Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 138


__ADS_3

Semua orang terdiam sebentar. mereka menatap Gus Sofyan datar. Gus Sofyan yang mendapat tatap seperti itu tersenyum kaku


"kenapa?" tanya Gus Sofyan bingung


"nama anak kamu kok pendek banget sih. jangan mentang mentang mereka kembar, jadi namanya cuma satu kata kayak gitu" ucap Ning Izah


"hahahaha jadi karena ituuu" ucap Gus Sofyan tertawa


"mereka punya nama panjang kok mbak. Nadifa dan Nadila itu hanya nama panggilan kok" ucap Gus Sofyan santai


"ya terus siapa nama panjangnyaaaa?!!" ucap Lia geram


"NADIFA ALI PUTRI HAMDAN, dan nama adeknya NADILA ALI PUTRI HAMDAN" ucap Gus Sofyan


"artinya??" tanya Vreya penasaran


"untuk artinya, kalian tak perlu tau" ucap Gus Sofyan menahan tawanya


semua orang memandang Gus Sofyan malas. pandangan mereka beralih kepada Ririn yang sedang menangis dalam diamnya


"Rin, kamu kenapa? udahlah jangan nangis..lagian kan masih ada Difa di sini" ucap Vino menenangkan adiknya


"dia belum pernah mendengar namanya sendiri bang hiks hiks..hati Ririn sakit hiks hiks" ucap Ririn disela tangisnya


Syakira mengambil Difa yang berada di pangkuan Ririn, khawatir air mata Ririn terkena ke wajah bayi kecil itu


"Ririn sakit hati hiks..kenapa harus Dila yang diambil hiks hiks..Ririn nggak rela bang" ucapnya


Gus Sofyan memeluk Ririn dari samping. mengelus lembut kepala wanita itu. sangat sakit hatinya melihat sang istri menangis seperti itu.


semua orang yang melihat kejadian di depan mata mereka, memutuskan untuk keluar ruangan karena mereka pikir, Ririn dan Gus Sofyan masih membutuhkan waktu untuk menenangkan pikiran dan hati masing masing. tak lupa untuk Difa dikembalikan ke ruangannya, karena bayi tak diizinkan terlalu lama berada di ruangan nonsteril. terlebih lagi dia bayi yang terlahir prematur

__ADS_1


"Allah lebih sayang sama Dila" ucapnya mengelus kepala Ririn penuh kasih sayang


"tapi Allah nggak adil bi" ucap Ririn membantah


Gus Sofyan melepas pelukannya. ia duduk di tepi brankar Ririn. kemudian dengan cepat Gus Sofyan menangkup wajah cantik Ririn dan mengusap air mata yang berada di pipi cantik istrinya itu.


"sayang, dengerin Abi ya"


"Allah itu sayang sama Dila. Allah mengambilnya terlebih dahulu karena Allah masih ingin berlama lama bersama Dila di sana. Kita harus bersyukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk menjadi orang tua bagi Difa" ucap Gus Sofyan menjelaskan


"tapi Ririn juga sayang sama Dila bi" ucap Ririn disela tangisnya


"bukankah mereka kembar? jika masih ada Difa, kenapa harus menangisi Dila yang udah bahagia di sana?" ucap Gus Sofyan dengan nada bertanya


"Dila itu lebih disayang oleh Allah. jadi kita sebagai orang tuanya harus ikhlas menghadapi semua yang sudah berada di garis Allah" jelasnya lagi


"nggak adil" lirih Ririn semakin menangis


"sudah ya..ini sudah takdir, Erina" ucap Gus Sofyan sesekali mengecup pucuk kepala Ririn


"kalau kamu gini terus, kasihan Difa kurang perhatian mommy nya" lirih Gus Sofyan menghapus air mata Ririn


"Ririn belum melihat wajah Dila sama sekali bi..Ririn rindu" ucap Ririn menunduk lesu


Gus Sofyan tersenyum tipis kemudian beranjak dari duduknya "tunggu bentar ya" ucapnya


Gus Sofyan berjalan menuju luar ruangan Ririn. tak lama kemudian ia masuk dengan membawa sebuah benda pipih di tangannya


"apa?" tanya Ririn saat Gus Sofyan menyodorkan benda canggih itu di depannya


Ririn mengambil handphone yang berada di depannya "ini kan handphone Vreya" ucap Ririn kemudian beralih menatap Gus Sofyan meminta jawaban

__ADS_1


Gus Sofyan hanya tersenyum manis "buka" lirihnya


tanpa banyak bertanya lagi, Ririn segera membuka handphone Vreya itu. terpampang foto bayi yang berada di wallpaper handphone nya.


"kalau kamu mau lihat Dila, itu dia. Vreya memotretnya sebelum dia dimakamkan kemarin" ucap Gus Sofyan


Ririn meneteskan air matanya "cantik" gumamnya


"kan anak Abi" ucap Gus Sofyan dengan percaya diri


"Ririn kangen" ucap Ririn menatap Gus Sofyan


Gus Sofyan tersenyum simpul. "Abi keluar dulu ya, sebentar" ucapnya yang diangguki Ririn


Ririn terus menatap foto bayi yang menjadi wallpaper handphone Vreya itu. dia sangat ingin menggendong bayi bungsunya. bahkan sebelum bertemu, dia sudah merasakan rasa rindu kepada bayinya.


*******


"kamu mau kemana Yan?" tanya Reno menahan tangan Gus Sofyan yang berjalan sangat terburu buru


"mau keruang dokter yah" ucap Gus Sofyan berhenti


"mau ngapain?" tanya umi Hamidah


"Ririn bilang, dia rindu Dila. jadi Sofyan berinisiatif untuk membawa Difa ke ruangan Ririn. sebagai pengobat rindunya" ucap Gus Sofyan menjelaskan


"oh ya udah kalau gitu cepet cepet deh. takutnya Ririn terlalu lama menunggu di dalam" ucap kyai Hamdan


"sebelumnya Sofyan minta maaf, tidakkah lebih baik kalian istirahat saja? lagi pula hari semakin siang dan cuaca sangat panas" ucap Gus Sofyan


"bener tuh..lebih baik rebahan di rumah paling mantap" ucap Lia yang sedari tadi memang sudah mengantuk

__ADS_1


Gus Sofyan terkekeh. semua orang memutar bola matanya jengah dengan tingkah Lia yang tak bisa Mandang tempat dan waktu.


__ADS_2