Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 62


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Salma terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal. Ia menatap keselilingnya mencari keberadaan suaminya.


"Jak, Jaka! Kamu dimana?" teriak Salma ketakutan, takut kehilangannya lagi untuk kedua kalinya.


Wanita itu beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi sambil memegangi perutnya yang sudah membuncit. Dan hasilnya tetap sama, tidak ada suaminya di sana.


Salma terduduk lemas di bibir ranjang sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong, "Ternyata semua itu hanya mimpi? Kalau memang iyah, kenapa aku harus terbangun dari mimpi indah itu? Kenapa aku gak tidur selamanya aja? Hikss ..." ucapnya sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.


"Nggak ... Aku nggak boleh lemah, aku harus kuat. Demi anakku," gummannya kemudian sambil mengusap air matanya.


Bumil itu kembali bangkit dari ranjang menuju keluar kamar berniat mencari keberadaan Mamah Papahnya.


"Mah, Pah?!!" tidak ada sahutan.


"Mamah, Papah?! Oma?! Kalian dimana?!" tetap hening, tidak ada yang nyahut.


Dengan perlahan Salma menuruni anak tangga satu persatu hingga ke lantai dasar, "Bi! Bi Sisil?!!"


"Bi! Bibi tahu gak Mamah sama Papah ke mana?!" teriaknya lagi. Namun hasilnya tetap nihil, tidak ada yang menyahut.


Karena tetap tidak ada yang menyahut, Salma berjalan keluar rumah berniat memanggil penjaga rumahnya yang siapa tahu kali ini ada.


"Mang Jangkrik?! Mang Kodok?! Pak Mamat?! Kalian dimana?!" teriak Salma ketakutan.


"Argghhh! Apa semuanya juga ikut pergi meninggalkanku sendirian? Hikss ..." teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


Ia menatap ke atas sendu melihat pemandangan langit di malam hari yang semakin indah di hiasi bintang-bintang kecil. Namun tiba-tiba lampu mati yang membuat Salma ketakutan. Dan ia di kagetkan dengan beberapa letusan kembang api yang tak tahu siapa yang menyalakannya terlihat indah di atas langit. Berbarengan dengan suara letusan tersebut, terdengar juga sebuah lagu yang tak tahu siapa penyanyinya.


~Menatap kepergian dirimu ...


Menatap menangis sedih tak tertahan ...


Terbayang saat bersama, lewati masa terindah ...


Saat kau memelukku, tuturkan cinta ...


Kaulah seluruh cinta bagiku ...


Yang selalu menentramkan perasaanku ...


Dirimu 'kan selalu ada disisiku selamanya ...


Kau bagaikan nafas di tubuhku ...


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku ...


Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama ....


Tak sanggup ku memikirnya lagi ...


Habis separuh nyawaku tangisimu ...


Tiada lagi bait terindah, terdengar merdu terucap ...


Merayu menyanjungku, tenangkan jiwa ...


Kaulah seluruh cinta bagiku ...


Yang selalu menentramkan perasaanku ...


Dirimu kan selalu ada di sisiku selamanya ...


Kau bagaikan nafas di tubuhku ...


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku ...


Ku kan selalu memujamu ...


Hingga nanti kita 'kan bersama ...


Tiada cinta yang setulus cintamu ...


Tiada yang sanggup gantikan dirimu ...


Tiada rasa seindah kasihmu ...


Tiada yang mampu temani diriku ...

__ADS_1


Kaulah seluruh cinta bagiku ...


Yang selalu menentramkan perasaanku ...


Dirimu kan selalu ada di sisiku ... selamanya, hoo-ooo ...


Kau bagaikan nafas ditubuhku ...


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku ...


Ku 'kan selalu memujamu ...


Hingga nanti kita 'kan bersama


Huu-uuu ....


Kau bagaikan nafas ditubuhku ....


Yang sanggup menghidupkan segala gerakku ...


Ku kan selalu memujamu ...


Hingga nanti kita 'kan bersama ...


Tiba-tiba lampu kembali menyala, dan terlihatlah Suaminya dan yang lain sudah berdiri di hadapannya dengan memegangi kue bolu berserta senyuman manisnya.


Ku kan selalu memujamu ...


Hingga nanti kita 'kan bersama ....


Di akhirinya lagu tersebut yang ternyata penyanyinya adalah Reza dan Rara. Mereka duet menyanyikan lagu tersebut.


"Happy birthday my wife ..." ucap Jaka sambil tersenyum memegangi sebuah kue buatannya sendiri.


Salma membalas senyumannya dengan wajah yang terlihat masih terkejut. Namun dengan perlahan ia mulai meniup lilin yang menunjukkan angka dua puluh empat di kue tersebut.


Prok-prok-prok!


Jaka mulai mendekat, dan mengecup kening istrinya lama tanpa memperdulikan banyak orang di belakangnya, "Sekali lagi selamat ulang tahun, maaf telah membuatmu ketakutan tadi."


"Aku gak lagi mimpi kan?" Jaka menggeleng. Tidak tahan lagi, Salma langsung berhambur masuk ke dalam pelukan hangat suaminya sambil terisak.


"J-jadi ini semua kerjaan kamu? Aku pikir selama ini aku hanya mimpi indah melihat kamu yang masih ada. Tapi ternyata kamu memang masih ada, aku benar-benar takut. Takut kehilangan kamu lagi," ujar Salma sambil mempererat pelukannya.


"Ekhem-ekhem ... Udah dong Non pelukannya! Nanti di lanjut aja di kamar, biar bisa lebih puas! Gak lihat apa ada jomblo nih," sindir ketiga semprul yang membuat Salma langsung melepaskan pelukannya.


"Hehehe, maaf yah Non. Tapi sebelumnya selamat ulang tahun buat Non, semoga sehat selalu Non sama bayinya!"


