Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 42


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Kamu kenapa?" tanya Jaka khawatir yang melihat istrinya sedang menangis di atas ranjang.


"Gapapa kok, aku cuman terharu aja tadi denger kamu baca Al-Qur'an," jawab Salma sambil tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Udah selesai ngajinya?" tanyanya yang di balas anggukkan kecil oleh suaminya.


"Udah," jawab Jaka singkat.


"Oh iyah kata Papah kita gak usah kerja dulu selama seminggu lebih. Kamu di suruh temenin aku aja di rumah," ucap Salma yang lagi-lagi di angguki oleh suaminya.


"Eh itu," Jaka menunjukkan ke arah kasur yang membuat Salma memicingkan matanya heran sambil mengikuti arah yang di tunjuk olehnya.


"Aduh pake tembus ke kasur segala, mana Bi Inez gak ada lagi. Terus siapa dong yang nyuci sepreinya," gumman Salma bingung.


"Cuci sendiri dong katanya kalau nyuci darah haid itu jangan ngandelin orang, dosa. Apalagi kalau sampai ngandelin orang tua yang nyuci," ujar Jaka.


"Tapi aku kan gak bisa nyuci," sahut Salma lirih.


"Udah mandi gih nanti saya beresin sepreinya. Nanti abis mandi saya bantuin kamu nyuci, sekalian ajarin," ujar Jaka lembut sambil tersenyum.


"Makasih, maaf yah selalu ngerepotin," ucap Salma merasa tidak enak yang di balas senyuman dari suaminya.


***


Usai membersihkan dirinya, seperti yang tadi di katakan. Saat ini Salma sedang di ajarkan suaminya mencuci seprei dan mencuci pakaian bekas mereka. Jaka yang selalu ekstra sabar mengajarkannya tanpa ada emosi sedikitpun. Meskipun istrinya selalu saja tidak benar kalau di ajarkan, ya itu wajar karena memang dimana-mana juga pasti ada tahapnya. begitupun dengan Salma yang baru saja belajar pasti tidak langsung bisa dong.


"Nanti abis ini langsung di Molto aja yah," suruh Jaka di angguki oleh Salma yang masih sibuk membilas pakaian lainnya.


"Ini merasnya bukan gini, sini saya bantuin," ujar Jaka yang melihat istrinya tidak benar memeras pakaiannya yang baru saja di bilas.


Bibir Jaka mengembang membentuk senyuman melihat istrinya yang kelelahan. Ia mendekatinya dan dengan perlahan mengelap keringat yang ada di keningnya. Perlakuan Jaka malah membuat Salma terkejut dan membuat jantungnya kembali nge DJ.

__ADS_1


"Kalau capek istirahat aja, nanti biar saya yang lanjutin," ucap Jaka yang masih mengelap keringatnya lembut.


"Ah gapapa kok, udah nanggung sedikit lagi juga selesai kan tinggal di jemur?" sahut Salma yang di balas anggukkan kepala oleh suaminya.


Tidak mau membuang-buang waktu mereka pun memilih untuk melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai Salma mengikuti suaminya ke taman belakang berniat untuk menjemur pakaian yang baru saja di cuci.


Terdengar suara burung saling bersiul merdu, terik matahari semakin terlihat menandakan bahwa hari sudah menjelang siang.


"Ekhem-ekhem ... Dunia serasa milik berdua yah dari kemarin saya di cuekin mulu!" ujar Pak Mamat baru saja datang entah darimana.


"Romantis banget sih, jemur baju aja pake pegang-pegangan segala. Ekhem ..." sindirnya sambil sesekali berdehem melihat kedua anak muda di hadapannya yang sedang menjemur baju sambil berpegang-pegangan.


Jaka mengernyitkan dahinya heran lalu ia menoleh ke arah tangannya yang sedang memegangi tangan istrinya yang tadi awalnya berniat untuk mengajarkan cara menjemur yang benar.


"Apaan sih Pak, tadi saya cuman lagi ngajarin Salma jemur baju," ucap Jaka sambil melepaskan tangannya.


"Hmm, bilang aja modus!" sahut Pak Mamat.


"Oh iyah mesra-mesraannya nanti aja yah, masih pagi nih jangan bikin para jomblo kepanasan. Mendingan buat sarapan aja deh Non cantik sama Aden ganteng," celetuk Pak Mamat.


Jaka dan Salma yang mengerti maksud Pak Mamat memutar bola matanya malas. Tidak mau meladeni Salma merongoh saku celananya yang kebetulan dompetnya masih ada di sana. Lalu mengambil beberapa lembar uang yang membuat Pak Mamat langsung mengalihkan pandangannya pura-pura tidak melihat sambil bersiul-siul.


"Wah makasih banyak lho Non, padahalkan saya gak minta uang sama Non. Rezeki nomplok ini mah, ehem ... Kalau gitu saya permisi dulu yah Non, Aden. Kalian lanjutin aja mesra-mesraannya, kalau gak ngamar aja sana biar mantep. Tenang aja saya pasti jagain kok, di jamin gak bakal ada yang ganggu," ujar Pak Mamat sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu pergi begitu saja meninggalkan majikannya.


