Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 34


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Sekarang belajar bikin sup ayam dulu aja yah," ucap Jaka yang di balas anggukan kecil oleh istrinya.


Kebetulan mereka sedang berada di dapur. Karena Salma yang meminta suaminya untuk mengajarkannya memasak. Salma ingin belajar memasak karena ia merasa tidak enak dan sangat malu sama suaminya. Jaka saja bisa memasak, sedangkan dirinya yang sekarang sudah menjadi seorang istri tidak bisa apa-apa.


"Sekarang kamu potong-potong dulu wortelnya," pinta Jaka yang langsung di turuti oleh Salma.


Melihat istrinya yang malah langsung memotong tanpa mencuci, membersihkannya, dan memotongnya juga tidak benar. Pria itu hanya tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Mmmm, maksud saya gak langsung di potong juga kali," ucap Jaka canggung, Salma menoleh ke arahnya sambil menautkan alisnya bingung.


"Maksudnya kamu cuci dulu wortelnya, nah kalau udah di cuci terus di bersihin. Gini nih bersihinnya," jelas Jaka sambil mempraktekkan. Salma hanya memanggut-manggutkan kepalanya sambil fokus memperhatikan suaminya, "Kalau udah bersih tinggal di potong-potong deh. Di potongnya juga jangan ngasal," Jaka menoleh ke arah Salma sambil tersenyum.


Melihat senyuman manis suaminya membuat Salma salah tingkah dan langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Jaka terkekeh kecil, lalu ia memilih untuk melanjutkan niat awalnya yang ingin mengajarkan istrinya memasak.


Tidak mau membuang-buang waktu mereka pun memilih untuk melanjutkan memasak. Jaka mulai memberitahu apa yang harus istrinya lakukan, Salma hanya menurut dan kadang ia selalu saja salah. Berawal dari memotong wortel yang tidak benar, sayuran kol yang malah di cincang sampe ancur, membersihkan Ayam malah sambil menutup hidungnya dan menjiwir daging ayam tersebut membuat daging itu berapa kali terjatuh ke lantai.


"Sekarang kasih garam," suruh Jaka yang langsung di turuti oleh Salma. Pria itu tersenyum ketika istrinya mulai menyendokkan garam tersebut, namun detik berikutnya ia melotot sempurna ketika melihat Salma malah memasukan lagi garam lebih dari lima sendok makan.


Jaka memejamkan matanya sejenak sambil menghela nafas. Bodohnya ia lupa memberitahu istrinya berapa banyak garam yang harus di masukkan ke dalam sup tersebut.


Salma menoleh ke arah suaminya yang terlihat aneh, "Kamu kenapa?" tanya Salma sambil mengerutkan keningnya.


Mendengar pertanyaan dari istrinya, Jaka mulai membuka matanya secara perlahan. Lalu ia mengembangkan senyumannya mencoba untuk menyembunyikan kekesalannya. Ia harus bersabar karena maklum saja istrinya selama ini tidak pernah ke dapur, "Gapapa kok, cuman ta-tadi kamu masukin garamnya kebanyakan jadi kita ulang lagi buat supnya yah?" tanyanya dengan hati-hati karena ini sudah kedua kalinya sup tersebut gagal.


"Hah?! Di ulang lagi?!" seru Salma yang di balas anggukan kecil oleh Jaka.


"Di coba lagi yah? Saya yakin pasti kali ini berhasil, asal kamu harus fokus dan sungguh aja belajarnya. Mau kan?" tanya Jaka, gadis itu menghela nafas lalu mengangguk.


Sepasang suami istri itu pun kembali membuat supnya. Jaka tersenyum melihat istrinya yang sudah terlihat lancar berkutat dengan alat dan bahan dapurnya. Namun Salma terlihat kesusahan saat mengaduk-aduk supnya yang masih ada di dalam wajan. Tanpa sadar tangan Jaka memegangi tangan Salma dan membantu gadis itu untuk mengaduknya dengan hati-hati karena memang sangat panas.


Dag-dig-dug!

__ADS_1


Mendapat perlakuan itu membuat jantung Salma kembali nge DJ. Posisi Jaka yang sangat dekat berada di belakangnya sambil memegangi tangannya membuat jantung Salma berdegup kencang, apalagi hembusan nafas lelaki itu yang terasa di tengkuknya membuat bulu kuduknya merinding.


Melihat istrinya yang terlihat tidak nyaman membuat Jaka langsung menjauhkan dirinya, "Ah maaf, sa-saya gak sengaja!"


Salma tidak menjawab, ia diam-diam tersenyum sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah memanas seperti kepiting rebus.


"Udah matang tuh, ayo kita cobain!" ucap Jaka memecahkan keheningannya.


Salma hanya mengangguk dan mulai memasukkan secentong sayur sup tersebut ke dalam mangkuk. Lalu ia membawanya ke meja makan, "Silahkan di coba masakan pertamaku. Semoga suka," ucapnya sambil tersenyum memberikan sup tersebut.


Jaka hanya mengangguk sambil membalas senyuman manis dari istrinya. Ia pun perlahan mulai mencicipi sup tersebut, Jaka terdiam seketika sambil menampilkan wajahnya tanpa ekspresi membuat Salma menundukkan wajahnya takut mengecewakan.


"Enak, jauh lebih enak dari masakan saya!" ujar Jaka tiba-tiba yang membuat Salma langsung mendongakkan wajahnya.


"Beneran? Pasti kamu bohongkan cuman mau buat saya senang aja yah kan?" tanya Salma tidak percaya.


"Saya gak bohong kok, ini memang enak. Coba kamu cobain nih," sahut Jaka sambil menyuapi istrinya.


