
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Sudah dua Minggu lamanya Salsa koma. Jaka dan Salma setia menunggu Putri kesayangannya hingga sadar. Mereka selalu sabar, sabar dan sabar. Mereka selalu berdo'a meminta kepada yang maha kuasa agar di berikan kesembuhan untuk Putrinya.
"Sayang, ayo dong bangun. Ayah sama Bunda kangen banget sama kamu, kamu gak kasihan sama kita? Ayo dong sayang bangun. Hikss ... Bunda janji setelah kamu sadar Bunda akan turutin semua apa yang kamu mau," rilih Salma sambil menggenggam tangan kanan Putrinya erat dan sesekali menciumnya.
Saat ini Salma sedang menunggu kesadaran Putrinya sendirian. Memang suaminya sedang bekerja karena tadi Papahnya menyuruh untuk ke kantor karena ada masalah.
Cklek!
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Salma menoleh, melihat siapa yang datang. Ia kira suaminya tapi ternyata itu adalah sahabatnya Lia yang datang bersama Putra pertamanya Samuel.
Semenjak Bu Sazkia mengenalkan anak temannya dulu, yaitu Lia. Mereka menjadi akrab dan bahkan sekarang menjadi sahabat. Namun karena kesibukan masing-masing membuat mereka akhir-akhir ini jarang bertemu.
"Assalamu'alaikum," ucap Lia dan Samuel bersamaan.
"Wa'alaikumsalam," sahut Salma yang langsung berdiri dan berhambur memeluk tubuh wanita yang kini menjadi sahabatnya.
"Maaf yah Sal aku baru ke sini sekarang, soalnya aku baru tahu kalau anak kamu kecelakaan. Kamu yang sabar yah, Salsa pasti sembuh kok. Dia gadis yang kuat," ucap Lia sambil mengelus-elus punggung Salma lembut mencoba untuk menguatkan.
"Gapapa, aku juga lupa ngabarin kamu. Hikss ... aku gak tega melihat putriku terbaring lemah seperti sekarang ini. Aku gak tega, andaikan bisa di ganti lebih baik aku saja yang berada di posisinya sekarang. Dia masih kecil Li, dia berhak bahagia," ujar Salma sambil terisak di pelukan sahabatnya.
Lia meregangkan pelukannya lalu menghapus air mata Salma dan menyelipkan anak rambutnya, "Kamu yang sabar yah Sal, kamu harus kuat. Aku ngerti gimana posisi kamu sekarang. Udah jangan nangis lagi, kamu puasa gak?" ucapnya sambil bertanya.
Salma mengusap bekas air mata di pipinya lalu tersenyum tipis. Ia tidak mau kelihatan cengeng di depan sahabat dan putranya, "Puasa, tapi gak sahur. Hanya baca niat sama minum air putih aja," ucap Salma.
"Alhamdulillah, kamu kuat gak? Kalau kamu gak kuat gak usah puasa aja dulu. Kelihatannya wajah kamu pucat gitu," ujar Lia.
__ADS_1
"Insyaallah aku kuat, oh iyah Aqila mana?" tanya Salma sambil celingak-celinguk mencari anak kedua dari sahabatnya.
Aqila adalah Adik perempuan Samuel yah. Umurnya hanya beda sekitar satu tahun setengah dengan Salsa.
"Aqila ada di luar sama Mas David. Kalau di bawa masuk takut berisik," jawab Lia yang di angguki oleh Salma.
"Maaf nih tante kalau boleh tahu Aca kenapa yah?" tanya Samuel yang sedari tadi diam saja. Ia merasa kasihan melihat Adek Aca kesayangannya yang sekarang sedang terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang ada di tubuhnya.
"Salsa kecelakaan Nak Sam, udah dua Minggu dia koma. Dan tangan ... tangan kirinya lumpuh. Hikss ..." jawab Salma yang kembali terisak.
"A-apa tante? Tante lagi bercanda kan? Tante bohong kan?" sahut Samuel tidak percaya, ia langsung duduk di kursi samping kanan brankar sambil menatap Salsa sendu.
"Aca bangun ... Aca gak kangen main sama Kak Sam lagi apa? Udah lama kita gak main kan? Aca gak mau main lagi sama Kak Sam sama Aqila juga. Kita kan senang banget buat Aqila nangis, kalau kamu kayak gini siapa yang temenin Kakak buat Aqila nangis? Hikss ... Ayo bangun dong Aca," ucap Samuel sambil terisak menggenggam tangan Salsa.
