
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Samuel membawa Salsa ke ruang bawah tanah. Dan setelah sampai di sana ia langsung menghempaskan tubuh gadis itu dengan kasar hingga terjatuh.
"Ahkk!"
"Salsa?!" pekik seseorang yang membuat Salsa langsung mendongakkan kepalanya.
"Refan?" ucap Salsa pelan sambil menatap Pria yang sedang di pegangi oleh beberapa Mafioso dengan wajah babak belur.
"Kamu baik-baik aja kan?! Apa dia selalu menyakitimu?! Wajahmu pucat sekali?!" banyak pertanyaan keluar dari mulut Pria itu yang hanya di balas senyuman kecil oleh Salsa.
"Aku baik-baik saja kok," ucapnya sambil tersenyum.
"Baik-baik saja gimana?! Wajahmu pucat sekali, apa kau sakit?!" ujar Refan khawatir.
"Hei kau!" panggil Refan. Samuel menoleh ke arahnya dengan malas.
"Lepaskan dia! Lo punya masalah dengan gue, gue yang salah! Jadi sakiti saja gue!" ujar Refan yang membuat Sam tersenyum smrik. Pria itu mulai berjalan menghampirinya.
"Akhirnya ngaku juga Lo yang salah! Kenapa tidak dari dulu aja?! Kenapa Lo malah kabur-kaburan?! Apa Lo tega biarin pacar Lo itu tersiksa di sini?!" tanya Sam sambil mencengkram dagu Refan kuat.
Refan hanya diam sambil memutar bola matanya malas.
"Untuk kedua kalinya kau membuat masalah dengan gue! Dulu kau mengambil pelanggan gue dan sekarang Lo curi barang gue terus kabur gitu aja. Apa Lo tidak mikir! Gue susah payah membuatnya dan sekarang Lo malah curi gitu aja! Apa Lo tidak sanggup membelinya?!" bentak Sam sambil menguatkan cengkramannya.
"Gue masih mampu membelinya, dan asal Lo tahu. Sekarang gue sudah tidak butuh lagi benda seperti itu. Gue sudah tidak jadi Mafia lagi. Jadi mana mungkin gue mencuri barang Lo! Gue hanya di jebak oleh--"
__ADS_1
"Maling mana ngaku! Dulu gue udah ngasih Lo kesempatan! Tapi sekarang gue tidak akan pernah melepaskan Lo!" Sam mengeluarkan pisau kesayangannya. Lalu ia mulai menggoreskannya ke pipi dan tangan Refan.
"Ahkk!" rintih Refan kesakitan.
"Apa kau bilang?! Masih kurang? Mau tambah lagi? Oh baiklah, sepertinya akan terlihat indah jika aku melukisnya di tubuhmu," tanya Sam sambil tersenyum smrik dan kembali melukai Refan yang hanya merintih kesakitan.
"Siapa suruh bermain-main denganku!"
"Ahkk! Hen-hentikan!"
"Refan ...?" Salsa menatap Refan sendu dan karena benar-benar merasa tidak tega ia langsung menghampiri Sam dan memegangi tangan Pria itu untuk menghentikan semuanya.
"Stopp!! Aku mohon kau berhenti!! Jangan sakiti dia, jika mau sakiti saja aku!!!" teriak Salsa sambil menarik-narik lengan Sam.
"Kau diam saja!!" Sam kembali menghempaskan tangan Salsa dengan kasar, "Apa kau membelanya gadis bodoh?! Bahkan dia sendiri sudah tega membohongimu!" ia menarik dagu Salsa sedikit kasar, kali ini ia tidak bisa mengendalikan emosinya karena memang ia sangat marah dengan Refan.
"Apa maksudmu?! Lepaskan tangan kotormu itu! Jangan pernah kau sekali-kali menyakiti wanitaku!" pinta Refan yang malah di ejek oleh Sam.
"Apa yang kamu maksud?" tanya Salsa bingung.
