
-Di Bali
Sebelum tidur, Rehan membaca al quran. Biasanya dia membaca sendiri,,namun sekarang tidak lagi. Karena di ruangan tersebut juga terdapat Irfan dan Firman yang ikut menamaninya. Setelah mereka membaca al quran,,mereka berbincang santai di sofa sembari memainkan handphone nya masing masing.
“Man” Rehan memulai
“hm?” ucap Firman tetap fokus terhadap handphone nya
“gimana tentang kamu dan Vreya?” ucap Rehan
“gimana apa? Ya nggak gimana lah” ucap Firman
“kapan rencana kamu mau tunangan sama dia?” ucap Irfan
“tunangan? Nggak lah,, aku maunya langsung nikah aja. Takutnya nanti khilaf kan jadi ribet” ucap Firman
“oh gitu..jadi kapan kamu mau nikah sama Vreya?” tanya Irfan
“tunggu si Rehan nikah dulu dong..nanti ane nyusul..iya nggak Han” ucap Firman menepuk pundak Rehan
“terus kapan nih si Rehan nikah?” ucap Irfan menatap Rehan
“tunggu sebentar lagi” ucap Rehan
“apa lagi yang harus di tunggu? Kamu sudah dapat ganteng..dapat kerja nyaman pula..lagian kalian juga sudah lama bertunangan..nggak baik dong kalau menunda sesuatu yang penting” ucap Irfan
“aku masih mau nunggu Aisyah siap. Nanti kalau dia sudah siap berumah tangga,,barulah aku akan menikahinya” ucap Rehan
“tapi kalau kamu nggak ngasih penawaran atau ajakan untuk menikah. kamu nggak akan bisa tau apa yang akan menjadi keputusan Aisyah” ucap Firman
“sekedar saran sih Han,,cepat nikahin Aisyah deh..khawatirnya diambil orang..nanti nasibmu sama kayak Irfan..sadboy hahaha” sambung Firman tertawa lepas
“hahaha ya udah terima kasih atas saran baik kalian..kita ke bawah yuk..kumpul sama yang lain” ucap Rehan kemudian mereka menuju ruang berkumpulnya semua anggota keluarga
Ditempat lain,,terdapat seorang gadis cantik yang sedang bersedih. Hanya dialah yang tak ikut berkumpul bersama dengan anggota keluarga yang lainnya. Ia memilih untuk menyendiri di balkon kamarnya dengan menatap indah bintang di langit
“Rere kangen bundaaa” ucap gadis itu dengan meneteskkan air matanya
“biasanya kalau kita berlibur kesini,,bunda sering nemenin Rere melihat cantiknya langit malam seperti ini hiks” ucap Rere yang masih menangis
“bunda gimana di sana? Sehat kan bun?” sambungnya
“Rere di sini sangat kesepian bun..kakak sudah menikah,,abang dan ayah sedang berkumpul di bawah dengan yang lainnya. Rere sendirian” adunya pada sang malam
“abang disini kok bun..nemenin Rere” ucap Vino yang tetiba masuk ke dalam kamar tanpa salam
__ADS_1
“abang kok nggak ketuk pintu dulu?” protes Rere menatap abangnya
“Abang dah ketok tapi nggak ada yang jawab..jadi abang langsung masuk deh” ucap Vino menghapus air mata adiknya
“kamu kenapa? Kangen bunda ya?” sambungnya yang hanya mendapat anggukan dari Rere
“kangen itu boleh,,tapi jangan nangis..abang nggak suka kalau incesnya abang meneteskan air mata..paham?” ucap Vino yang lagi lagi hanya direspon anggukan oleh Rere
“kalau Rere mau cerita sesuatu,,ceritain ke abang. Abang siap dengerin apa pun keluhan kamu. Jadi jangan merasa sendiri lagi ya,,cantik” ucap Vino mengelus rambut Rere dengan lembut
“ya udah kebawah yuk..semua orang di bawah sudah nunggu kamu loh. Di sini dingin..nanti kamu masuk angin” ucap Vino kemudian menuntun Rere untuk masuk ke dalam kamar
mereka berjalan menuju lantai dasar untuk berkumpul dengan semua orang
*******
“oh ya bagaiman dengan hubungan kalian?” ucap Reno dengan menatap Aisyah dan Rehan
“iya tuh kapan kalian nikah nyusul Ririn dan Gus Sofyan?” ucap Syakira
Aisyah yang mendapat pertanyaan seperti itu pun hanya terdiam dan tak dapat menjawab. Begitu pun dengan Rehan,,dia hanya menunduk saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Reno
