Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 28


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Kamu ini apa-apaan sih? Kalau kamu memang cinta ya kejar dong jangan malah ngandelin Papah," ucap Papahnya Reza.


"Oh jadi Papah gak mau nih, ya udah aku gak percaya. Kalau gitu aku bilangin aja ke Mamah kalau Papah punya anak lagi selain aku dan Rara," ancam Reza sambil tersenyum sinis.


"A-apa m-maksudnya? A-anak Papah cuman kalian doang kok, gak ada yang lain!" sahut Pak Doni gagap yang tidak berani menatap anaknya.


"Kalian siapa maksudnya? Terus Kenapa Papah malah gugup gitu," tanya Reza sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Y-ya kalian, kamu sama Rara. Sudahlah kenapa malah jadi debat gini sih, mending kamu pergi saja. Papah lagi banyak kerjaan," ujar Pak Doni mengalihkan pembicaraan yang menyuruh anaknya untuk pergi dari ruangannya.


"Aku gak akan pergi sebelum Papah jawab permintaanku. Pilih bantuin Aku buat dapetin Salma, atau aku bilangin sama Mamah dan Rara kalau Papah punya anak lagi dari orang lain," tutur Reza.


Pak Doni terdiam sejenak lalu ia mulai membuka suaranya, "Oke kalau memang itu mau kamu, Papah bakal bantuin kamu dapetin Salma. Lagian Papah juga gak punya anak lagi selain kamu sama Rara," sahutnya sambil mendelikkan matanya malas ke arah Reza. "Sekarang apa yang harus Papah lakuin, bilang aja!"


'Aku tau Papah sedang berbohong, terlihat dari gaya ngomong Papah dan ekspresinya yang berbeda. Mana mungkin aku akan percaya gitu aja sama dia.' ucapnya dalam hati sambil tersenyum kecut.


"Kenapa malah bengong? Mau di bantuin gak nih?" tanya Pak Doni membuyarkan lamunan Reza.


"Hmmm," Pria itu mulai mendekat ke arah Papahnya lalu membisikkan sesuatu.


"Gimana Pah?" tanya Reza setelah selesai membisikkan sesuatu.


"Oke Papah setuju, tapi inget. Jangan sampai kamu bilang sama Mamah dan Rara," sahut Pak Doni.


"Gak akan kok Pah."


'Gak akan bilang sebelum aku tahu kebenarannya. Aku yakin pasti Papah menyembunyikan sesuatu,' lanjutnya sambil tersenyum kecut.


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu!" pamit Reza yang langsung pergi begitu saja.


Bruk!


Reza membanting pintu ruangan Papahnya dengan sangat keras, "Kebiasaan, anak itu memang tidak punya sopan santun!" gumman Pak Doni.


"Tapi darimana dia tahu kalau aku punya anak lagi selain dia dan Rara. Kan gak mungkin juga dia nanya soal ini kalau dia gak tau apa-apa," tanya Pak Doni kepada dirinya sendiri.


"Sudahlah gak penting juga."





🍁🍁🍁

__ADS_1


Sore hari pukul 15.45 WIB. Di kantor 'Alexander group' . Di sebuah ruangan terlihat sepasang suami istri yang juga di sebut Bos dan sekretarisnya jika mereka berada di kantor. Kini mereka baru saja selesai bekerja dan berniat untuk pulang. Memang kali ini pekerjaan mereka telah selesai, jadi makanya mereka bisa pulang lebih awal.


Walaupun Salma CEO di kantornya, namun ia juga harus tau aturan. Tidak pulang seenaknya saja dan hanya mengandalkan karyawan.


"Jak, Lo kenapa sih dari tadi diam aja?" tanya Salma kepada Jaka yang memang setelah memberikan Salma pilihan ia tidak lagi berbicara. Palingan bicara juga sekata dua kata nge bahas tentang pekerjaan.


"Hmmm."


Karena kesal pertanyaan tidak di jawab, Salma pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ya memang kebetulan mereka sudah berada di dalam mobil.


"Bentar yah gue mau beli kue dulu buat Oma," ujar Salma yang sudah menghentikan mobilnya di depan toko kue.


Jaka hanya diam tidak merespon, tidak mau ambil pusing Salma pun mulai membuka seatbelt-nya dan bergegas turun dari mobil.


"Kasihan juga, pasti kesel banget saya jadi dingin kayak gini. Tapi gagapa lah, biarin aja biar tau rasa. Semua orang juga punya perasaan kali, jangan seenaknya," ucap Jaka setelah kepergian Salma.


Tidak lama kemudian, Salma pun telah kembali dengan membawa kue yang tadi ia beli. Gadis itu melirik ke arah pria di sampingnya yang masih saja terdiam tidak mau membuka suaranya. Lalu ia kembali melajukan mobilnya menuju kediaman utama keluarga Alexander.


Sekitar lima belas menit kemudian. Mobil yang di kemudi Salma telah berada di depan gerbang kediaman utama keluarga Alexander.


Tin-tin-tin!


Salma membunyikan klakson mobilnya beberapa kali dan tidak lama gerbang pun terbuka. Gadis cantik itu pun kembali melajukan mobilnya dan memasukkan ke garasi rumah.


"Ayo turun," ajak Salma kepada Jaka yang masih terdiam sambil menatap rumah utama keluarga Alexander tidak percaya.


