
"Aahh kenyangnyaaa" ucap Rere dengan mengelus perutnya yang sekarang sedikit membuncit karena kekenyangan.
"Alhamdulillah dong Re" tegur Aisyah
"eh Iyah Alhamdulillah hehe sorry kalian" ucap Rere dengan senyum memperlihatkan giginya
"mau kemana lagi kita?" tanya Vreya
"hmm sekarang kita lanjut pergi ke pasar malam kak" ucap Rere
"kamu nggak capek re?" tanya Vino
"nggak lah selama ada uang mah nggak capek atuh..yuk kita berangkat" ucap Rere berdiri dan di ikuti oleh anggota rombongan menuju tempat parkir
*
*
*******
-di pesantren
"ini kah rumahnya?" tanya seorang lelaki dengan memandangi rumah tak terlalu megah yang ada di samping pesantren itu.
"kalau memang ini rumahnya,,bagus juga untuk di tinggalin Sofyan" ucap pria itu dengan terkekeh kecil
setelah agak lama memandangi rumah kyai Hamdan,,seorang lelaki itu pun mulai melangkahkan kakinya dan mengetuk pintu rumah tersebut.
"assalamualaikum" ucapnya sembari mengetuk pintu
"waalaikumsalam" jawab wanita bercadar dari dalam rumah
ceklek..
"eh permisi,,apakah benar ini rumah Sofyan Ali?" tanya lelaki itu
__ADS_1
"iya..kalau boleh tau,ada apa mas cari adik saya?" tanya ning Izah
"saya Muslim Anwar mbak..kawannya Sofyan saat masih di Kairo" ucapnya sopan
"oh iya mari masuk masuk" ucap Ning Izah mempersilahkan
setelah mempersilahkan masuk,,Ning Izah masuk terlebih dahulu untuk memanggil suaminya. sedangkan Muslim segera duduk sofa ruang tamu rumah tersebut
"mas,,di luar ada teman sekolahnya Sofyan katanya..mas ajak dia ngobrol ngobrol dulu ya di ruang tamu..Izah mau buatkan dia minum" ucap Ning Izah kepada suaminya kemudian keluar kamar dan menuju dapur
*****
-di ruang tamu
"teman Sofyan asal mana?" tanya ustadz Haris
"saya asal Medan mas" ucap muslim sopan
"oh iya saya kakak iparnya Sofyan" ucap ustadz Haris
"Sofyannya di mana ya mbak, mas?" tanya muslim
"Sofyan ikut Abah ummah ke Surabaya untuk membantu menghibur hati salah satu santriwati yang baru saja kehilangan ibunya" ucap Ning Izah
"innalilahi wainailaihi Raji'un..jadi Sofyan nggak ada di sini ya mas..mbak" ucap muslim yang hanya di angguki oleh ustadz Haris dan Ning Izah
setelah agak lama berbincang dengan kakak dan kakak ipar Gus Sofyan,, muslim pun hendak pulang karena tak dapat menemui orang yang dia harapkan
"kalau begitu saya pulang dulu ya mas..mbak" ucapnya agak sedikit menunduk
"iya kapan kapan ke sini lagi kalau mau bertemu Sofyan..hati hati di jalan ya" ucap ustadz Haris
"iya mas.. assalamualaikum" ucap muslim kemudian pergi
"waalaikumsalam" ucap ustadz Haris dan Ning Izah bersamaan kemudian masuk ke dalam rumah
__ADS_1
*****
-di pasar malam
"wwwaaaaahhhh bagus bangeett" ucap Aisyah takjub
"mbak nggak pernah main ke pasar malem?" tanya Rere
"hmm nggak..karena mulai dari kecil mbak sudah ada di pesantren..jadi nggak bisa liat dan keluar ke pasar malam seperti ini" ucap Aisyah sendu
"hah kok bisa? bukannya ummah Hamidah itu ibu kandung kak Sofyan ya? emangnya mbak Aisyah dan kak Sofyan saudaraan?" tanya Rere lugu
Aisyah tersenyum simpul "ibu mbak sudah meninggal saat melahirkan mbak..ayah juga meninggal karena kecelakaan tepat saat ayah melahirkan mbak..jadi mulai bayi mbak tinggal sama paman dan bibi..hingga akhirnya mbak mulai tumbuh dan di kirimkan ke pesantren umi Hamidah" ucap Aisyah kepada mereka yang jalan bersama
"eh eumm maaf mbak..Rere nggak tau" ucap Rere merasa bersalah
"nggak papa kok Re..mbak faham" ucap Aisyah tersenyum
"ehem..naik itu yok" ucap Ririn dengan menunjuk salah satu permainan dan juga berusaha mencairkan suasana yang sedikit membeku
"ayok" ucap Lia dan Vreya
mereka bertiga berlari menuju bianglala yang tinggi "mereka memang seperti itu" ucap Rere ketika melihat Aisyah terheran karena tingkah laku Ririn Vreya dan Lia
"maksudnya seperti itu?" ucap Aisyah yang masih lanjut berjalan dengan mereka
"yah kak Ririn dan kedua sahabatnya memang seperti itu sejak dulu. ketika diajak pergi ke pasar malam atau taman hiburan, merekalah yang paling heboh di antara kita. jadi jangan heran jika mereka bertingkah layaknya anak kecil yang kurang bermain." ucap Rere yang hanya dapat senyuman dari Aisyah
"lalu kenapa kamu nggak ikut mereka?" tanya Gus Sofyan
Rere tersenyum simpul "Rere nggak suka naik bianglala kak,,oleh karena itu Rere tidak ikutan heboh dengan mereka" ucapnya yang hanya mendapat anggukan kecil dari Aisyah dan Gus Sofyan
mereka sudah sampai di bawah bianglala yang di naiki oleh Ririn dan kedua sahabatnya. mereka yang berada di atas hanya melambaikan tangan kepada rombongan yang berada di bawahnya sambil tertawa riang,,sedangkan yang di sapa hanya tersenyum senang saat melihat mereka tertawa gembira. begitu pula dengan Gus Sofyan yang ikut bahagia melihat mereka.
"syukurlah kamu akhirnya bisa tersenyum lagi Rin. saya lega melihat kamu bisa bahagia kembali" ucap Gus Sofyan dalam hati dengan tersenyum
__ADS_1
di balik tutup mulutnya sedari tadi,,vino tersenyum saat melihat Ririn tertawa gembira. begitu pula saat melihat Aisyah yang tersenyum senang saat di bawa ke tempat itu.