal


"hahaha katanya tadi nggak mau" ucap Gus Sofyan


"emang nggak mau" ucap Ririn ketus


"ya udah..nanti kita bicarakan lagi ya, sayang. sekarang sholat dulu" ucap Gus Sofyan.


mereka lanjut berjalan hingga sampai di musholla pesantren. dan saat hendak sholat berjamaah, Ririn sudah melupakan kejadian tadi yang membuat hatinya kesal. ia tak ingin di dalam sholatnya ada kekesalan yang disimpannya


*******


-di rumah Reno


"maaf dok, baru saja terjadi kecelakaan beruntun di daerah malang batu..pihak rumah sakit membutuhkan bantuan" ucap petugas rumah sakit


"saya akan segera kesana. sampai dalam waktu dua jam" ucap vino terburu buru mengambil kunci mobil dan segera bergegas pergi meninggalkan rumah


"ayah, abang ada panggilan darurat. pergi dulu, assalamualaikum" ucap vino berteriak sambil berlari menuju pintu utama


"iya nak. hati hati waalaikumsalam" ucap Reno ikut berteriak


tak lama setelah vino pergi, mereka yang berada di rumah segera melaksanakan sholat berjamaah. saat sholat berlangsung, handphone dokter Johan terus menerus berdering, pertanda ada telfon masuk.


saat sedang mengendara, Vino juga menelfon dokter Riko untuk meminta bantuan "hallo dok" ucapnya memulai


"iya dokter vino. ada yang bisa saya bantu?" ucap dokter Riko


"seperti yang saya lihat sekarang, anda berada di suatu tempat dekat kota malang, bukan?" ucap vino dengan terus fokus menyetir


"iyap benar. ada apa ya dok?" ucap dokter Riko


"di daerah malang batu sedang terjadi kecelakaan beruntun. banyak korban tumbang dan rumah sakit malang sangat membutuhkan bantuan. bisakah anda segera membantu kami?" ucap Vino


"saya akan segera kesana" ucap dokter Riko kemudian mematikan telfonnya sepihak


setelah sholat dan berdoa, dokter Johan segera mengangkat telfon dan ternyata ia juga sedang di butuhkan di rumah sakit yang sama dengan Vino.

__ADS_1


"maaf om, saya juga mendapat panggilan. saya permisi dulu ya om, assalamualaikum" ucap dokter Johan keluar rumah terburu buru


Dokter Johan menyusul vino yang sedang menuju kota malang. saat berada di jalan, dokter Johan mendapat telfon dari pihak rumah sakit.


"hallo" ucap dokter Johan


"hallo dok. maaf saya mengganggu waktu anda. tak bisakah anda sampai secepat mungkin?" ucap petugas rumah sakit


"saya sudah sangat cepat. tak bisakah kamu meminta penanganan darurat terlebih dahulu?" ucap dokter Johan


"kami sudah melakukannya dok. yang kami butuhkan saat ini hanyalah Operasi" ucap petugas itu


"baiklah. tunggu saya di sana" ucap dokter Johan


dokter Johan melajukan mobilnya. tak lama kemudian, ia menelfon Rere untuk memberi kabar bahwa ia pergi untuk menyelamatkan pasien


"assalamualaikum Re" ucap dokter Johan memulai


"waalaikumsalam dok, ada apa? apa ada masalah?" ucap Rere khawatir


"saya cuman mau ngasih kabar,,saya pergi untuk menyelamatkan pasien yang kecelakaan..kamu jangan khawatir ya, nanti saya kembali" ucap dokter Johan


"iya dok Rere sudah dengar kabarnya dari ayah..semangat calon suami" ucap Rere tersenyum


"ya sudah kalau begitu, saya tutup dulu ya. jangan khawatirkan saya. tunggu dan jangan menikah dengan siapapun kecuali saya. paham?" ucap dokter Johan


"hahah iya dok iya" ucap Rere tertawa


"ya sudah assalamualaikum" ucap dokter Johan menutup telfonnya


"kebiasaan kan..belum juga di jawab, malah di tutup duluan. ya udah waalaikumsalam" protes Rere di seberang telfon


FLASHBACK ON


dokter Johan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. ia menggunakan kecepatan yang tinggi supaya cepat sampai di tempat tujuan. tak lama setelah ia menancapkan gas untuk lebih cepat,, ia menyadari bahwa terjadi kerusakan di dalam mobilnya itu.


dokter Johan mengatur nafas dan berusaha tetap tenang. ia menelfon Rere supaya tak khawatir akan keadaannya nanti. karena ia sudah mengira bahwa cepat atau lambat, ia akan kecelakaan karena rem mobil itu tak berfungsi lagi.


setelah mendengar bahwa Rere baik baik saja, ia segera mematikan telfonnya dan terus menginjak gas untuk terus mempercepat mobil yang di kendarainya itu.


"jika mobil atau truk, nggak akan bernyawa atau gagar orak" ucap dokter Johan menganalisis


"jika jurang ini, hanya patah tulang atau cedera serius. dokter vino bisa menanganinya" ucap dokter Johan positif thinking


FLASHBACK OFF


"semoga tak akan parah" ucap dokter Johan hampir tak terdengar


"bismillahirrahmanirrahim" sambungnya menutup matanya


setelah di kiranya cukup dekat dengan lokasi kecelakaan di kota malang, dokter Johan pasrah dan melempar setirnya menuju jurang di samping jalan tersebut.


GUBRRAAKK!!!

__ADS_1


sesuai dugaan, dokter Johan mengarahkan mobilnya masuk ke dalam jurang. ia pasrah dengan keadaan yang saat itu tak berpihak padanya.


__ADS_2