
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Ckk," decak Samuel tidak mau meladeni, ia berlalu pergi meninggalkan Salsa yang masih nangis sendirian di kamar dan langsung mengunci pintunya.
Salsa hanya menatap kepergiannya dengan tidak suka, "Ayah, Bunda Salsa mau pulang. Hikss ... Sebenernya apa mau dia, menculikku seperti ini? Apa salahku? Bahkan aku tidak mengenalnya," tanyanya kepada dirinya sendiri.
Ia memeluk lututnya sendiri sambil terus terisak, "Maafin Salsa Ayah, Bunda. Salsa gak bisa jaga diri sendiri," rilihnya masih menangis.
*****
Pagi menjelang siang, Samuel berjalan menuju kamar Salsa dengan membawa sepiring nasi dan segelas air.
Cklek!
Suara pintu terbuka, Sam mulai berjalan menghampiri Salsa, "Nih makanan buat Lo," ucap Sam sambil memberikan sepiring makanan.
Salsa yang masih menangis langsung mendongak, ia menatap Sam benci, "Aku gak mau makan," tolaknya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"Tinggal terima aja, terus di makan apa susahnya sih?!" tanya Sam kesal, ia menaruh makanan tersebut di dekat Salsa dan menaruh minumnya di atas nakas.
"Sudah ku bilang aku tidak mau makan! Aku ingin pulang, sebenernya untuk apa juga kau menculikku?!" ujar Salsa sambil menatap Sam sendu.
"Hmm, apa perlu gue suapin?!" tanya Sam sambil mendudukkan dirinya di bibir ranjang dan mengambil kembali makanan tadi tanpa menggubris pertanyaan Salsa.
"Nih makan gue suapin!" ujar Sam sambil menyodorkan sesendok nasi ke mulut Salsa. Sedangkan Salsa menatap Sam kesal, ia tidak membuka mulutnya.
"Udah mending gue mau suapin, tinggal makan aja apa susahnya sih?!" tanya Sam kesal, ia kembali menyodorkan sesendok makanan tersebut. Namun kali ini dengan memaksa gadis itu untuk membuka mulutnya.
Salsa yang tidak mau malah memberontak, ia menepis tangan Samuel kasar hingga membuat makanan itu jatuh ke lantai dan piring yang ia pegang juga ikut jatuh hingga pecah.
Prangg!!
Samuel langsung berdiri dengan rahang mengeras, ia menatap Salsa dengan wajah sudah memerah karena marah.
"Gue udah baik mau kasih Lo makan!! Bahkan mau nyuapin Lo!! Tapi kenapa Lo selalu buat gue marah?!! Bener-bener yah Lo!!!" Samuel mengangkat lengannya berniat untuk kembali menampar gadis itu yang bahkan bekas kemarin masih ada.
Salsa memejamkan matanya takut. Namun ternyata gak tau kenapa Samuel merasa tidak tega menamparnya, ia mulai menurunkan kembali tangannya dengan perlahan.
"Kenapa tidak jadi?!! Tampar aja!! Ayo sini tampar aja, mumpung luka kemarin belum kering karena gak gue obatin!!!" teriak Salsa sambil menunjuk pipinya.
__ADS_1
Samuel mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat sambil menggertak-gertakkan giginya.
"Mafioso!!" panggilnya yang tak lama dua orang Mafioso yang berjaga di pintu kamar tersebut menghampiri mereka.
"Iyah Tuan?"
"Tolong bersihkan pecahan piring itu!! Sampe benar-benar bersih!!" suruhnya dingin sambil menunjuk pecahan piring tadi.
"Siap Tuan!"
"Biar aku saja yang membersihkannya!" ujar Salsa yang langsung berjongkok membersihkan pecahan piring tersebut.
Samuel memutar bola matanya malas, ia tidak memperdulikan lagi gadis itu mau ngapain. Ia benar-benar sudah muak dengannya, di kasihani saja malah melunjak. Ia mulai berjalan keluar dari kamar tersebut. Namun tiba-tiba ...
"Ahkk!" ringis Salsa sambil memegangi jarinya yang berdarah karena tidak berhati-hati saat membersihkan pecahan piring tersebut.
Samuel sontak memberhentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuhnya. Ia langsung menghampiri Salsa, "Dasar gadis bodoh!! Sok pinter sih, makanya kalau gak bisa bersihin mendingan diem saja!!" ia menarik jari Salsa yang terluka dan tanpa rasa jijik langsung memasukkan ke dalam mulutnya.
Sedangkan Salsa masih terdiam tanpa memperdulikan Samuel, ia juga tidak menyadari apa yang Pria itu lakukan. Gadis itu menatap ke depan kosong dengan pikiran tidak tenang.
'Kenapa perasaanku tidak enak yah? Bunda ... Bunda baik-baik saja kan?' rilih Salsa merasa tidak tenang.
__ADS_1
>Bersambung ....