Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 173


__ADS_3

Sam berdiri di depan pintu kamar mandi sambil terus mengetuk-ngetuk pintu dan meneriaki nama istrinya. Sudah lama wanita itu berdiam diri di kamar mandi yang membuatnya khawatir.


"Sayang buka pintunya! Aku tau kamu sedih, tapi pliss jangan kaya gini!" pinta Sam.


Cklek!


Tak lama pintu terbuka dan keluarlah Istrinya yang berjalan pelan menghampirinya dengan mata yang sembab.


Sam langsung berhambur membawa tubuh mungil wanita itu ke dalam pelukannya. Di peluknya erat sambil sesekali menciumi keningnya.


Perlahan Pria itu mulai melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah istrinya. "Tatap aku honey! Aku tau kamu sedih, bukan hanya kamu saja yang pengen punya anak sayang. Aku juga, aku juga sangat menginginkan keturunan. Kamu jangan terus-terusan sedih seperti ini, kita harus berusaha. Kita harus berjuang sama-sama sayang, aku yakin Allah akan mengabulkan apa yang kita inginkan. Dan untuk sekarang mungkin Allah belum mempercayai kita, semua pasti ada waktunya. Kamu jangan terus-terusan sedih, aku gak mau ada setetes air mata pun yang keluar dari mata indahmu. Kecuali air mata kebahagiaan!"


Cup! Cup!


Sam mengecup kedua mata istrinya yang sedikit berair. Salsa hanya diam dengan mata berkaca-kaca, "A-aku ... Aku takut apa yang di katakan Aqila benar. Aku takut aku mandul dan gak bisa kasih kamu keturunan hikss!" air matanya kembali lolos.


"Hei, kamu jangan bilang kayak gitu! Kita menikah baru lima bulan sayang. Dan semuanya butuh proses, di luaran sana juga banyak yang bertahun-tahun menikah tapi baru di kasih keturunan."


"M-maaf ... Harusnya aku gak seperti ini. Maaf yang gak bisa ngertiin kamu.Maaf aku belum bisa jadi istri yang baik dan maaf sampe sekarang aku belum hamil," lirih Tasya sambil menunduk.


"Kamu itu istri yang paling sempurna bagiku sayang. Aku ngerti, mungkin Allah belum mempercayai kita makanya sampe sekarang kamu belum hamil. Sudah yah sekarang hapus air matamu dan kembali ke ruang keluarga kasihan mereka nunggu lama," Salsa menghapus air matanya sambil mengangguk.


Mereka pun kembali ke ruang keluarga. Terlihat di sana Refan yang sedang jongkok di hadapan istrinya sambil mengajak ngobrol bayi di dalam kandungannya Aqila.


"Ekhem, maaf menunggu lama!" dehem Sam sambil menarik istrinya duduk di sampingnya.


Keduanya langsung menoleh, Refan memilih kembali duduk. Sesekali Pria itu menatap mata Salsa yang sembab. Aqila yang tak sengaja melihatnya langsung berdehem.


"Ehem, gapapa Bang. Oh iyah Kak Salsa maaf yah, aku tadi gak bermaksud buat Kak Salsa sedih. Aku cuman takut aja karena kalian kan nikah udah lama tapi Kakak gak hamil-hamil. Sekali lagi aku minta maaf yah," ucap Aqila yang membuat Salsa mendongak.


"Hmm gapapa, oh iyah katanya kamu mau belajar masak?" tanya Salsa mengalihkan pembicaraan yang hanya di angguki oleh Aqila.

__ADS_1


"Ayo kita ke dapur!" ajak Salsa yang langsung berdiri dari duduknya.


"Honey aku ke dapur dulu yah mau ajarin Aqila masak," ucap Salsa yang di balas anggukan oleh Sam sambil tersenyum.


"Papa aku juga ke dapur dulu yah mau belajar masak sama aunty," ucap Aqila kepada Refan sambil menirukan suara anak kecil.


"Iyah hati-hati yah, kamu jangan terlalu kecapean," sahut Refan sambil mengelus perut istrinya lembut lalu beralih mengelus surai Aqila dan mengecup keningnya.


Keromantisan mereka membuat Salsa merasa sedikit iri. Wanita itu terus menatap perut buncit adik iparnya.


"Kak ayo!" lamunan Salsa buyar saat Aqila sudah berada di sampingnya.


