Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 133


__ADS_3

Gus Sofyan telah sampai di rumah sakit.. ia di sambut oleh beberapa perawat dan dokter yang berlari ke arahnya.. Gus Sofyan menggendong Ririn dan menidurkannya ke brankar yang di bawa oleh para perawat.


seorang dokter cantik yang sedari tadi menanti, sangat khawatir dan langsung ikut naik ke atas brankar bersama Ririn. dokter tersebut memanfaatkan waktu untuk memompa oksigen sebelum sampai di ruang gawat darurat.


"detak jantungnya berhenti!" teriak dokter Anya yang sedang memompa oksigen di atas Ririn


"lebih cepat sampai UGD!!" teriaknya lagi


dokter Anya memberikan balon oksigen kepada perawat yang juga ikut mendorong,,kemudian ia mengambil tindakan CPR supaya jantung Ririn kembali berdetak normal


para perawat dan beberapa dokter ikut panik dan mendorong brankar tersebut lebih cepat hingga sampai di ruang UGD.


"maaf pak. tolong kerjasamanya dan tunggu di luar" larang salah satu perawat saat Gus Sofyan hendak ikut masuk ke dalam ruang UGD


"tolong selamatkan mereka" lirih Gus Sofyan menunduk


Gus Sofyan berjalan pelan menuju ruang tunggu UGD. ia hanya bisa pasrah dan berdoa dengan apa yang terjadi kepada istri dan anak anaknya nanti.


"Abi sayang kalian. tolong jangan tinggalin Abi" lirih Gus Sofyan meneteskan air matanya


tak lama kemudian, dokter Anya keluar dari ruang UGD. masih ingat dokter Anya kan? dokter yang mengobati Ririn saat jatuh dari air terjun.


"bagaimana keadaan istri dan anak anak saya dok?" tanya Gus Sofyan berjalan menghampiri dokter Anya


dokter Anya menghembuskan nafasnya "kami mempunya kabar baik dan kabar buruk tentang keadaan istri bapak. kabar apa yang ingin bapak dengar terlebih dahulu?" tanyanya


"kasih tau saya kabar baiknya dok" ucap Gus Sofyan antusias


dokter Anya mengangguk kecil "kabar baiknya adalah, keadaan para baby yang ada di dalam perut sudah kembali seperti biasa. bahkan detak jantung kedua bayinya sudah kembali normal" ucap dokter Anya


"Alhamdulillah" lirih Gus Sofyan mengusap wajahnya tanda syukur


"lalu kabar buruknya?" sambungnya menatap dokter Anya lagi

__ADS_1


dokter Anya terdiam sejenak "kabar buruknya adalah, istri bapak masih kritis dan sangat membutuhkan banyak darah. beruntungnya di rumah sakit ini masih ada cadangan darah yang sama" ucap dokter Anya


Gus Sofyan menunduk dan sedetik kemudian menatap sang dokter kembali "lalu apa yang akan terjadi selanjutnya dok?" tanyanya


"kami harus mengeluarkan kedua bayi yang masih di dalam perut, pak" ucap dokter Anya


"bukannya mereka baik baik saja di dalam? lagi pula usia mereka masih belum genap sembilan bulan dok" ucap Gus Sofyan


dokter Anya mengembuskan nafasnya "detak jantung bayi memang normal, tapi jika bayi ditetapkan di dalam rahim sang ibu yang sedang kritis, saya khawatir itu akan berimbas kepada kedua bayinya pak" jelas dokter Anya


"lalu bagaimana bisa mereka terlahir di Dunia, jika ibunya masih kritis dok?" tanya Gus Sofyan gundah


"satu satunya cara hanya ada cara operasi Caesar pak. dan Operasi itu akan kami lakukan secepatnya. kami juga tak berani mengambil resiko jika bayi tetap berada di dalam perut sang ibu. tolong pemahaman dan kerjasamanya ya pak" ucap dokter Anya


Gus Sofyan menundukkan kepalanya "lakukan saja dok" ucapnya pasrah


dokter Anya tersenyum tipis "terima kasih. kalau begitu saya akan pindahkan Pasien ke ruang operasi secepatnya" ucap dokter Anya kemudian berlalu pergi dari hadapan Gus Sofyan


beberapa menit kemudian, semua anggota keluarga datang ke rumah sakit tersebut. mereka menampakkan wajah khawatirnya


Gus Sofyan yang sedang duduk di kursi tunggu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"apa maksud kamu? saya nggak butuh bahasa isyarat! cepat katakan bagaimana keadaannya?!" ucap Vino tegas


Gus Sofyan berdiri perlahan "operasi Caesar" lirih Gus Sofyan


semua orang yang paham hanya mengangguk pelan sembari menundukkan kepalanya sendu.


"siapa yang menangani operasinya?" tanya Aisyah


"dokter Anya" jawab Gus Sofyan singkat


lagi lagi semua terdiam mematung. mereka hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Allah.

__ADS_1


"bolehkah Aisyah ikut dalam Operasi ini?" tanya Aisyah yang mampu membuat semua orang menoleh kepadanya


"kamu kan masih hamil, Syah" ucap Rehan


"Aisyah tau..tapi selama ini kandungan Aisyah sehat sehat saja. Aisyah tak mengalami kontraksi atau semacamnya. jadi Aisyah yakin bahwa Aisyah masih bisa mengikuti operasi ini" ucap Aisyah yakin


semua orang saling pandang dan tatap satu sama lain. mereka tak tau harus menjawab apa tentang permintaan Aisyah itu.


"diam berarti iya" ucap Aisyah mulai berjalan ke arah ruang operasi


"hati hati Syah" teriak Reno


*******


"Sial! kenapa harus kabur segala sih" ucap seseorang sembari terus mencari


ddrtt..


ddrtt..


"hallo..bagaimana?" tanyanya


"..."


"cari terus sampai dapat dan bawa ke rumah saya segera" ucapnya


"..."


"cari satu wanita aja kalian nggak bisa?! akan saya pecat kalian semua jika sampai jam lima sore belum ditemukan" ucapnya kemudian menutup sambungan telfonnya


wanita itu beralih menatap layar ponselnya dan segera mendial nomor seseorang


"hallo..apa dia masih ada di sana?" tanyanya

__ADS_1


"..."


"baiklah..jaga dia seketat mungkin. saya akan segera sampai" ucapnya kemudian menutup telfonnya


__ADS_2