
FLASHBACK ON
"Assalamualaikum" ucap Muslim memasuki rumah kyai Hamdan
"waalaikumsalam. oh nak muslim..mari mari masuk" ucap kyai Hamdan
"iya bah. terima kasih" ucap Muslim masuk ke dalam rumah
"Sofyan mana bah?" ucap Muslim menatap sekeliling rumah yang nampak sepi
"Sofyan udah berangkat tadi pagi" ucap kyai Hamdan
"berarti Muslim telat dong" ucap Muslim sendu
"kalau kamu mau nyusul mereka, ya susul saja. pakai mobil pesantren tak apa kok" ucap kyai Hamdan
"tak apa kok bah. Muslim bawa motor" ucap Muslim
"oh ya udah kalau gitu..kamu susul lah mereka" ucap kyai Hamdan yang hanya mendapat anggukan dari Muslim
saat Muslim berbalik hendak keluar rumah, suara kyai Hamdan mencegah Muslim untuk melanjutkan langkahnya
"oh ya Muslim, berkas yang harus saya tanda tangani kamu bawa kan?" ucap kyai Hamdan
Muslim mengangguk "berkasnya sudah ada di ruangan Muslim bah. haruskah diambil dulu?" ucapnya
kyai Hamdan mengangguk "kamu ambil saja, dan letakkan di meja ruang tamu. Abah mau sholat Sunnah dulu" ucapnya kemudian diangguki oleh Muslim
Saat Muslim telah selesai mengambil berkas yang di perlukan kyai Hamdan, ia bergegas keluar pesantren. dan saat melewati gudang pesantren, Muslim mendengar seperti ada sesuatu yang mendorong pintu gudang tersebut
"assalamualaikum..apa ada orang di dalam?" ucap Muslim mengetok pintu yang berusaha di buka
"ustadz Muslim? apa itu ustadz Muslim?" ucap Mita
"iya saya ustadz Muslim. kamu siapa? dan ngapain kamu di dalam?" ucap Muslim
"saya Mita ustadz..saya alumni pesantren ini. dan saya terjebak di dalam gudang ini bersama teman teman saya ustadz. tolong keluarkan saya" ucap Mita memelas
"ah iya..tunggu sebentar, saya ambilkan kunci gudang cadangan" ucap Muslim kemudian segera mengambil kunci cadangan
setelah mereka bebas keluar, mereka mengajak Muslim untuk ke tempat wisata bersama. namun karena mobil yang mereka tumpangi mogok, jadi mereka cukup lama menanti seorang suruhan Mita untuk segera memperbaiki mobilnya.
namun montir yang di tunggu tak kunjung datang. hingga tak sengaja lewatlah mobil Afiz yang memberi bantuan kepada mereka. tak ada niat selain membantu di benak Afiz. karena ia tak tega melihat orang kesusahan di tengah jalan itu
FLASHBACK OFF
"gitu ceritanya" ucap Muslim
"haaiishh!! kalau kayak gitu, lebih baik aku tak perlu ngurung mereka aja sebelumnya..ngabisin tenaga aja" ucap Lia kesal
"maaf Li..mas nggak tau tentang rencana kamu ngurung mereka di gudang pesantren" ucap Muslim memelas
"udah lah..semua udah kejadian juga" ucapnya kesal kemudian meneguk jus jeruk di depan matanya
"maafin Afiz juga ya kak. Afiz nggak tau kalau mereka habis di kurung" ucap Afiz merasa bersalah
"udah lah Fiz. lupakan aja kejadiannya" ucap Lia tersenyum tipis
"mobil kamu kemana Fiz? perasaan tadi kamu ke sini naik motor dengan kawan kamu ini" ucap Muslim
"oh mobil Afiz di titipin ke asrama teman kuliah Afiz kak. karena semua yang ada di restoran ini pada bawa motor..nggak ada yang bawa mobil, kecuali kakak" jelas Afiz
"mas Muslim nggak ada rasa bersalahnya sama sekali ya. padahal jelas jelas ini salah dia. harusnya kan dia tak perlu bebasin Mita and the geng. malah mengalihkan pembicaraan gitu pula. apaan sih males banget" gerutu Lia dalam hati
tak lama kemudian pesanan mereka datang. mereka segera memakan hidangan tersebut dan melanjutkannya dengan pulang ke rumah masing masing
__ADS_1
*******
-Di dalam mobil
"Li..kamu masih marah ya?" ucap Muslim
"nggak" ucap Lia ketus
"mas minta maaf. mas kan nggak tau" ucap Muslim
"iya" jawab Lia singkat
sesampainya di depan hotel, Lia hendak turun dari mobil dan segera masuk ke dalam hotel tersebut. namun suara muslim mencegah langkahnya
"Lia. mas boleh tanya sesuatu nggak?" ucap Muslim
"hm" respon Lia
Muslim tersenyum simpul "kamu kenapa ngurung mereka?" ucapnya
Lia menatap tajam ke arah Muslim "itu karena mereka udah berusaha mau buat Ririn celaka!" kesalnya
"maksudnya? celaka gimana?" ucap Muslim tak mengerti
"kemarin saat acara pernikahan Vreya, Ririn hampir jatuh karena di dorong sama salah satu dari mereka" ucap Lia
"Lia nggak mau kejadian yang kemarin terulang lagi. oleh karena itu Lia nggak mau mereka ikut ke tempat wisata" sambungnya
"ya maaf Li..mas kan nggak tauu" ucap Muslim
"ya udah sih. lupakan aja" ucap Lia ketus
"tapi kamu masih marah" ucap Muslim memelas
"maaf" ucap Muslim menundukkan kepalanya
"bawa aja mobil Lia ke rumah mas Muslim. besok Lia bawa mobil yang lainnya kalau mau keluar hotel" ucap Lia
"kalau gitu Lia duluan ya mas. assalamualaikum" ucap Lia kemudian segera turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam hotel
*******
"semua ini karena Vreya bang hiks hiks" ucap Vreya menangis tersedu sedu di dalam kamar
"nggak Vre..ini semua kecelakaan,,jangan menyalahkan diri kamu sendiri ya" ucap Firman mengelus kepala Vreya
"coba aja hiks..kalau Vreya nggak hiks..ngajak ke tempat itu hiks hiks..pasti Ririn nggak kayak gini kan" ucapnya di sela tangisnya yang pecah
"sahabat apa aku ini bang..saat Ririn hamil besar, malah minta ke tempat yang berbahaya seperti tadi" sambungnya
"kamu nggak salah sayang..jangan di pikirin terus ya" ucap Firman menenangkan Vreya
"gimana kalau Ririn keguguran bang hiks hiks..Vreya nggak mau Ririn marah dan benci sama Vreyaa" ucap Vreya terus menangis
"sudah sudah..ini sudah malam, lebih baik kamu mandi dan kita sholat berjamaah ya..kita doakan Ririn supaya cepat sembuh" ucap Firman yang mendapat anggukan dari Vreya
Firman mengecup kening Vreya sekilas "sudah, jangan nangis lagi..saya tak suka liat kamu nangis" ucapnya tersenyum lembut
mereka sholat berjamaah dan dilanjutkan dengan mengaji. setelah mengaji dan sholat, Firman meminta Vreya untuk segera tidur karena hari sudah malam.
