
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Jaka mau gak? Ini enak lho?" tawar Salma yang asyik memakan permen kapasnya.
Jaka hanya tersenyum tipis, lalu kembali terdiam. Kini mereka masih berada di taman rumah sakit, memang setelah kepergian Reza sedari tadi Jaka hanya diam saja tidak berkata-kata.
"Kamu kenapa sih?" tanya Salma sambil mengerutkan keningnya.
"Gapapa," jawabnya datar.
"Beneran ini gak mau?" tanya Salma lagi sambil menyodorkan permen kapas ke arah suaminya.
"Gak, buat kamu aja," ucap Jaka sambil tersenyum tipis lalu ia mulai mendekatkan dirinya dan menempelkan jempolnya ke sudut bibir istrinya berniat untuk membersihkan permen kapas yang tertinggal di sana.
'Duh gak baik lama-lama deket sama dia nih. Nanti yang ada bisa-bisa mati konyol karena di sentuh sama suami. Huh ... jantung kamu tenang yah,' batin Salma sambil terdiam memaku menatap wajah suaminya yang sangat dekat.
"Eh, ma-maaf tadi ada permen kapas di bibir kamu," ucap Jaka salah tingkah sambil mengalihkan pandangannya tidak berani menatap istrinya.
Sedangkan Salma ia malah tersenyum dan tanpa sadar tubuhnya mulai maju ke depan. Dan ...
Cup!
Jaka terdiam mematung menatap wajah istrinya tidak percaya. Seketika detak jantungnya berhenti berdegup, ingin sekali ia berteriak. Apakah ia mimpi? Ataukah ini hanya halu? Jika mimpi ia tidak ingin bangun dari mimpi manisnya yang sangat langka ini. Istrinya yang dulu tidak menganggapnya dan selalu menyakiti hatinya, kini mencium pipinya lembut?
__ADS_1
Bukan hanya Jaka yang terdiam tak percaya. Begitupun dengan Salma yang masih terdiam memaku dengan wajah yang sudah sangat merona seperti kepiting rebus. Ia memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya, tidak mau menatap wajah suaminya karena malu.
'Duh Salma bodoh banget sih Lo, kenapa maen nyosor segala coba? Mana di depan umum lagi? Bodoh ... Bener-bener bodoh! Terus sekarang harus gimana dong? Arghh ... Hancurlah harga diri Lo. Hikss ...' batin Salma merutuki dirinya sendiri.
'Saya gak lagi mimpi kan? D-dia cium pipi saya di depan umum?' batin Jaka kebingungan, karena memang banyak orang yang berlalu lalang. Yang pastinya melihat kelakuan Salma pas mencium suaminya.
Ekhem-ekhem!
Sepasang suami-istri itu langsung tersadar dari lamunannya masing-masing ketika mendengar suara deheman. Salma membuka matanya perlahan lalu menatap ke depan, terlihat kedua orang tuanya yang sedang berdiri di hadapan mereka dengan tersenyum jahil.
"Udah berani cium-cium pipi nih! Lain kali di bibir aja yah, eh tapi inget. Jangan di depan umum juga kali, malu-maluin!" sindir Bu Sazkia melirik putrinya sambil tersenyum jahil.
Jaka menoleh ke arah wanita di sebelahnya yang terlihat sedang tersenyum sambil menundukkan wajahnya yang sudah merona.
"Nak Jaka, istri kamu kenapa mukanya merah gitu tuh? Mau di cium juga kali," goda Bu Sazkia.
"Ih Mamah apa-apaan sih! Udah ah ayo pulang! Salma udah gak betah di sini," ujar Salma mengalihkan pembicaraan.
"Udah lah Mah, gak lihat tuh wajah mereka udah merah gitu," ujar Pak Devan pada akhirnya.
