
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Saya bilang nanti ya nanti!"
"K-kamu?"
"Eh maaf s-saya gak bermaksud seperti itu," Jaka menghela nafas lalu menatap wajah istrinya sendu, "Kalau kamu mau jawab sekarang juga gapapa kok. Saya tunggu jawabannya," ucapnya lagi yang langsung menundukkan kepalanya.
"Nanti aja deh sepertinya kamu sedang badmood," sahut Salma.
"Ya udah sekarang di lanjut makannya yah nanti setelah itu minum obat. Biar cepat sembuh," ujar Jaka sambil tersenyum yang di balas anggukan kecil oleh Salma.
'Aneh banget, tadi aja dingin terus bentak-bentak gitu. Eh sekarang malah manis banget,' batin Salma sambil menatap wajah suaminya heran.
"Kamu kenapa? Ayo cepet ini di makan dulu buburnya, saya suapin lagi yah," ucap Jaka sambil tersenyum lalu kembali menyuapi bubur tersebut.
🍁🍁🍁
Hari cepat berlalu, sudah lima hari lamanya setelah kesadaran Salma dari komanya. Kini akhirnya ia di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah lumayan membaik.
"Jak, Mamah sama Papah mana sih? Kok lama banget?" tanya Salma kepada suaminya yang terlihat sedang asyik mengemasi pakainya. Saat ini mereka masih berada di dalam ruangan sambil menunggu orang tuanya datang menjemput.
Jaka menoleh lalu tersenyum, "Sabar yah bentar lagi pasti datang kok. Mungkin lagi di jalan," ujarnya.
Drrtt-drrtt-drttt!
Baru saja di omongin udah nelfon. Dengan cepat Jaka menggeser tombol hijau di ponselnya setelah melihat siapa yang menelfon.
Call on.
__ADS_1
"Hallo, Assalammu'alaikum! Ada apa yah Mah?" tanya Jaka kepada orang di seberang sana yang ternyata adalah mertuanya.
"Wa'alaikumsalam, Nak Jaka maaf yah Mamah sama Papah ada urusan sebentar. Jadi kemungkinan bakal telat jemput kalian," ujar Bu Sazkia.
"Oh ya udah gapapa, Mah," sahut Jaka.
"Iyah sekali lagi maaf yah, bilangin ke Salma juga. Mamah tutup yah Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam."
Call off.
"Kenapa?" tanya Salma yang melihat wajah suaminya seperti kebingungan.
"Katanya Mamah sama Papah ada urusan jadi kemungkinan bakal telat jemput kita," jawab Jaka pelan namun masih terdengar oleh istrinya.
"Kok gitu sih, aku kan pengen cepet-cepet pulang!" sahut Salma kesal.
"Sabar yah, biar kamu gak bosan. Gimana kalau kita mmm ... ke taman dulu aja?" ujar Jaka yang membuat wajah Salma terlihat senang.
Namun dengan cepat Jaka mencegahnya, "Tunggu dulu! Kamu kan masih sakit, jadi pakai kursi roda aja yah? Nanti saya bantu dorong," ujarnya dan Salma hanya bisa pasrah.
Jaka tersenyum melihat wajah istrinya yang cemberut, lalu ia mengambil kursi roda dan membantu istrinya untuk duduk di sana. Setelah siap ia pun mulai mendorong kursi roda tersebut keluar dari ruangan yang sangat sumpek itu.
Pria itu membawa istrinya keliling taman rumah sakit sambil bercerita, bercanda yang membuat Salma tidak bosan. Lalu setelah puas ia pun memilih untuk duduk di kursi taman.
Salma manatap wajah suaminya yang terlihat kecapek'an sambil tersenyum. Karena tidak mau ketahuan ia pun memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain. Namun tepat sekali malah berhenti di sebuah pedagang yang membuat matanya langsung berbinar.
"Sal, kamu kenapa?" tanya Jaka tiba-tiba karena merasa aneh melihat ekspresi wajah istrinya.
"Mau permen kapas ..." sahut Salma yang masih fokus menatap pedagang di dekat jalan yang ternyata adalah pedagang permen kapas.