"Makasih."


"Happy birthday Sal," ucap Reza sambil memberikan sebuah kado.


"Happy birthday Kak Salma, ini ada kado dari Rara."


Satu persatu pada mengucapkan selamat dan memberikan hadiah, "Makasih banyak semuanya, tapi menurutku ini sangat berlebihan."


"Oh iyah Sal, ikut aku yuk!" ajak Jaka tiba-tiba.


"Kemana?"


"Ikutin aja kali Non," sahut Pak Mamat.


"Ya udah ayo!" ucap Salma sambil menggandeng tangan suaminya.


"Tapi kamu tutup matanya dulu yah," pinta Jaka yang membuat Salma mengerutkan keningnya heran. Namun wanita itu tetap menurut.


Jaka mulai menuntun istrinya menuju taman belakang. Dan setelah sampai ia mulai membuka penutup mata matanya dengan perlahan, "Sekarang kamu boleh buka matanya."



Salma melongo sambil menutup mulutnya menggunakan tangan. Ia menatap suaminya dengan mata berbinar.


"Suka?" tanya Jaka sambil tersenyum.


"Suka banget ..." sahut Salma yang langsung berhambur memeluk suaminya.


"Hore, makan-makan! Yuhuu!" teriak tiga semprul heboh yang langsung berlarian menuju meja makan yang telah di hias.


Semuanya hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kepala. Gedeg melihat keluan ketiga penjaga rumahnya. Jadilah malam yang special menurut Salma, karena pertama kalinya merayakan ulang tahun bersama suami dan keluarganya yang kini menjadi keluarga besar.


Salma dan Jaka memilih duduk paling pojok. Mereka pun mulai makan bersama.


"Aku suapin yah," ucap Jaka yang terus saja memaksa untuk menyuapi istrinya walaupun sudah ditolak beberapa kali.

__ADS_1


"Aku bisa makan sendiri," sahut Salma.


"Nggak pokoknya aku suapin, tadi baby nya bisikin ke aku katanya mau di suapin Papih," ujar Jaka beralasan.


"Masa? Bisa aja kamu," cibir Salma yang tidak di gubris oleh suaminya. Jaka memilih untuk menyuapinya.


"Masakan siapa?" tanya Salma.


"Aku dong!"


"Ini apa?" tanya Salma sambil mengerutkan keningnya heran sambil menunjuk lalap yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


"Lalap salada," jawab Jaka.


"Makanan kampung yah? Gak mau ah aku gak suka," ucap Salma.


"Belum juga di makan, cobain aja dulu. Enak lho," ujar Jaka.


Dengan perlahan Salma mengambil lalap yang menghiasi piringnya. Baru saja di angkat tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh mengenai piring tersebut.


"Cincin? Punya siapa?" tanya Salma heran melihat barang yang ternyata itu adalah sebuah cincin, "Bagus banget," gumamnya sambil mengambil cincin tersebut.


"Kalau ada di piring kamu, berarti kamu yang beruntung dong," ucap Jaka santai.


"M-maksudnya ini cincin buat aku?" tanya Salma masih tak mengerti yang tidak di hiraukan oleh suaminya.


Jaka mengambil cincin tersebut lalu memakaikannya ke jari manis istrinya, "Cantik," gumamnya sambil tersenyum.



"Dari kamu? Makasih yah," ucap Salma senang.


"Maaf yah aku hanya bisa kasih itu, aku memang gak romantis juga," ucap Jaka sambil menggenggam tangan istrinya.


"Gapapa, segini aja aku udah berterimakasih banget. Menurutku ini terlalu berlebihan," sahut Salma.


Selesai makan mereka sibuk masing-masing. Salma dan Jaka yang memilih berduaan sambil menatap indahnya pemandangan langit di malam hari. Sedangkan Bu Sazkia, Oma, Bi Sisil sibuk mengobrol, begitupun dengan Pak Devan, Pak Doni dan ketiga semprul sedang asik main kartu. Begitupun dengan Reza, Sherin yang sedang pendekatan. Sedangkan Rafaela yang sedari tadi asik menganggu Rara yang sedang makan. Sedari tadi ia terus meledeknya yang membuat Rara kesal dan selalu marah-marah. Mereka memang di undang untuk ikut merayakan ulang tahun Salma.


Salma menyenderkan kepalanya di bahu Jaka, ia menatap ke atas melihat indahnya langit dengan di hiasi bulan dan bintang. Sesekali ia memainkan cincin pemberian suaminya sambil tersenyum-senyum tidak jelas hingga ia ketiduran karena lelah.


"Tidur ternyata," gumman Jaka sambil mengelus-elus lembut rambut istrinya yang ternyata sudah tidur, pantas saja hening tidak ada suara lagi.


"Oh jadi kalian di sini?!!!" tiba-tiba ada seseorang yang datang yang membuat semuanya terkejut dan langsung menoleh.


"Mamah, ngapain di sini?"


"Mamah sudah tahu semuanya! Mas, mana anak dari mantan pacar kamu itu?! Gara-gara dia, kamu tega ninggalin keluarga kamu! Sampe-sampe istri kamu sakit saja kamu tidak peduli! Mana dia Mas?!" tanyanya sewot yang tak lain adalah Bu Ica.


>Bersambung.....


SALMA ALEXANDER.





JAKA PURNOMO ARSAWIJAYA.



 



Babang Jaka pas udah keren 😂


SHERIN MAHASTAMA.




REZA PUTRA ARSAWIJAYA.



RARA PUTRI ARSAWIJAYA.



RAFAEL MAHASTAMA.

__ADS_1



Maaf yah kalau gak cocok kalian ngehalu sendiri aja. Author males nyari 🙏


__ADS_2