(wah kasian Firman. kemarin tak dapat, malam ini pun tak dapat ya guys haha ><)
*******
pagi pun tiba. kini mereka semua telah siap untuk menjenguk Ririn ke rumah sakit. namun saat berada di lobby hotel, mereka melihat keempat gadis yang sedang berjalan santai di depan mereka.
__ADS_1
"heh kalian!" ucap Lia berjalan ke arah empat gadis itu
"oh ternyata kalian semua juga di hotel ini ya hahah" ucap Fitria
"kenapa manggil manggil?" ucap Arumi sinis
"lebih baik kalian jujur deh! pasti kalian kan yang udah dorong Ririn sampai jatuh kayak kemarin?" ucap Lia menyilangkan tangannya di depan dada
"atau kalian mau kita laporkan ke polisi saja?" ucap Vreya yang berjalan ke arah mereka
"ngomong tanpa bukti itu sama dengan memfitnah" ucap Fitria
Lia terkekeh sinis "tidakkah lebih baik kalian jujur saja, dari pada nanti kita menemukan bukti yang kuat untuk di serahkan ke polisi?" ucapnya
"serahkan saja, jika kalian menemukannya" ucap Arumi santai
perkataan Arumi membuat Mita, Fitria, dan Adel menatapnya dengan kompak.
"wahh lihatlah respon mereka Li haha..takut kah?" ucap Vreya terkekeh sinis
"ng-nggak kok. kami nggak takut" ucap Mita ragu
"kalau kita nggak salah, kenapa kita harus takut?" ucap Arumi
"semoga kalian nggak salah ya" ucap Lia menekan kata akhirnya
"semoga" ucap Vreya menatap tajam ke arah empat gadis di depannya
"Vre,,Li,,ayo berangkat" ucap Deni berjalan menuju pintu utama
"iya dad" ucap Lia dan Vreya bersamaan kemudian mereka berangkat menuju rumah sakit
*******
"gimana keadaan Ririn Gus?" ucap Aisyah
saat mereka telah sampai di rumah sakit, mereka menatap Gus Sofyan yang telah berada di depan ruangan Ririn. kemarin selepas operasi, Ririn di pindahkan di ruangan rawat VIP.
Gus Sofyan tersenyum simpul "Ririn koma" ucapnya
"semua akan baik baik saja" ucap Deni menepuk pundak Gus Sofyan yang terduduk di kursi tunggu
"semoga om" ucapnya tersenyum tipis
"kalau kalian mau masuk, silahkan saja" sambung Gus Sofyan
"keadaan bayinya gimana Yan?" ucap Angga
"bayinya baik baik saja. bahkan selama Operasi berlangsung, dokter bilang bahwa bayinya tak melakukan reaksi apapun, seperti menendang contohnya" jelas Reno yang hanya direspon anggukan kecil dari Angga dan yang lain
"sepertinya anak anak kamu mengerti keadaan Yan" ucap Vania tersenyum tipis
"operasinya berjalan lancar kan? sudah tak ada yang harus di perbaiki lagi kan? sudah fine fine aja kan?" ucap Syakira
Gus Sofyan tersenyum simpul "Alhamdulillah operasinya berjalan dengan baik kok Tante. kita hanya perlu menunggu Ririn sadar dari komanya saja" ucapnya menahan air mata supaya tak menangis di depan banyak orang
"lalu kapan Ririn akan sadar Gus?" ucap Vreya
"dokter tak dapat memprediksikan hal itu kak" ucap Rere yang baru datang dari kantin
"Rere udah beli makanan nih..kita makan bersama ya, di dalam" ucap Rere masuk ke dalam ruangan dan di ikuti oleh yang lainnya
"Mita, Arumi, Fitria, Adel. Mita, Arumi, Fitria, Adel. Mita, Arumi, Fitria, Adel. haha awas aja nanti. akan ku buat kalian menyesal!" umpat Lia dalam hati
(jadi bagi kalian yang tanya, kok Mita and the geng bisa hadir di tempat wisata itu, padahal kan mereka lagi di kurung? sudah terjawab di sini ya guys)
__ADS_1