***
Setelah kejadian di taman tadi, Pak Devan mengajak anak dan menantunya untuk segera pulang. Saat ini mereka masih di dalam perjalanan, sedari tadi hanya ada keheningan di antara mereka. Pak Devan yang fokus menyetir, Bu Sazkia yang asyik memainkan ponselnya dan begitupun Salma yang sedang tertidur sambil menyenderkan kepalanya di pundak suaminya. Sedangkan Jaka malah asyik melihat keramaian jalanan kota Jakarta lewat jendela mobil.
Tidak lama mobil yang mereka tumpangi pun telah sampai di kediaman Alexander. Karena tidak tega membangunkan istrinya, Jaka memilih untuk menggendongnya.
"Mah, Pah Jaka bawa Salma masuk dulu yah. Nanti barang-barangnya biar Jaka aja yang masukin ke dalam," ujar Jaka yang berniat ingin masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Gak usah, nanti biar Pak Mamat aja yang bawa ke dalam. Mamah sama Papah juga mau langsung pamit aja," sahut Bu Sazkia.
"Emangnya Mamah sama Papah gak mau tinggal di sini lagi?" tanya Jaka sambil mengerutkan keningnya.
"Bukan begitu, kita cuman kasihan sama Oma. Terus kita juga sengaja ninggalin kalian di sini, biar kalian bisa mandiri aja tanpa pengawasan dari kita. Kalian kan udah nikah, jadi kita gak mau kalau kita di sini nanti yang ada Salma selalu mengadu sama kita. Kamu tahu sendiri kan Salma anaknya manja kalau sama kita, jadi Mamah sama Papah minta tolong ke kamu
untuk didik istri kamu. Buat istri dia berubah dan bisa hidup mandiri tidak manja lagi. Sekalian tuh ajarin masak, cuci baju, cuci piring, nyapu, ngepel. Soalnya sama sekali dia gak pernah pegang alat-alat yang berurusan dengan pekerjaan rumah. Kecuali pekerjaan kantor, dia kan udah nikah. Jadi seharusnya dia bisa dong jadi ibu rumah tangga," jelas Bu Sazkia.
Jaka hanya mengangguk paham, "Ya udah kalau gitu Jaka bawa Salma ke dalam dulu yah. Mamah sama Papah hati-hati di jalan."
"Oh iyah, semalam Mamah sempet ke sini. Katanya Bi Inez pulang kampung, ibunya sakit. Mau Mamah panggilan gantinya untuk sementara? Atau gimana?" ujar Bu Sazkia.
"Udah gak usah Mah, cuman bersih-bersih sama masak mah gampang. Nanti sekalian ajarin Salma juga," sahut Jaka sambil tersenyum yang di angguki oleh Bu Sazkia.
Jaka pun kembali pamit dan dengan segera ia turun dari mobil membawa istrinya masuk ke dalam rumah. Setelah sampai di dalam kamar Jaka mulai merebahkan tubuh mungil istrinya ke kasur.
Ia mengelus puncak kepalanya lembut, lalu mengecup keningnya singkat. "Tidur yang nyenyak yah, cepat sembuh," ucapnya sebelum beranjak dari tempat duduknya.
Pria itu memilih untuk keluar dari kamarnya menuju sebuah kamar kosong yang dulu sempat di tempati ibunya.
"Assalamu'alaikum," ucap Jaka setelah membuka pintu.
Jaka mulai berjalan masuk ke dalam dengan perlahan berniat untuk mencari barang-barang ibunya masih ada di sana. Rasanya saat ini ia sangat merindukan ibunya. Pria itu membuka laci yang tidak jauh dari ranjang tersebut dan tidak sengaja menjatuhkan sebuah buku diary.
Karena rasa penasaran yang amat dalam, dengan perlahan ia mulai membuka buku tersebut dan membaca dengan seksama rangkaia kata yang tertera di dalam sana.
Mata Jaka membulat sempurna, mulut di tutup menggunakan sebelah tangannya. Dan tak terasa air matanya lolos membasahi wajah tampannya, "J-jadi ..."
__ADS_1
>Bersambung ....
Guys minta tolong dong. Usahakan sebelum/sesudah membaca itu pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho 🥺