Salma hanya menurut, ia membuka mulutnya dan mulai mencicipi masakannya sendiri, "Mmm, gila ini enak banget. Yey akhirnya aku bisa masak! Yuhuu, mau buktiin ah nanti ke Mamah, Papah sama Oma," seru Salma antusias sambil loncat-loncat seperti anak kecil.


Jaka hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, 'Coba aja dari awal kamu seperti ini, tidak menyakiti saya dulu baru berubah. Semakin ke sini saya semakin bahagia melihat kamu yang tidak kasar lagi, tidak jutek. Yang saya lihat malah kamu seperti anak kecil, bukan seperti Salma yang aku kenal. Semoga aja sikap kamu gak bakal berubah lagi, saya bahagia lihat kamu bisa tersenyum dan selalu tertawa saat di samping saya.' Batin Jaka sambil terus tersenyum melihat tingkah istrinya.


Jaka mengangguk cepat sambil berkata, "Jadi, sekarang juga boleh."


"Tapi kan tangan kamu masih sakit?" ucap Salma khawatir.


"Gapapa kok cuman luka kecil gini nanti juga sembuh kok, kan tadi udah di obatin sama kamu. Saya mau belajar mobil sekarang aja biar nanti gak ngerepotin harus kamu terus yang nyetir," ujar Jaka.


"Hmm, ya udah ayo kita siap-siap!"


***


Kini mereka sudah berada di sebuah lapangan yang lumayan besar. Jaka terlihat sudah duduk di kursi kemudi dan begitupun dengan Salma yang duduk di sebelahnya, "Awas nanti jangan kencang-kencang yah. Hmm sebelumnya aku kasih tau dulu, pedal yang berada diĀ sebelah kiri adalah pedal untuk kopling, pedal yang berada di tengah adalah pedal yang berfungsi untukĀ rem, dan pedal yang berada di kanan adalah pedal untukĀ gas. Dan kalau yang ini pasti tau kan?" Salma menunjuk setir mobil yang membuat Jaka hanya manggut-manggut.


"Ya udah, coba nyalain dulu mobilnya!" pinta Salma.


Jaka pun mulai menyalakan mobilnya, lalu ia mulai melajukannya dengan terlihat santai. Salma hanya terdiam melihat suaminya seperti sudah bisa mengemudi, tetapi kenapa dia bilang tidak bisa? Apa hanya akal-akalan saja biar bisa di ajarkan olehnya? Atau dia memang hanya ingin enak saja tidak mau menyetir, dan malah membiarkan istrinya yang menyetir? Seolah seperti supir taksi dan penumpang.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Jaka membelokkan mobilnya ke kiri sambil menginjak rem membuat Salma malah terjatuh ke arahnya dan posisi mereka sangat dekat sekarang. Tatapan mereka saling beradu.


"Ekhem ..." gadis itu langsung menjauhkan dirinya, mencoba menetralkan dirinya dengan hanya berdehem. "Pelan-pelan!"


"Hehehe, iyah maaf tadi ada anak kecil yang lari-larian," ucap Jaka sambil tersenyum kecil.


"Hmm, kalau di lihat-lihat sepertinya kamu udah bisa ngendarai mobil?" ujar Salma.


"Emang dulu saya pernah belajar mobil sih di kampung. Ya walaupun bukan mobil bagus seperti ini," jawab Jaka.


"Kalau dah bisa kenapa gak bilang dari dulu?!" geram Salma.


"Hehehe, maaf saya cuman takut aja. Jadi bilangnya gak bisa," Jaka terkekeh sambil nyengir seperti kuda.


"Ya udah sekarang kita jalan-jalan aja. Bisa gak?" tanya Salma yang membuat Jaka ragu.


"Hmm, iyah deh."


Jaka pun kembali melajukan mobilnya, namun kali ini ia melajukan ke jalan umum. Namun tidak terlalu banyak pengendara lainnya, yang membuat Jaka lebih leluasa untuk mengemudi.


Sepanjang perjalanan Jaka dan Salma terus bercanda dan tertawa lepas. Dengan lelucon dan gombalan dari Jaka yang membuat Salma senang dan merasa nyaman.


"Mmm, kamu tau gak bedanya makanan sama kamu?" tanya Jaka yang membuat Salma mengernyitkan dahinya heran.


"Kalau makanan untuk mengisi perutku, kalau kamu untuk mengisi hatiku," ucap Jaka yang membuat Salma merona.


"Ihh udah bisa gombal yah sekarang," cibir Salma sambil menggelitiki perut suaminya yang membuat Jaka tidak fokus menyetir.


"Hahahaha ... Sal udah saya lagi nyetir," pinta Jaka.


Salma pun menghentikan aksinya, ia menatap suaminya sambil tersenyum. Dan begitupun Jaka yang juga ikut menetapnya sambil tersenyum manis.


Tanpa mereka sadari ternyata mobil yang Jaka kendarai sedang melewati telonjongan. Yang ternyata di bawah sana ada sebuah mobil truk dari berlawanan arah yang sedang melaju kencang, berniat untuk menyalip mobil di depannya. Karena gagal menyalip membuat mobil tersebut salah jalur, ia malah mengambil jalur yang juga di ambil oleh Jaka. Karena tidak sempat untuk menghindar membuat sepasang suami istri itu panik dan ...


"AAAAAA!"


BRUK!

__ADS_1


Nyaris mobil mereka menghantam mobil truk tersebut, begitupun dengan mobil di belakangnya yang juga ikut terkejut dan malah menghantam mobil mereka bagian belakang. Dan terjadilah kecelakaan beruntun di telonjongan tersebut.


>Bersambung....


__ADS_2