
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Gibran terlihat sangat gelisah karena Kakaknya sampai sekarang belum pulang juga. Ia takut terjadi apa-apa dengan Kakaknya, perasaan sekarang benar-benar tidak tenang. Sudah beberapa kali ia menghubunginya, namun hp nya tidak aktif.
Saat ini ia masih menunggunya di ruang keluarga. Sedangkan orang tuanya semenjak Kakaknya pergi juga sudah masuk ke dalam kamarnya, taulah mau apa.
"Gibran, kamu masih di situ? Belum tidur? Ini udah malam lho," tanya Salma yang kebetulan lewat ingin mengambil minum. Memang sekarang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Gibran gak bisa tidur Bun, Gibran gak akan tenang jika Kak Salsa masih belum pulang!" sahut Gibran.
"Apa?!!! Kakak kamu belum pulang?!" tanya Salma yang baru tau jika Putrinya belum pulang, "Kenapa kamu gak kasih tau dari tadi sih," gerutu Salma yang langsung berlari menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Salma langsung membangunkan suaminya.
"Yang bangun!!" Salma menggoyang-goyang tubuh suaminya agar bangun, "Yang ayo bangun!!" ucapnya lagi sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Ada apa lagi sih sayang? Aku capek nih," ucap Jaka masih memejamkan matanya.
"Kamu susah banget sih di bangunin! Ayo kita cari Salsa!" ujar Salma yang membuat Jaka langsung bangun mendengar nama Putrinya.
"Salsa kenapa sayang?!" tanyanya khawatir.
"Dia belum pulang dari supermarket tadi, aku khawatir. Takut dia kenapa-napa," jawab Salma cemas dan tak terasa air matanya menetes karena tiba-tiba merasakan sesak di dadanya.
"Sayang, kamu tenang dulu yah," Jaka memeluk tubuh istrinya sambil mengelus-elus punggungnya mencoba untuk menenangkan.
"Apa Salsa sedang kenapa-napa yah? Kenapa hatiku sakit sekali," rilihnya yang kembali meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Sayang udah yah, aku yakin Salsa baik-baik saja. Ya udah sekarang aku cari Salsa dulu, kamu istirahat saja ini udah malam," ujar Jaka sambil mengelus-elus rambut istrinya dan sesekali mengecupnya dengan penuh kasih sayang. Salma menggeleng dengan cepat.
"Aku mau ikut cari Salsa! Pokoknya aku mau ikut!" pintanya.
Jaka menghela nafas panjang, "Ya udah sekarang kamu pake jaket dulu. Di luar dingin."
Salma hanya mengangguk dan segera mengambil jaketnya. Setelah selesai mereka langsung keluar kamar dan menghampiri Putranya di ruang keluarga yang sedang bolak-balik tidak jelas sambil memainkan handphonenya mencoba menghubungi seseorang.
"Gibran! Gimana Kakak kamu?"
"Ayah? Bunda? Nomornya kak Salsa gak aktif, dari tadi Gibran hubungin susah. Gibran takut Kakak kenapa-napa," sahut Gibran cemas.
"Kita cari Kakak kamu sekarang!" ajak Jaka yang di angguki oleh Putranya. Mereka bertiga pun mulai berjalan keluar rumah berniat untuk mencari Salsa.
Sepanjang perjalanan Gibran terus saja berusaha menghubungi nomor Kakaknya. Namun hasilnya tetap sama, nomor Salsa tidak aktif.
"Coba kamu hubungin Refan," ujar Jaka yang langsung di turuti oleh Gibran.
"Gibran, jaga bicara kamu! Ayah gak pernah ajarin kamu ngomong kasar seperti itu!!" tegas Jaka.
"Maaf Ayah," ucapnya sambil menunduk.
***
Sedangkan di sebuah club malam, terlihatlah Samuel yang sedang meminum beberapa wine.
Setelah menyakiti Salsa tadi gak tau kenapa pikirannya menjadi kacau sekarang. Tangisan dan ringisan gadis itu selalu terngiang-ngiang di pikirannya. Hati kecilnya merasa sangat bersalah sekarang.
"Lo jahat!! Gak punya hati!! Hikss ..." perkataannya tadi selalu menghantui pikirannya.
"Argghhh!! Gadis itu benar-benar membuatku pusing!! Kenapa dia selalu menghantui pikiranku?!" ia mengacak-acak rambutnya lalu melempar botol wine kosong yang di pegangnya.
__ADS_1
>Bersambung ....
Samuel Wijaya 👇
Salsabila Azzahra Putri Alexander 👇
Refan Satria Arsawijaya👇
Gibran Permana Putra Alexander👇
Renata Mahastama👇
Kalau gak cocok ngehayal aja sendiri dah. Males nyari soalnya pinterestnya di hapus. Kalau di google susah nyarinya 👌
Dahlah, pengen makan orang Dosa gak sih?😈
__ADS_1
Byeee, Jan di dengerin. Author lagi badmood, biasalah lagi kedatangan tamu tak di undang pengennya marah" trs🙂