Salma pun bergegas turun dari mobil yang di ikuti oleh Jaka. Tidak lama setelah mereka turun datanglah dua orang penjaga rumah tersebut yang langsung menyambutnya.


"Terimakasih Mang Jangkrik, mang Kodok," ucap Salma sambil tersenyum. Sedangkan Jaka yang sedari hanya membalas dengan senyuman langsung menatap gadis cantik di sampingnya sambil mengerutkan keningnya heran.


"Ah Non masih ingat kita? Kirain enggak," sahut penjaga rumah tersebut.


"Masih dong Mang, masa lupa sih. Oh iyah Mang kenalin ini Jaka, suami Salma. Dan Jaka kenalin ini Mang Deden dan Mang Dadan. Tapi Aku sering panggil mereka Mang Jangkrik dan Mang Kodok, karena mereka kalau lagi kaget lucu banget lho. Latahnya manggil-manggil nama Jangkrik dan Kodok terus," ujar Salma sambil tertawa kecil.


"Non bisa aja, oh iyah kenalin Den nama saya Deden panggil aja Mang Jangkrik seperti Non Salma kalau panggil saya," ucap Mang Deden sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Jaka," sahut Jaka sambil tersenyum dan menerima uluran tangannya.


"Kenalin juga Den, saya Dadan panggil aja Mang Kodok," ucap Mang Dadan yang juga sama sambil mengulurkan tangannya.


Jaka tersenyum sambil menerima uluran tangannya, "Jaka," sahutnya.


"Non pinter banget sih cari pasangan, Non nya cantik dan si Adennya juga ganteng. Udah cocok banget deh, kita do'ain semoga kalian cepet-cepet di kasih momongan yah," ujar Mang Jangkrik dan Mang Kodok yang membuat Jaka dan Salma saling menatap satu sama lain.


Mereka sama-sama terdiam dengan tatapan mata yang masih beradu. Namun tiba-tiba ...


DOR!


"Eh Jangkrik keluar dari mulut Dadan yang bau abis makan pete!" latah Mang Deden yang kaget.


"Eh Kodok terbang ke muka Deden yang jelek kayak muka kuda!" latah Mang Dadan yang juga kaget.

__ADS_1


Mendengar itu Salma dan Jaka langsung menoleh sambil tersenyum.


"Hahahaha, kalian ada-ada saja mana ada Jangkrik keluar dari mulut dan mana ada Kodok terbang. Ha-ha-ha," ucap orang yang tadi mengagetkan Mang Jangkrik dan Mang Kodok sambil tertawa terbahak-bahak.


"Lho ada Non cantik toh, maaf yah Non Bibi gak tau," ujarnya kemudian yang baru nyadar dengan keberadaan Salma dan Jaka.


"Iyah gapapa Bi. Oh iyah Mamah sama Papah dimana Bi?" jawab Salma sambil bertanya.


"Ada di kamar Oma Non."


"Oh ya udah kita masuk dulu yah Bi Sisil, Mang Jangkrik, Mang Kodok," pamit Salma dan juga Jaka yang hanya tersenyum.


'Ternyata dia sopan juga yah, dan bisa akrab begitu lagi sama pembantu dan penjaga rumahnya.' batin Jaka.


"Iyah Non silahkan!"


Pasangan suami-istri itu pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamar atas menuju kamar Omanya.


"Eh sisit ikan, ngapain sih datang tiba-tiba gitu untung kita gak punya riwayat penyakit jantung!" ucap Mang Jangkrik dan Mang Kodok kepada Bi Sisil.


"Biasa aja kali, gitu aja kaget. Non Salma aja tadi biasa aja," sahut Bi Sisil.


"Ya beda dong, kita kan orangnya kagetan!" balas Mang Jangkrik dan Mang Kodok tak mau kalah.


"Udahlah gak usah di bahas, eh itu tadi yang sama Non Salma siapa?" tanya Bi Sisil mengalihkan pembicaraan.


"Oh itu suaminya Non Salma."


"Jadi Non Salma udah menikah? Tapi kok kita gak di undang yah? Bahkan setau kita Oma juga gak tau cucunya udah nikah deh," ujar Bi Sisil.


"Udahlah gak penting juga kita tau semuanya. Biarin aja, kenapa kita yang repot?"


"Hmmm."


Sedangkan di sisi lain. Setelah sampai di depan pintu kamar Omanya Salma mulai membukanya secara perlahan, "Assalamu'alaikum!" ucap Salma dan Jaka.


"Wa'alaikumsalam, eh Salma? Jaka?"


Mereka pun mulai berjalan masuk ke dalam kamar. Salma dan Jaka menciumi punggung tangan Oma dan Mamah Papahnya yang kebetulan ada di sana.


"Oma gimana kabarnya?" tanya Salma kepada Omanya sambil terduduk di bibir ranjang.


Bukannya menjawab Omanya malah menatap ke arah Jaka dengan tatapan tajam. Jaka hanya tersenyum sambil membungkukkan badannya sopan. Namun tetap saja Omanya memberikan tatapan itu kepada Jaka yang membuatnya merasa risih.


Salma yang melihat tatapan Omanya kepada Jaka seperti tidak suka juga merasa risih, "Oma kenapa? Kenalin dia Jaka."


"Jadi ini yang namanya Jaka?" tanyanya Omanya masih dengan tatapan mata yang sama.


Salma dan Jaka hanya mengangguk, "Iyah benar saya Jaka, Oma." ucap Jaka sambil tersenyum.


>Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2