Salma dan Jaka menggeleng-geleng matanya sambil sesekali menghela nafas dan tersenyum melihat tingkah Pak Mamat. "Ada-ada aja yah, bilang aja laper pengen sarapan. Pake ngasih kode segala," gumman Salma.


"Hahaha, iyah ada-ada aja Pak Mamat. Ya udah ayo kita lanjutin," sahut Jaka yang di balas anggukkan kecil. Lalu mereka kembali menjemur pakaiannya.


"Oh iyah nanti siang saya mau ziarah ke makam ibu sekalian nanti pulangnya mau ke pasar belanja bahan-bahan dapur. Kebetulan bahan-bahan udah pada abis juga, mau ikut?" ujar Jaka tiba-tiba..


"Mmm, boleh," jawab Salma singkat.


🍁🍁🍁


Siang hari kini mereka berniat untuk segera pergi ke tempat yang Jaka katakan tadi pagi. Saat ini Jaka sedang duduk di ruang tamu sambil menunggu istrinya yang masih bersiap-siap.


"Ayo berangkat," ajak Salma yang baru saja datang sudah rapi mengenakan celana baggy pants berwarna dusty pink, baju putih polos yang sedikit kebesaran berserta sepatu putih dengan rambut di ikat satu asal serta tas selempang kecil bewarna hitam, lalu polesan make-up tipis di wajahnya yang membuatnya terkesan lebih menarik dan elegan.

__ADS_1


Jaka mengerutkan keningnya heran, "Tumben?" gumamnya yang membuat Salma memicingkan matanya.


"Kenapa?" tanya Salma.


"Tumben penampilannya gak terbuka, kalau kayak gini kan enak di lihatnya. Apalagi kalau kamu berhijab, pasti lebih cantik dan Adem ngelihatnya," sahut Jaka yang memang selama ini istrinya selalu memakai pakaian terbuka seperti dress mini di atas lutut yang membuat Jaka tidak suka melihatnya.


Salma hanya tersenyum tidak menjawab lalu ia menarik suaminya untuk segera pergi. Jaka hanya bisa pasrah dan mengikutinya saja. Pria tampan itu saat ini memakai celana jeans warna hitam dengan sobekan kecil di lutut, baju putih polos serta jaket Levis bewarna hitam yang mengesankan lebih menarik dan terlihat tampan. Pakaian yang Jaka pakai adalah pemberian istrinya dulu waktu mmm ... tak tau kapan itu.


"Eh tunggu-tunggu!" Salma menghentikan langkahnya yang membuat Jaka heran.


Gadis itu menatap dari atas sampai bawah penampilan suaminya, lalu berhenti di bagian paling bawah, "Ya ampun Jaka, kenapa malah pakai sandal jepit swallow sih? Gak banget deh," ucap Salma sambil menepuk keningnya sendiri.


"Emangnya kenapa?" tanya Jaka dengan watadosnya.


"Udah mending tunggu aja di sini, kebetulan ada sepatu anaknya teman Mama yang ketinggalan di sini," ujar Salma yang langsung berlalu meninggalkan suaminya sendirian.


Tidak lama ia telah kembali dengan membawa sepatu bewarna putih yang ia berikan kepada suaminya dan menyuruhnya untuk di pakai. Sedangkan Jaka hanya menurut saja.


"Nah pas kan, kalau gini kan enak di lihatnya," gumman Salma yang melihat suaminya sudah selesai mengenakan sepatu yang ia kasih.


"Ya udah ayo," ajak Salma senang sambil menggandeng lengan suaminya.


"Hah?! Pakai motor butut itu lagi?!" tanya Salma setelah mereka sampai di halaman rumah.


"Mau gimana lagi? Kan mobil kamu masih di bengkel, saya juga masih takut mengemudi gara-gara kejadian waktu itu. Kalau kamu yang nyetir kan gak mungkin, kamu baru keluar dari rumah sakit," ujar Jaka.


"Ya tapi kan---"


"Kali ini aja, nurut sama saya yah. Tempatnya juga deket kan," pinta Jaka rilih.


Salma menghela nafas kasar lalu menganggukkan kepalanya pelan. Jaka hanya tersenyum. Dan mereka pun memilih untuk segera berangkat.


Sepanjang perjalanan Salma terus saja memeluk pinggang suaminya sambil menikmati pemandangan alam yang terlihat lebih indah dan sangat menyejukkan. Dan tak terasa mereka telah sampai di parkiran TPU.


Salma turun dari motor, sedangkan Jaka masih sibuk membuka helmnya sambil men standarkan motornya. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang mencurigakan dengan memakai penutup wajah. Dan ....


"Aaaaaaaaaa! Tolong!" teriak Salma yang membuat Jaka langsung menoleh karena terkejut.

__ADS_1


>Bersambung....


__ADS_2