"Apa kau ingin tahu keburukan cowokmu ini gadis bodoh?! Sebenarnya dia hanya mempermainkanmu," ujar Sam sambil merongoh saku celananya dan menunjukkan Vidio Refan yang sedang mengobrol dengan Clara beberapa Minggu yang lalu.
(Masih ingatkan Refan yang menegur Clara untuk tidak menggangu Salsa lagi dan dia mengatakan kalau dia mendekati Salsa hanya karena sebuah taruhan? Kalau tidak ingat baca lagi deh dari eps berapa yah?🤔 gak tau dah aku juga lupa)
Salsa menatap layar ponsel itu tak percaya, ia menutup mulutnya dan tidak terasa air matanya menetes. Gadis itu menatap Refan dengan wajah kecewa.
"Aku tidak menyangka kamu menjadikanku hanya sebagai taruhan. Sebenernya kamu anggap apa aku ini?!! Hikss ... Ku kira kamu beda dengan yang lain, aku kira kamu itu sangat baik dan benar-benar tulus mau berteman denganku! T-tapi nyatanya apa? ..."
"Salsa tidak gitu! Aku tidak bermaksud menyakitimu! Memang awalnya aku hanya menjadikanmu sebagai taruhan. Tap--" ujar Refan mencoba untuk menjelaskan. Namun malah di potong oleh Salsa.
"Cukup!! Aku tidak butuh alasan!! Kau jahat, aku sangat kecewa padamu Refan!!!" ucap Salsa sambil menangis.
__ADS_1
"Sial, ini semua gara-gara kau! Dari mana kau bisa dapat Vidio itu?!"
Sam mengerutkan keningnya, "Apa kau tidak tahu jika kampus itu milikku?! Jadi wajar dong jika aku mendapatkan rekaman cctv beberapa Minggu yang lalu.
"Sa aku benar-benar minta maaf! Aku bisa jelasin, ini semua hanya salah paham!" Refan kembali membujuk Salsa agar mendengar penjelasannya. Ia mencoba memberontak agar bisa terlepas dari para Mafioso itu.
"Sudahlah aku tidak butuh penjelasan!"
"Apa kalian sudah selesai? Aku sudah muak melihat drama ini? Hmm baiklah sepertinya pacarmu juga sudah tidak membutuhkanmu lagi. Dan aku juga sudah sangat muak melihat wajahmu! Jadi akan lebih bagus jika kau mati saja!" ujar Sam sambil mengeluarkan pistolnya yang membuat Salsa dan Refan membulatkan matanya.
"Apa kau tidak mau mengucapkan selamat tinggal sebelum pergi dari dunia ini?!"
"Apa yang kamu lakukan?! Kamu jangan gila!! Aku memang kecewa padanya, tapi aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya!" ucap Salsa kembali menarik-narik lengan Sam agar tidak melakukan hal gila itu.
"Sudahlah Sa, lagian orang sepertiku tidak pantas hidup. Sekali lagi aku minta maaf karena telah membuatmu kecewa dan terimakasih untuk semuanya," ujar Refan pasrah.
"Apa kau dengar? Pacarmu saja sudah pasrah! Sebaiknya kau minggir saja! Mafioso!!" Sam memanggil salah satu Mafioso dan memberikan kode. Mengerti maksud Tuannya itu Mafioso itu langsung menarik Salsa sedikit menjauh dari sana agar tidak mengganggu tuannya.
Samuel langsung mengangkat pistolnya, ia mengarahkan pistol tersebut ke tubuh Refan sambil tersenyum smrik.
"Aku mohon jangan lakukan itu!!! Hikss ... Refannn!!!" teriak Salsa sambil terisak. Ia memberontak mencoba melepaskan dirinya.
Refan hanya menatap gadis itu sambil tersenyum tipis, lalu ia mulai memejamkan matanya pasrah. Tak mau berlama-lama Sam mulai menarik pelatuk pistol tersebut dan ....
DOR!!
"AHKK!"
"SALSA!!!"
>Bersambung ....
__ADS_1