Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 157


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


๐Ÿฃ๐Ÿฃ๐Ÿฃ


Nomor tidak di kenal itu terus mengirimkan pesan-pesan seperti itu yang membuat Salsa tidak tenang. Ia juga merasa gelisah karena orang itu bilang jika dia akan terus mengawasinya.


Tidak mau memikirkannya lagi, Salsa memilih pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ia ingin melaksanakan sholat Dzuhur yang sempet tertunda.


Usai melaksanakan sholat ia memilih untuk tidur karena memang sangat merasa lelah.


***


Kini detik berganti menit, menit berganti jam. Dan tak terasa hari sudah mulai malam. Usai sholat Maghrib Salsa langsung bersiap-siap, ia tidak lupa dengan janjinya yang ingin pergi dinner bersama Sam.


Saat ini ia sedang berkaca untuk melihat penampilannya. Ia tersenyum-senyum sendiri melihat dirinya di kaca.


"Masyaallah, aku cantik juga yah pake jilbab," gumamnya memuji dirinya sendiri.


Memang Salsa sudah mulai berhijab karena Bundanya yang minta. Oh tidak, sebenarnya memang sudah keinginannya sendiri untuk menutup aurat. Ia juga sadar jika dirinya sudah besar bukan anak kecil lagi. Tidak seharusnya ia terus-terusan melihatkan auratnya kepada semua orang, walaupun itu hanya sehelai rambut.


Ting!


Saat sedang asyik mengaca tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk dari ponselnya. Ia segera melihatnya yang ternyata pesan dari Sam.


๐Ÿ’ŒAku sudah berada di depan.


Salsa langsung membalasnya, lalu ia berjalan keluar kamar berniat menghampiri Sam. Namun sebelumnya ia tidak lupa mencari Ayah, Bundanya untuk pamit.


"Ayah, Bunda! Kalian dimana?!" teriaknya yang tak lama mendapat sahutan dari Bundanya.


"Ayah sama Bunda di meja makan sayang! Ayo sini kita makan malam!" sahut Salma.


Mendengar itu Salsa pun langsung menghampirinya. Terlihat Ayah dan Bundanya yang sedang sibuk menyiapkan untuk makan malam.


"Kamu mau kemana? Sudah rapi begitu?" tanya Salma penasaran.


"Ayah, Bunda, aku mau mau minta izin mau dinner sama Kak Sam. Apa boleh?" tanya Salsa sambil menunduk.


"Dinner sama Sam? Baiklah boleh saja asal jangan pulang terlalu larut," jawab Salma sambil tersenyum senang ternyata Putrinya sekarang sudah mulai berhijab.


"Baiklah, terimakasih Bunda. Tapi, apakah Ayah mengizinkan?" ucap dan tanya Salsa sambil menatap Ayahnya.


"Pergilah, kamu hati-hati. Jaga dirimu baik-baik, jangan sampe pulang terlalu larut. Jika jam sepuluh belum pulang, ayah tidak akan mengizinkan kamu keluar malam lagi. Ingat kamu itu anak gadis, tidak boleh keluyuran malam-malam," ujar Jaka tegas.


"Baik Ayah, Salsa janji tidak akan pulang terlalu larut," sahut Salsa.


"Kalau gitu Salsa pamit, assalamu'alaikum!" gadis itu menciumi punggung tangan kedua orang tuanya.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati!"


Salsa berlalu keluar rumah berniat menghampiri Sam. Terlihat Pria itu yang sudah menunggu di depan gerbang dengan menyenderkan tubuhnya ke mobil bagian depan.


"Kak Sam, maaf lama nunggu yah?"


Mendengar itu sontak Sam langsung menoleh. Bukannya menjawab gadis itu ia malah melongo menatap kecantikan gadis di depannya. Memang Salsa memolesi wajahnya dengan bedak dan limbam walaupun tipis tapi terlihat sangat cantik yang membuat Sam terpesona.

