
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
๐ฃ๐ฃ๐ฃ
"Ada perlu apa kau menyuruhku ke sini?" tanya Refan kepada Ciko setelah sampai di cafe.
"Sudah sebulan lebih, apa kau masih ingat dengan pertaruhan konyol itu?" Ciko bertanya balik.
"Hmm, to the poin aja!" ucap Refan.
"Gue tau Lo udah berhasil ngambil hatinya. Dan gue juga tau Lo memilki perasaan kepadanya. Tapi gapapa, itu mah terserah Lo mau suka sama siapa. Gue tidak mau ingkar janji. Lo menang dan sesuai janji gue dulu. Gue udah kirim beberapa senjata api ke markas Lo," ujar Ciko.
"Oke thanks. Tapi, darimana Lo tau kalau gue suka sama dia?" ucap Refan sambi bertanya.
"Lo pikir gue bodoh, dari tatapan Lo ke dia aja udah berbeda dengan tatapan Lo yang dulu. Dan Lo terlihat bahagia banget saat bersamanya. Apa Lo beneran suka?" sahut Ciko.
"Hmm, gue juga gak tau sih. Tapi yang jelas memang gue merasa bahagia saat bersama dia, jantung gue selalu dag-dig-dug gak karuan saat bersamanya. Dan gue juga merasa nyaman," ucap Refan lagi.
"Mungkin Lo beneran suka."
"Mungkin, oh iyah btw seharusnya Lo tidak perlu kasih gue senjata api sesuai janji Lo dulu. Gue udah gak butuh, justru gue berterimakasih banget sama Lo. Karena pertaruhan itu gue jadi tau ketulusan dan jatuh cinta yang sebenarnya," ujar Refan yang memang sudah sekitar seratus lebih memiliki mantan. Namun ia tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.
"Lo terima aja, gue udah ikhlas dan susah-susah kirim senjata itu ke Lo. Oke sama-sama," ucap Ciko sambil tersenyum. Namun tidak dalam hatinya yang tersenyum smrik dan tatapan tidak dapat di artikan.
'Lo lihat aja Fan, gue yakin sebentar lagi bakal ada masalah dalam hidup Lo. Gue tahu dia, dia pasti tidak akan segan-segan kepada orang yang sudah berani bermacam-macam kepadanya. Hmm, senyumin aja dulu. Asal Lo tau yah, dari dulu gue gak suka sama Lo. Gue iri sama Lo karena selalu di dekati banyak cewek,' batin Ciko.
"Oh iyah Cik, gak ada urusan lagi kan?" Ciko menggeleng, "Ya udah kalau gitu gue duluan yah. Sekali lagi thanks," ucap Refan sambi tersenyum menepuk pundak Ciko dan langsung berlalu pergi.
๐๐๐
Sedangkan di sisi lain, di sebuah markas terpencil di tengah hutan tak tau punya siapa. Mereka sedang heboh karena sudah kecolongan. Dan dengan terpaksa mereka pun menelfon Tuannya yang ada di Jerman.
Call on.
"Hallo Tuan!"
__ADS_1
"Katakan!"
"M-maaf tuan, ada penyelinap masuk ke dalam markas kita. Dia mencuri beberapa senjata api keluaran terbaru yang baru-baru ini tuan buat! Dan dia berhasil kabur. Di--"
"APA?! BAGAIMANA BISA?! KALIAN BODOH ATAU GIMANA SIH?!" bentaknya dari seberang sana.
"M-maaf t-tuan, dia berhasil kabur karena menggunakan boom asap!"
"Saya tidak mau tau, sekarang cari orang itu sampai ketemu!!! Seingat saya pernah menaruh GPS kecil di salah satu barang itu. Sekarang juga saya akan terbang ke sana, kalian harus sudah berhasil membawanya ke markas!!! Tidak mau tau, atau nyawa kalian yang akan melayang!!!" ucapnya dingin dan langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
Takut karena Tuannya sangat marah akhirnya mereka pun segera melakukan tugasnya. Salah satu hackers handal mulai melacak dimana letak senjata api seharga sekitar ratusan miliar itu yang berhasil di curi.
