Suami Pilihan Allah

Suami Pilihan Allah
Episode 52


__ADS_3

"Baiklah..kalau begitu, untuk calon menantu Abah,, apakah kamu siap untuk menjawab beberapa pertanyaan dari Abah?" ucap kyai Hamdan


"insyaallah bah" ucap Ririn


"apakah kamu bisa membaca Al Qur'an?" tanya kyai Hamdan


Ririn menarik nafasnya panjang "Ririn memang tak sepandai mbak Izah yang bisa membaca Al Qur'an tanpa melihatnya..tapi Ririn bisa kok kalau hanya membaca" ucap Ririn


"suatu saat,,tidakkah kamu keberatan jika kamu berada dan hidup di rumah kecil ini dengan suami kamu?" tanya kyai Hamdan


"insyaallah tidak bah. menurut Ririn rumah bukan lah segalanya. jika rumah besar dan megah namun tak ada kasih sayang di dalamnya,,percuma. lebih baik rumah sederhana penuh cinta kasih sudah cukup bagi Ririn" ucap Ririn


"eh tapi rumah sederhana itu jangan bocor ya bah hehe" ucap Ririn


semua orang yang ada di dalam rumah itu tertawa karena ucapan Ririn yang absurd itu.


"maaf bah Ririn hanya bercanda kok biar Ririn nggak terlalu tegang hehe" ucap Ririn


"iya Abah faham' ucap kyai Hamdan


"pertanyaan selanjutnya" ucap kyai Hamdan


"aduh ya Allah aku kira sudah selesai ternyata ada lagi' ucap Ririn dalam hati


"iya bah' sambungnya

__ADS_1


"jika kalian berjodoh dan suatu saat menikah,,namun ada orang ketiga yang ingin masuk ke dalam rumah tangga kalian,,apa yang kamu lakukan jika wanita itu menyukai suami kamu" ucap kyai Hamdan


"saya memiliki prinsip..apapun milik saya, tak akan saya berikan kepada orang lain. karena milik saya ya milik saya. jadi saya akan mempertahankan. begitu bah" ucap Ririn


"baiklah. Abah menyetujui hubungan kalian" ucap kyai Hamdan tersenyum


"Alhamdulillah" ucap semua orang yang ada di dalam rumah tersebut


"kita makan dulu yok" ucap Ning Izah


"ah nggak usah mbak makasih..tapi Ririn harus segera kembali ke asrama karena ini sudah terlalu larut bagi seorang santriwati keluar gerbang" ucap Ririn


"ah ya juga sih.. ya udah hati hati ya" ucap Ning Izah


"ya sudah kalau begitu Ririn pamit ya.. assalamualaikum" ucap Ririn


kemudian Ririn keluar rumah diantar Gus Sofyan "mau saya antar sampai perbatasan santri dan santriwati?" tanya Gus Sofyan


"ah nggak usah ustadz..makasih" ucap Ririn


"kamu yakin?" ucap Gus Sofyan


"iya ustadz nggak usah.. makasih" ucap Ririn


"ya sudah hati hati ya" ucap Gus Sofyan tersenyum

__ADS_1


"assalamualaikum" ucap Ririn


"waalaikumsalam" ucap Gus Sofyan


"Erina" ucap Gus Sofyan saat Ririn baru melangkahkan kakinya


"iya?" ucap Ririn


"terima kasih ya sudah mau menerima saya" ucap Gus Sofyan


Ririn tersenyum manis "terima kasih kembali..papay" ucap Ririn sembari melambaikan tangannya dan berlalu dari hadapan Gus Sofyan


*******


"mana sih tu curut lama banget..kalau tau begini akhirnya kan aku nggak perlu ikut dia ke sini..buat apa cobak kalau nggak jadi makanan nyamuk gendut gini ah bete deh" ucap Vreya


"kita tunggu aja mungkin sebentar lagi dia keluar" ucap Aisyah


"tau ni tikus got kagak sabaran banget..ngapa kau ikut tadi kalau jadi gini akhirnya..marah kagak karuan tuu" ucap Lia


"nah tuh keluar dah dia huh akhirnya kita bisa tau gimana hasilnya" ucap Lia ketika melihat Ririn keluar dari rumah kyai Hamdan


Ririn telah sampai di tempat persembunyian sahabatnya itu. "ayo kembali ke asrama" ucapnya dengan santai


"ceritakan gimana kejadiannya tadi di dalam" ucap Vreya

__ADS_1


"iya iya cerita lah" ucap Lia.


"udah kita kembali aja dulu ke asrama..nantik Ririn jelaskan di kamar..oke?" ucap Ririn tersenyum bahagia


__ADS_2