__ADS_1


'Massyaallah, Aca makin cantik jika seperti ini.' batinnya terpesona.


"Kak Sam!" panggil Aca.


"Ah iyah kenapa?" tanya yang tersadar, ia langsung mengalihkan pandangannya.


"Kakak, yang kenapa malah bengong?!" tanya Salsa.


"Ekhem, tidak kenapa-napa. Apa kamu sudah izin kepada orang tuamu?" Sam mengalihkan pembicaraan.


"Sudah Kak, mereka izinin tapi jangan pulang terlalu larut," jawab Salsa.


"Baiklah, ayo takutnya nanti malah kemalaman," ajak Sam sambil membukakan pintu mobil untuk Salsa, "Silahkan."


"Terimakasih," ucap Salsa sambil tersenyum.


Sam membalas senyumannya, lalu ia menutup pintu mobil dengan pelan. Dan setelah itu ia berjalan memutari mobil untuk ikut masuk ke dalam juga.


Sam pun mulai mengemudikan mobilnya menuju sebuah tempat. Tidak terasa beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah restaurant.


"Silahkan turun tuan Putri," ucap Sam sambil membungkuk membukakan pintu mobil untuk Salsa.


"Terimakasih ... Kak, kenapa restaurantnya sangat sepi sekali?" tanya Salsa bingung sambil menatap halaman depan restauran yang sangat sepi. Karena biasanya yang ia tahu selalu ramai, apalagi sekarang malam Minggu.


"Hmm, kamu tutup matanya dulu yah," pinta Sam yang membuat Salsa mengernyitkan dahinya.


"Pake aja nanti juga tau," ucap Sam sambil berniat memasangkan penutup mata kepada Salsa.


"Tapi nanti gak bisa lihat!"


"Tenang aja kan ada aku," jawab Sam sambil tersenyum. Ia pun mulai memasangkan penutup mata ke Salsa.


"Ini mau kemana sih Kak? Masih lama gak?" tanya Salsa penasaran.


"Tenang aja sebentar lagi juga sampai kok. Nah sudah sampai," Sam menghentikan langkahnya yang juga di ikuti oleh Salsa.


"Sekarang kamu boleh buka matanya kalau aku sudah selesai ngitung sampe ke tiga yah," pinta Sam sambil membuka penutup matanya.



Anggap weh seperti ituโ˜๏ธ Males nyari gambar;)


Salsa mulai membuka matanya secara perlahan. Ia melihat keselilingnya sambil menutup mulutnya, "Wah baguss bangettt. Ini Kakak yang buat semuanya?"


Sam menggangguk sambil tersenyum, "Ayo silahkan duduk," pinta Sam sambil menggeserkan kursi untuk duduk Aca. Lalu ia pun ikut duduk di kursi seberang meja di tengah-tengah mereka.


"Kamu suka gak? Maaf yah jelek," tanya Sam.


"Bagus kok Kak, aku sangat suka. Pemandangannya juga sangat indah," sahut Salsa.


"Terimakasih ... Pelayan! Hidangkan semua yang sudah saya pesan!" pinta Sam kepada pelayan restauran tersebut.


"Eh Kak ini sangat sepi banget. Biasanya malam Minggu kan suka rame," ucap Salsa penasaran.


"Aku sudah membooking restauran ini untuk malam ini," jawab Sam santai.


"Hah?! Kakak kenapa pake nge booking segala?"

__ADS_1


'Apapun untukmu pasti aku akan lakuin,' sahut Sam dalam hati.


Sam hanya tersenyum dan tidak lama makanan pun datang dengan sangat banyak.


"Silahkan di nikmati."


"Terimakasih, wah Kak ini banyak banget buat siapa?!" tanya Salsa sambil menatap makanan di depannya sangat banyak dan kelihatannya enak-enak.


"Buat kita berdua, kamu kalau mau habisin semuanya juga boleh Kok," jawab Sam sambil tersenyum.


