Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 145


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Detik berganti menjadi menit, menit menjadi jam, dan jam berganti menjadi hari. Hari demi hari dan tak terasa sudah sebulan berlalu. Kini di kediaman meluarga Wijaya yang sudah menetap.


Di sebuah mansion Tokyo, Jepang. Terlihatlah Papah dan Mamahnya Sam yang sedang mengobrol di ruang keluarga sambil menunggu anaknya pulang.


Tak lama Putra yang di tunggunya datang. Sam melewati mereka tanpa berkata apa-apa, bahkan tanpa menoleh sedikitpun. Memang Pria itu kini malah menjadi semakin dingin.


"Sam!" panggil Papahnya.


"Hmmm," gumann Sam sambil menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mereka.


"Sini! Papah mau bicara sama kamu sebentar!" pinta Papahnya.


Sam mengerutkan keningnya heran, "Bicara saja!" ucapnya dingin masih berdiri di tempatnya.


"Sini dulu!"


Sam menghela nafas pelan, lalu mulai berjalan menghampiri orang tuanya.


"Ada apa?" tanyannya setelah duduk di kursi seberang orang tuanya.


"Jadi gini, anak temen Papah yang di Indonesia akan menikah besok. Papah gak bisa datang karena kasihan Mamah kamu kalau harus bolak-balik naik pesawat. Gak mungkin juga kalau Papah pergi sendiri. Jadi sekarang Papah minta kamu sama Aqila datang ke acaranya besok malam. Tidak enak jika tidak datang sama sekali," ujar Papahnya.


"Kenapa harus aku sih Pah?! Aku gak mau!" tolak Sam.


"Kalau bukan sama kamu, sama siapa lagi Papah minta tolong?! Kamu putra satu-satunya Papah, lagian datangnya juga gak sendiri. Sama Aqila, jadi plisss ... "


"Hmm, siapkan saja penerbangannya!" sahut Sam dingin.


"Baiklah, besok kalian berangkat. Ingat acaranya malam hari dan ini nama gedungnya," ucapnya sambil memberitahukan tempat acaranya.


"Hmm, sudahkan? Sam ke kamar dulu," ucap Sam singkat sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Mandi dulu abis itu langsung turun makan malam!" teriak Mamahnya yang sedari tadi hanya menyimak.


Sam menoleh sekilas, lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.


"Hmm, anak itu ..." David menggeleng-gelengkan kepalanya pelan lalu mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa sampingnya, ia langsung memeluknya.


"Sayang," panggilnya sambil menggelamkan wajahnya di leher istrinya.


"Kenapa hmm?" sahut Lia sambil mengelus rambut suaminya.


"Kamu kapan sembuh yah?" tanya David sambil mendongakkan wajahnya menatap istrinya.


"Kenapa?! Apa kamu malu punya istri lumpuh kayak aku?" tanya Lia sambil menatap suaminya sendu.


"B-bukan! Bukan begitu maksudku, aku hanya kangen aja sayang ... Aku kangen di manjain kamu, di siapin pakaian kerja, di pakein dasi dan di masakin kamu. Bahkan sekarang juga aku pengen masakan kamu. Aku pengen kamu cepet-cepet sembuh biar kayak dulu lagi," jelas David sambil menangkup wajah istrinya dan menciumi seluruh wajahnya.


"Hmm, aku mau ngomong sama kamu," ucap Lia pelan yang membuat David menghentikan aktivitasnya dan menatap muka serius istrinya.


"Kalau misalnya aku gak bisa sembuh gimana? Apa kamu masih mau sama aku?" tanyanya yang membuat David tergelak dengan pertanyaan istrinya.


"Kamu ngomong apa sih, kamu pasti sembuh. Kata Dokter harus sering di pake jalan pelan-pelan biar cepet sembuh. Besok kita belajar jalan yah, kamu pasti bisa," ucapnya sambil tersenyum dan kembali mengecup kening istrinya. Wanita yang dulu sering ia sakiti, bahkan saat sedang mengandungpun ia selalu menyakitinya dan bahkan saat ingin melahirkan ia malah ingin pergi meninggalkannya. Lelaki macam apa dia ini? Namun David sadar dan ia sekarang sangat menyayangi istrinya.


Sedangkan di Indonesia, di kediaman Alexander. Di sebuah kamar terlihatlah Salma yang sedang manja sama suaminya, sedari tadi ia terus memeluk suaminya erat.


"Sayang," panggil Jaka lembut.


"Hmm."


"Tadi Reza kasih tahu aku kalau keponakannya Rere mau menikah besok malam. Kita datang yah? Itu juga masih keponakan aku lho," ujar Jaka yang membuat Salma langsung membuka matanya yang sedari tadi ia pejamkan.


"Enggak!" jawabnya singkat dan dingin.