Jaka mengerutkan keningnya heran lalu ia mengikuti arah mata istrinya melihat kemana, "Tapi kamu kan---"
__ADS_1
"Plisss ... Cuman permen kapas doang," pinta Salma dengan puppy eyesnya.
Jaka menghela nafas kasar lalu beranjak dari tempat duduknya, "Ya udah kamu tunggu di sini dulu, jangan kemana-mana!" ujarnya yang di balas anggukan oleh istrinya.
Jaka pun mulai berjalan meninggalkan istrinya sendirian menuju pedagang permen kapas yang lumayan jauh sih dari taman tersebut. Dan setelah kepergian Jaka tiba-tiba ada seseorang datang dan langsung duduk di kursi taman yang tadi sempat Jaka duduki.
"Hai Sal!" sapa seorang Pria itu sambil tersenyum.
Salma menoleh ke arahnya lalu kembali menatap ke arah lain, "Hai juga!" balasnya dingin.
"Gue tadi ke kantor Lo dan denger-denger kata karyawan Lo sakit. Karena khawatir ya udah gue langsung ke sini aja. Oh iyah gimana kabarnya sekarang? Udah baikan? Nih gue bawain bunga buat Lo," ujar seseorang tersebut yang tak lain adalah Reza.
"Hmm, udah baikan kok. Dan soal bunga maaf gue gak bisa terima bunga itu," ucap Salma tanpa melihat ke arahnya.
"Lo kenapa sih Sal? Semenjak Lo dekat sama cowok itu gue jadi ngerasa kalau Lo itu ngehindarin gue. Lo juga gak mau terima cinta gue, padahal selama ini gue selalu berusaha untuk dapatin Lo. Katanya Lo juga cinta sama gue, terus kenapa sekarang Lo malah kayak gini? Kenapa malah ngehindarin gue?!" tanya Reza kesal.
"Siapa? Suami gue? Ya panteslah gue deket sama dia, orang dia suami gue!" jawab Salma santai yang justru malah membuat Reza terkejut mendengar kata 'suami'.
"APA?! SUAMI?! J-jadi Lo udah nikah?"
'Anjir ini mulut kenapa sih, pake keceplosan segala lagi. Tapi gapapalah udah terlanjur juga. Ya biarin aja, biar si Reza sadar dan mau jauhin gue,' batin Salma.
"Hmm, gue emang udah nikah. Jadi itu alasan gue tolak Lo dan mending sekarang cukup deh kejar-kejar gue. Karena percuma gue gak akan terima cinta Lo, ya walaupun dulu gue memang mencintai Lo. Tapi perlahan cinta itu udah mulai luntur," ucap Salma dingin.
"Oke deh kalau memang itu mau Lo. Tapi sebelum gue melepaskan Lo, boleh gak kali ini aja gue peluk Lo?" pinta Reza yang membuat Salma langsung terdiam.
'Duh ini si Jaka kemana sih? Masa beli permen kapas aja lama banget,' gerutunya dalam hati.
"Boleh gak?" tanya Reza lagi untuk memastikan dan dengan ragu Salma mengangguk.
Reza tersenyum smrik lalu berhambur memeluk wanita di hadapannya, 'Gue gak akan menyerah Sal. Mau Lo udah nikah ke gue gak peduli, gue tahu Lo nikah karena terpaksa. Jadi gimana pun caranya gue akan terus berusaha untuk mendapatkan Lo. Apapun yang gue mau harus jadi milik gue dan dari dulu gue sangat cinta sama Lo dan ingin memiliki Lo. Tapi Lo selalu menolak karena alesan masih sekolah atau kuliah. Dan sekarang Lo udah kerja, tapi Lo malah nikah sama orang lain. Tunggu aja Sal, Lo bakal kembali ke dalam pelukan gue.' batin Reza sambil tersenyum kecut.
"Salma?!"
__ADS_1
Mendengar itu membuat Salma langsung melepaskan pelukannya. Ia melihat suaminya yang sedang berdiri di hadapannya sambil memegangi sebungkus permen kapas dengan wajah terlihat kecewa.
>Bersambung ....