Oh iyah umur Samuel sekarang sudah sekitar enam tahun. Sam sangat akrab sekali dengan Salsa, ia sudah menganggapnya sebagai adik sendiri. Dan Aca adalah panggilan sayangnya, karena kecadelan Salsa yang sering memanggil namanya sendiri Caca. Jadi itulah yang membuat Samuel lebih memilih memanggil gadis itu dengan panggilan Aca.
"Kamu yang sabar yah sayang. Do'ain aja Aca semoga dia cepat sembuh dan bisa main lagi sama kamu," ujar Lia sambil menghampiri Putranya dan memeluknya mencoba untuk menenangkan.
Namun tiba-tiba jari-jemari tangan Salsa mulai bergerak. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan dan membuka matanya dengan perlahan. Ia menatap keselilingnya heran, lalu pendangannya terhenti tepat pada Samuel yang sedang terisak di pelukan Ibunya.
Samuel, Lia dan begitupun Salma langsung menoleh ketika mendengar suara imut Salsa yang selama ini mereka rindukan.
"Aca? Kamu udah sadar?!" seru Samuel.
"Salsa sayang akhirnya kamu sadar juga! Gimana sayang? Apa ada yang sakit? Bilang aja sama Bunda? Kamu juga mau apa sayang? Nanti Bunda beliin?" ujar Salma senang.
"Atu ndak mau apa-apa Bunda. Atu mau main cama Kak Cam," sahut Salsa.
"Sayang mainnya nanti aja kalau udah sembuh yah. Sekarang mendingan kamu makan dulu Bunda suapin nanti abis itu minum obat yah?" pinta Salma sambil mengambil semangkuk bubur yang ada di atas nakas.
"Atu ndak mau makan Bunda cama minum obat Bunda! Atu mau main cama Kak Cam," tolak Salsa sambil menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Kamu makan sama minum obat dulu biar cepat sembuh yah sayang. Nanti kalau udah sembuh baru boleh main. Kalau kamunya sakit nanti Kak Sam nya gak mau main sama kamu lho, iyah kan Sam?" ujar Salma berusaha membujuk Putrinya sambil memberi kode dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Samuel yang terlihat kebingungan.
"A-ah iyah Ca, mendingan sekarang kamu makan dulu biar cepat sembuh yah. Nanti kalau kamu udah sembuh baru kita main lagi," sahut Samuel.
"Ya udah deh atu makan," ucap Salsa sambil cemberut, "Tapi Kak Cam yang cuapin yah?" pintanya.
"Iyah Kakak suapin, sini tante biar Sam aja yang suapin Aca," ucap Samuel sambil meminta kepada Salma agar menyerahkan mangkuk bubur yang sedang di pegangnya.
Akhirnya Salsa pun mau makan di suapi Samuel. Walaupun masuk hanya sesuap dua suap, tapi Salma senang karena Putrinya mau makan. Ia juga ikut bahagia bisa melihat Salsa tersenyum lagi.
Cklek!
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah Jaka yang baru saja datang bersama David dan Putrinya Aqila.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam," jawab semuannya, "Mas katanya tadi mau nunggu di luar aja?" tanya Lia kepada suaminya.
"Tadi aku yang suruh suami sama anak kamu ke sini. Kasihan anak kamu udah tidur tuh," sahut Jaka sambil berjalan menghampiri mereka.
"Eh Putri kesayangan Ayah udah sadar? Gimana keadaan kamu sayang? Kamu baik-baik aja kan? Ayah kangen banget lho sama kamu, kamu lama banget sih tidurnya," ujar Jaka sambil mengelus-elus puncak kepala Putrinya.
Salsa hanya terdiam, bayangannya sebelum kecelakaan kembali terlintas. Ia masih mengira jika Jaka itu bukan Ayah kandungannya.
"Lepacin, Ayah butan Ayah kandung Caca! Akh! Bunda tenapa tangan Caca ndak bisa di gelakin?" tanya Salsa ketika ingin mengangkat tangan kirinya namun tidak bisa. Semuanya terdiam dan saling tatap.
>Bersambung...
Guys maaf telat update, maaf jika banyak typo bertebaran dan juga jika ada kata-kata yang kurang enak 🙏
Oh iyah cerita ini di tandain End tapi sebenarnya belum end yah guys. Jangan hapus dulu di fav kalian 😭 Author sengaja tandain end karena takut jarang up. Akhir" ini sibuk 😅 Baca ulang sinopsisnya yah guys.
__ADS_1
Dahlah jan lupa sebelum/sesudah membaca biasakan pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho guys 🥰
...See you guys...