"Kamu gak boleh datang! Aku tidak mau bertemu dengan keluarga tirimu itu! Apa gak ingat apa yang telah mereka lakuin dulu?!" tegas Salma.


Jaka menghela nafas pelan, "Sayang ayolah lupakan dendammu itu. Karena dendam tidak akan ada habisnya, sampai kapanpun kita tidak akan tidak jika terus-terusan di penuhi dendam. Yang menikah Rere lho sayang, bukankah kamu sangat menyukainya? Bahkan baru pertama bertemu saja kamu sudah memujinya. Datang yah, dia gak tau apa-apa lho masa kamu ikutan dendam!" ujar Jaka mencoba membujuk istrinya.


"Hmm, baiklah," jawab Salma sambil kembali memeluk suaminya.

__ADS_1


"Terimakasih ... Aku juga sudah menghubungi anak-anak untuk datang ke sini. Besok penerbangannya," ucap Jaka sambil mengelus lembut rambut istrinya.


"Baiklah terserahmu suamiku tercinta ..." sahut Salma manja sambil menggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Dih, dulu sangat benci sama aku. Sekarang malah sebaliknya," ledek Jaka sambil mencubit hidung mancung istrinya.


"Aww, sakit tau!" pekik Salma sambil mengelus-elus hidungnya.


"Haha, oh iyah kamu belum cerita sama aku. Gimana sih ceritanya pas ketahuan kamu hamil anak pertama kita. Pas aku gak ada," pinta Jaka.


Salma mendongakkan wajahnya dan menatap suaminya serius, "Hmm dulu sebulan setelah kepergian kamu. Aku mimpi, aku mimpi kamu datang bersama anak kecil cantik." Salma menjeda ceritanya yang membuat Jaka penasaran.


"Lalu kamu memberikan anak kecil itu padaku sambil berkata 'Saya titip anak ini yah, jaga dan sayangi dia. Jangan sampai kamu menyakitinya' setelah itu kamu pergi entah kemana. Aku mencoba mengejarnya, namun semakin di kejar malah semakin jauh. Setelah mimpi itu dan besok paginya aku langsung mual-mual bahkan sampai pingsan. Ternyata taunya aku hamil, waktu itu aku sangat bingung antara senang dan sedih karena kukira anak yang kukandung tidak akan mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya," jelas Salma panjang lebar dan tak terasa ia meneteskan air matanya mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


"Iyahkah? Asal kamu tahu, waktu itu aku sedang terbaring lemah di rumah sakit. Aku sedang berjuang mempertahankan hidupku," ucap Jaka yang membuat Salma langsung menatapnya.


"Berapa lama kamu koma?" tanya Salma.


"Selama lima bulan."


"Lama sekali, maaf yah aku malah tidak ada di saat kondisimu seperti itu. Aku malah gak ada di saat kamu sedang berjuang mempertahankan hidupmu! Seharusnya aku ada untuk menjaga dan menyemangatimu," rilih Salma sambil menundukkan wajahnya merasa bersalah.


"Hei tidak boleh merasa bersalah, aku ngerti kok. Dan asal kamu tahu, walaupun kamu jauh tapi kamulah yang sudah membuatku tersadar dari masa kritisku!" ujar Jaka yang membuat Salma mengerutkan keningnya heran.


"Dulu di saat aku kehilangan arah dan tidak tahu ingin kemana. Tiba-tiba kamu datang menjemputku bersama seorang anak kecil cantik mirip sekali dengan kita. Aku mengikutimu dan tahu-tahu ketika membuka mata aku sedang berada di rumah sakit," ujar Jaka sambil tersenyum tipis.


"Kenapa mimpi kita hampir sama? Apa anak kecil itu adalah Salsa? Hmm ... ya bener pas kecil Salsa memang sangat mirip seperti gadis yang ada dalam mimpiku!" ucap Salma meyakinkan jika gadis yang ada dalam mimpinya itu adalah Salsa saat kecil.


"Begitupun denganku!" sahut Jaka.


"Oh iyah, kamu kan sempat mimpiin aku, lalu kenapa kamu malah hilang ingatan? Kenapa gak ingat aku?" tanya Salma penasaran.


"Aku juga gak tau bangun-bangun tiba-tiba udah ada di rumah sakit dan gak ingat apa-apa," jawab Jaka.


"Hmm, sudahlah tidak usah di pikirkan. Ayo kita tidur ..." ujar Salma sambil memeluk suaminya erat dan kembali memejamkan matanya.


>Bersambung ...

__ADS_1


Maaf jika banyak typo bertebaran dan ceritanya kurang menarik;v


Sorry juga karena jarang up, lagi fokus belajar dan gak sempet buat up karena banyak tugas udah mulai daring🤪 Mohon di maklum yah guys


__ADS_2