Baru saja Lima menit ia sudah berhasil menemukannya, "Barang yang ia curi berada di sebuah markas xxx. 50 orang dari kalian cepat ke sana dan cari tau siapa pemilik markas itu biar aku yang memantaunya di sini!! Cepat jika tidak mau nyawa kalian melayang!!!" ujarnya kepada ratusan Mafioso markas tersebut.
Mereka pun mengangguk dan langsung bergegas menuju tempat tersebut menggunakan kendaraan masing-masing. Dan tak lama mereka pun telah sampai.
Dor! Dor!
"KELUAR!! DIMANA BOS KALIAN?!" teriaknya yang membuat para Mafioso di markas itu heboh.
"Penyusup!! Penyusup!!"
"Tenang dulu, ada apa kalian mencari Tuan kami?!" tanyannya sambil mengarahkan senjatanya masing-masing untuk berjaga-jaga.
"Tuan kalian sudah berani mencuri beberapa senjata api termahal di markas kami! Dimana dia sekarang?!"
"Kami tidak tahu dia ada dimana, dia sedang tidak ada di sini!" sahut para Mafioso di markas itu.
"Halah, berani berbohong kalian! SERANG MEREKA!"
Buggh! buggh!
Prangg! prangg!
Srett! srett! srett
Dor!
__ADS_1
Begitulah bunyi pertarungan mereka. Namun ada salah satu dari mereka yang dengan pelan berjalan menuju tempat sepi berniat untuk menelfon seseorang.
Call on.
"Ada apa?!"
"Markas kita di serang tuan!" ucapnya pelan.
"APA?! BAGAIMANA BISA? SIAPA YANG BERANI MENYERANG MARKAS?"
"T-tidak tau Tuan, mereka datang-datang mencari Tuan. Katanya tuan sudah berani mencuri beberapa senjata api termahal di markasnya!" ujarnya.
"Apa maksudnya? Perasaan aku tidak merasa pernah mencuri!"
"Tidak tau Tuan, mereka datang marah-marah dan sekarang langsung menyerang gitu aja!"
"Aku ke sana sekarang!" ucap orang di seberang sana yang tidak lain adalah Refan.
"Tidak tuan, ini berbahaya! Sebaiknya Anda bersembunyi saja untuk sementara waktu. Mereka ingin mengincar Anda!" ujar Mafioso tersebut sambil celingak-celinguk melihat keadaan di luar yang sedang terjadi pertempuran.
"Buat apa sembunyi jika aku tidak bersalah?!"
"Tapi tuan, ini sangat berbahaya. Saya tau siapa tuan neraka, walaupun tidak salah pasti dia tidak akan kenal ampun!"
"Baiklah aku akan bersembunyi untuk sementara sampai keadaan membaik. Kau jaga markas!" ucapnya langsung mematikan telfon.
setelah mematikan telfonnya Refan terlihat sangat kesal. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Sialll! Masalah apa lagi ini?! Siapa yang berani menuduhku?! Argghhh!!!" teriaknya sambil memukul setir mobilnya keras. Ia mengambil ponselnya dan langsung mematikannya agar tidak mudah di lacak. Dan juga mematikan GPS mobilnya.
"Ciko?!" serunya tiba-tiba teringat dengan Ciko. Apakah dia yang sudah menjebaknya?
"Ckk, tidak salah lagi. Dia yang sudah memberikanku senjata api dan aku belum melihatnya. Jadi ternyata itu hasil nyuri? Dasar br3ngs3k!" umpat Refan kesal yang langsung menancapkan gas berniat untuk mencari Ciko. Sekalian untuk sementara ia juga ingin bersembunyi dari mereka.
>Bersambung ....
Ngabbb๐
__ADS_1
Sorry aku tidak tau tentang mafia dan ini juga karena ngantuk banget nulisnya aja sambil merem ๐ด Maaf jika banyak typo bertebaran๐