"Ah iyah ayo!" kedua wanita itu pun berlalu pergi menuju dapur meninggalkan suaminya masing-masing yang sedang asyik mengobrol layaknya adek ipar dan Kakak ipar.


"Kamu ingin di ajarin masak apa?" tanya Salsa setelah sampai di dapur.


"Emm yang gampang aja, kebetulan aku lagi pengen nasi goreng capcay plus ayam goreng suwir. Boleh Kak?"


"Oh iyah boleh kebetulan bahan-bahannya lengkap. Bentar," Salsa mengambil beberapa sayuran di kulkas dan ayam yang sudah di bumbuin. "Ini kamu yang gampang aja yah potong-potong sayurannya udah aku cuci kok. Jangan terlalu kecil dan hati-hati potongnya. Aku mau goreng ayamnnya dulu kebetulan ada yang sudah di bumbuin," ujarnya yang di angguki oleh Aqila.


Sedangkan Aqila yang sedari tadi memotong sayuran sambil sesekali melirik Kakak iparnya.


"Eh, duh Kak wortelnya jatuh. Maaf Kak tolong ambilin dong aku susah soalnya kan lagi hamil," ucap Aqila yang membuat Salsa yang sedang meniriskan ayam goreng langsung menoleh.


"Oh iyah sebentar aku ambilin," wanita itu langsung mematikan kompornya dan berjalan mendekati Adek iparnya.


Namun di saat ingin berjongkok Aqila tiba-tiba sedikit menyenggolkan dirinya yang membuat wanita hamil itu terjatuh.


Bruk!


"AHK!" pekik Aqila sambil terduduk di lantai.

__ADS_1


"Aqila!"


Sam dan Refan yang mendengar suara teriakan itu langsung berlari menuju dapur.


"Ahkk, sakittt!" ringis Aqila.


"Aqila kamu kenapa?!" tanya Sam khawatir.


"Sayang, kamu gapapa kan?! Baik-baik aja kan?!" tanya Refan yang tak kalah khawatir sambil membantu istrinya berdiri.


"Honey, ada apa ini? Kenapa Aqila bisa sampe jatuh?" tanya Sam kepada Salsa.


"Tadi ak--"


"Sshhttt, Kakak kenapa sih? Kenapa Kakak dorong aku? Aku kan cuman nyuruh Kakak buat ambilin wortel yang jatuh doang karena aku susah jongkoknya. Tapi kenapa Kakak malah dorong aku? Aku tau Kakak sedih dan pastinya iri gak bisa ngerasain perut buncit sepertiku. Tapi harusnya Kakak gak dorong aku juga itu bahaya buat bayinya!" ucap Aqila yang membuat Salsa tidak percaya. Padahal sudah jelas dia sendiri yang menyenggolnya dan dia sendiri yang sengaja menjatuhkan tubuhnya.


Sedangkan Sam dan Refan yang mendengar itu merasa kaget dan tak percaya.


"Bener yang di katakan Aqila, honey?!" tanya Sam kepada istrinya.


"Enggak! Aku gak mungkin lakuin itu! Tadi ak--"


"Sudah jelas Kakak dorong aku. Tapi masih gak mau ngaku? Apa Kakak dendam sama aku cuman karena perkataanku tadi di ruang keluarga? Hikss padahal aku sangat senang dan sudah anggap Kakak sebagai Kakakku sendiri lho!" potong Aqila sambil menangis.


"Kamu sangat keterlaluan, aku benar-benar kecewa sama kamu! Aku tau kamu sedih dan iri sama Aqila! Tapi harusnya kamu jangan lukai Adekku sendiri! Dia lagi hamil, gimana kalau bayinya kenapa-napa?! Apa kamu mau tanggung jawab hah?!" ucap Sam sedikit membentak.


"T-tapi honey, tolong dengerin penjelasan aku dulu! Kejadian sebenarnya gak seperti ini! Ak--"


"CUKUP TIDAK ADA LAGI YANG PERLU DI JELASIN!"


"K-kamu bentak aku?!" tanya Salsa dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Gadis itu langsung berlari pergi menuju kamarnya meninggalkan mereka bertiga. Sam yang sadar telah membentak istrinya merasa bersalah. Harusnya semarah-marahnya dia gak harus seperti itu.


>Bersambung .....


__ADS_2