Salsa hanya tersenyum canggung, lalu ia pun mulai melahap makanannya dengan pelan begitupun dengan Sam.


"Wah ini sangat enak, cobain deh," ucap Sam sambil memberikan sesendok makanan ke mulut Salsa.


Gadis itu menerimanya dengan senang hati, "Ah iyah sangat enak. Semua makannya sangat enak, kapan-kapan aku akan makan di sini deh," ucapnya.


Sam hanya tersenyum sambil mengangguk, lalu mereka kembali melahap makanannya. Hingga beberapa menit kemudian....


Setelah selesai makan, suasana sangat hening. Yang membuat Salsa merasa sangat canggung. Sedangkan Sam ia merasakan dadanya berdebar tak karuan. Pria itu sedang mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaannya.


Ia menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya sejenak. Lalu Sam berlutut di hadapan Salsa yang membuat gadis itu terkejut.


"Kakak ngapain?! Ayo bangun ih ngapain di situ?" tanya Salsa bingung, ia pun langsung berdiri.


Sam menghiraukan pertanyaan gadis itu. Tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dan segera membukanya.



"Aca, aku memang bukan tipe Pria romantis. Tapi jujur saja, aku memang memiliki perasaan kepadamu. Tidak tahu perasaan ini muncul darimana. Aku suka kamu, aku mencintaimu. Tidak tahu perasaanmu kepadaku bagaimana, tapi jujur saja. Aku sangat serius kepadamu, Will you marry me Salsabila Azahra Putri Alexander?" ucap Sam yang membuat Salsa membulatkan matanya.


Salsa menutup mulutnya dengan tangannya. Jujur saja ia sangat terharu, tidak tahu kenapa ia sangat senang sekarang. Dengan hati berdebar kencang dengan perlahan ia mengulurkan tangannya dan ingin mengatakan kata 'yes'.


Ting!


Tiba-tiba terdengar suara pesan masuk dari ponselnya. Kebetulan ponselnya sedang ia genggam. Sebenarnya ia tidak ingin melihat pesan tersebut, namun karena penasaran takut pesan dari orang tuanya Salsa pun memilih untuk melihatnya.


"Ah maaf, sebentar," ucap Salma agak canggung.


๐Ÿ’ŒJangan terima laki-laki itu! Jika kau menerimanya ku pastikan malam ini juga dia tidak akan selamat!


Ternyata itu adalah pesan dari nomor tidak jelas itu. Salsa memilih menghiraukannya, ia pun kembali menatap Sam yang sangat menanti jawabanya.


Dengan hati yang sedari tadi terus berdebar kencang, Salsa berusaha ingin mengatakan 'yes'. Namun tidak tahu kenapa lidahnya terasa kaku untuk berbicara. Ia benar-benar sangat deg-degan sekarang.


Ting! Ting! Ting!


Tiba-tiba pesan dari nomor tidak di kenal itu kembali masuk. Merasa kesal Salsa kembali membuka ponselnya berniat memblokir nomor tersebut. Namun ia malah terdiam melihat isi pesannya.


๐Ÿ’ŒAku tidak pernah main-main Nona cantik ... Apa kau lupa aku selalu mengawasi kalian. Buktinya sekarang aku tahu kalian sedang dimana


๐Ÿ’Œ *mengirim sebuah foto yaitu dirinya dan Sam.


๐Ÿ’Œ Jika kau tetap menerimanya, akan ku pastikan malam ini juga dia tidak akan selamat!


Salsa membaca pesan itu dengan bergetar karena takut akan ancamannya. Ia menatap Sam sendu, di satu sisi ia ingin menerimanya lamaran Sam. Tapi di sisi lain juga ia tidak mau Sam kenapa-napa.


>Bersambung ...

__ADS_1


Tembus 10 komen besok malam lanjut lagi. Kalau enggak, gak di lanjut๐Ÿ˜† Canda guys, gak janji juga;)


__ADS_2