“bissmillah” seru Rehan dalam hati kemudian mengangkat kepalanya
“dalam waktu dekat ini om” uapnya tegas
“saya tak mau memperlama waktu lagi. Saya takut jika kamu diambil orang lain. Saya mau menikahi kamu dalam waktu dekat ini” ucap Rehan yang mendapat senyum hangat dari Aisyah
“waaahhh..beneran nih kak? Kapan?” ucap Rere yang tetiba masuk ruangan tersebut
“alhamdulillah..segera kasih tau kabar gembira ini kepada keluarga kamu,,Aisyah” ucap Reno
“iya bener tu..harus di sebarkan berita bahagia ini nak” ucap Vania
“t-tapi..” ucap Aisyah
“tapi apa lagi sayang? Nggak perlu tapi-tapian lagi ya..sekarang lebih baik kamu segera hubungi keluarga kamu. Dan beritahu tentang kabar baik ini” ucap Syakira
“iishh..mommy apaan sih..kan orang tuanya mbak Aisyah itu sudah nggak ada..jangan di ungkit lagi dong mom..kasian” ucap Vreya menatap mommy nya
Semua orang di dalam ruangan itu hanya terdiam karena mereka lupa jika orang tua Aisyah telah tiada,, Dan mereka mengungkitnya
“maafin mommy ya mbak..mommy itu sama kayak Vreya..kalau ngomomg lupa rem” ucap Vreya
“iya Aisyah maafin mommy ya nak..mommy nggk sengaja” ucap Syakira merasa tak enak hati
__ADS_1
“nggak papa kok mom..Vre” ucap Aisyah tersenyum manis
“kalau begitu.. bolehkah jika ayah yang menjadi wali kamu saat nikah?” ucap Reno
“jika ayah bersedia dan tak merasa di repotkan,,Aisyah setuju kok yah” ucap Aisyah tersenyum manis
“jadi..kapan acaranyaaaa?” ucap Rere yang sudah merasa ngantuk di sofanya
“karena om Reno yang akan menjadi walinya..maka saya serahkan tanggalnya kepada om Reno” ucap Rehan
“baiklah kalau begitu..nanti ayah yang akan mencari tanggal yang tepat untuk hari pernikahan kalian. Jika hari itu dekat dengan hari ini..maka ayah ingin kalian menikah di Bali” ucap Reno
“jangan khawatirkan masalah dekorasi dan uang yang akan kalian keluarkan. Karena ayahlah yang akan bertanggung jawa tentang pernikahan ini” sambungnya
“wiiihhh..keren banget deh ayahnya Lia” ucap Lia memuji
“bissmillah black card” sambungnya sedikit berbisik namun masih terdengar semua orang
“hahahahaha dasar mata duitan” ucap Vino tertawa lepas
“nggak loh bang. Duit itu adalah kebutuhan tauuu” protes Lia
“hahahahahahahaha” tawa semua orang
Diantara kerasnya tawa orang yang berada di ruangan itu..terdapat pula kesedihan yang tak dapat di ungkapkan oleh kata kata.
“Vino mau ke kantin dulu ya..mau beli coffe” ucapnya kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu.
Rere yang sadar dengan luka hati sang abang pun hanya pergi mengikutinya. “Rere mau ke kamar mandi dulu ya..permisii” ucapnya kemudian ikut keluar dari rungan itu
-Di taman hotel
“playboy kelas atas nggak boleh terluka” ucap Rere yang berada di belakang Vino
“kamu ngagetin aja” ucap Vino menoleh kearah belakang
Rere terdiam dan duduk di samping abangnya “lagian kenapa nggak cepat cepat di lamar sing bang” ucapnya
“apa?” ucap Vino pura pura tak tau
“udah..nggak papa kali.. Rere udah tau semua kok dari kakak waktu itu. Kakak bilang kalau abang suka sama kak Aisyah” ucap Rere
“abang sudah ada niatan untuk melamar..tapi abang masih memikirkan pendidikannya. Abang takut,,kehadiran abang dapat berimbas ke sekolahnya nanti” ucap Vino
“ya udah lah bang nggak papa. Abang tuh keren..nanti bisa dapetin yang lebih dari kak Aisyah..percaya sama Rere deh. Nanti kalau abang datang ke acaranya kak Aisyah..kakak harus bawa pasangan loh..biar nggak dikiranya jomblo” ucap Rere memegang lengan Vino meyakinkan
__ADS_1
“kan ada kamu” ucap Vino menoel hidung Rere gemas
Kemudian mereka masuk kembali ke dalam hotel karena hari semakin larut dan udara jadi semakin dingin