Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 27


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Cklek!


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Dan tampaklah seorang Pria tampan yang terdiam memaku melihat pasutri dadakan itu yang ia kira mereka sedang bermacam-macam.


"S-Salma?" ucapnya yang masih terdiam tidak percaya melihat wanita yang di cintainya sedang bermesraan dengan laki-laki lain.


Sedangkan Salma yang mendengar suara itu langsung menoleh, "R-Reza?" sahutnya yang terkejut dan langsung mendorong tubuh Jaka hingga terjatuh.


"Aww!" pekik Jaka.


Salma tidak menghiraukan itu, ia malah langsung menghampiri pria tampan yang masih terdiam di ambang pintu, "Za ini gak seperti yang Lo pikirkan," ucapnya berusaha untuk menjelaskan.


Reza memutar bola matanya malas, lalu ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Udah jelas-jelas gue lihat sendiri kok Lo lagi mesra-mesraan sama sekretaris baru Lo itu, bahkan sepertinya kalau gue gak ada pasti kalian sudah melakukan hal lebih dari itu. Hmm, gue tau sekarang. Ternyata Lo tolak gue karena ada sekretaris baru ini kan? Iyah kan? Pantas saja, yang gue tahu Lo kan dari dulu gak mau punya sekretaris cowok. Tapi kenapa sekarang mau? Seruangan lagi sama tempat kerja Bos-nya!" tutur Reza sambil melipat kedua tangannya di atas dada.


"Za, Lo apa-apaan sih?! Lo itu salah paham, tadi itu Jaka kesandung jadi jatuh di tubuh gue! Lagian gue tolak Lo karena ada alasannya. Jujur yah sebenernya gue juga suka sama Lo, tapi gue gak bisa terima Lo Za. Gue gak bisa," ujar Salma.


"Apa alasannya Sal? Coba Lo kasih tau gue!" ucap Reza.


"Maaf Za, tapi gue gak bisa kasih tau Lo sekarang," sahut Salma.


"Alah bilang aja kalau Lo sebenarnya gak suka sama gue. Tapi karena Lo gak enak tolak gue, jadi Lo bilang sebenernya suka sama gue dan Lo tolak gue karena ada alasannya yang sampai sekarang Lo gak mau kasih tau ke gue alesannya apa!" ujar Reza lagi masih melipat kedua tangannya di dada. Lalu ia tidak sengaja melihat sebuah cincin nikah di cari manis Salma.

__ADS_1


Reza mengerutkan keningnya heran, setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke jari manis Jaka yang juga memakai cincin yang sama dengan Salma.


'Kenapa mereka memakai cincin yang sama? Hmm, gak bisa di biarin pasti ada apa-apanya nih!' batin Reza.


"Za, Lo kenapa malah diam aja sih?" tanya Salma membuyarkan lamunan Reza.


"Lo yang kenapa gak jawab pertanyaan gue?! Udah ah gak penting juga gue di sini, kalian lanjutkan saja!" ucap Reza yang langsung pergi begitu saja.


"Rez, tunggu dulu! Lo mau kemana?" Salma berusaha mencegah Reza pergi, namun tidak bisa.


"Argghhh!" Salma mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Udah masalah Oma, masalah kerjaan, dan sekarang Reza!" umpat Salma kesal sambil mengusap wajahnya kasar.


Jaka yang sedari tadi hanya diam langsung menghampirinya, "Sal, maafin saya yah. Gara-gara kehadiran saya kamu jadi seperti ini. Saya tahu saya ini nyusahin, saya hanya bisa ngerugiin orang lain. Saya benar-benar minta maaf yah, jika saja ibu tidak minta kita untuk menikah pasti kamu gak akan seperti ini. Pasti kamu bakal bahagia sama orang yang kamu cintai," ujarnya sambil menundukkan kepalanya.


"Lo ngomong apaan sih, udah ah jangan buat gue tambah pusing. Sekarang lanjutkan kerjanya!" sahut Salma.


"Hmm, pikirkan pilihanmu dari sekarang dengan sangat matang. Jika sudah memikirkannya kamu tinggal katakan saja pada saya, pilih saya pergi dari kehidupanmu dan kembali bersama lelaki yang kamu cintai itu atau membiarkan saya masuk ke dalam hidupmu dan mencoba untuk melupakan orang yang saat ini kamu cintai? Inget itu, saya kasih waktu kamu sebulan untuk menjawab pilihan itu!" ucap Jaka memberikan pilihan yang membuat Salma semakin pusing. Jaka pun mulai melangkahkan kakinya menuju tempat kerjanya.


'Gini-gini juga gue masih ingat Allah kali, gue tahu Allah sangat membenci perceraian. Dan pastinya Papah juga gak bakal setuju kalau gue cerai sama si Jaka. Apalagi Oma juga udah tahu kalau gue nikah sama anaknya Bi Ipah, dan sekarang belum apa-apa sudah minta cicit segala lagi. Tapi di satu sisi gue juga ingin hidup bahagia bersama orang yang gue cintai, dari dulu gue sangat mengharapkan Reza untuk menembak gue dan sekarang dia udah nembak tapi gue malah udah nikah sama orang yang sama sekali gak gue cintai. batin Salma.


Salma menoleh, lalu menatap wajah tampan Jaka dengan sangat dalam. 'Dia ganteng tapi sayang gue gak mencintainya, gak tau kalau nantiπŸ˜‚'


🍁🍁🍁


Sedangkan di sisi lain. Setelah keluar dari ruangan Salma, Reza bergegas pergi menuju kantor Papahnya dengan perasaan kesal. Ia benar-benar perasaan dengan laki-laki yang wajahnya sekilas hampir mirip dengan wajah Papahnya.

__ADS_1


Di kantor 'Djaya group'


Reza telah sampai di kantor Papahnya, ie berjalan menuju ruangan Papahnya dengan wajah masih terlihat sangat kesal.


Cklek!


"Pah, Reza mau tanya sesuatu sama Papah!" ucap Reza tiba-tiba.


"Ada apa sih Reza? Masuk gak ketuk pintu dulu, terus tiba-tiba sewot gitu. Mau nanya apa sih kayaknya serius banget? Itu lagi wajahnya kenapa di tekuk gitu?" tanya Papahnya.


"Reza mau tanya serius yah Pah. Papah sebenarnya pernah nikah gak sih sebelum sama Mamah, dan apakah Papah punya anak selain aku sama Rara?" tanya Reza serius.


Deg!


Pertanyaan Reza membuat Papahnya langsung terdiam seribu bahasa, 'Kenapa Reza bisa tanya soal itu? Memang dulu aku pernah menghamili seorang wanita, tapi aku gak bertanggung jawab dan malah pergi meninggalkannya menikah dengan orang lain. Sampai sekarang aku pun gak tau dia menggugurkannya atau tidak, kalau memang dia tidak menggugurkannya pasti sekarang anaknya sudah seumuran Reza,' batinnya sambil mengingat masa lalunya.


"Pah, aku lagi tanya serius sama Papah. Papah kenapa malah diam aja sih, oh apa jangan-jangan benar dugaanku. Papah pasti benar-benar punya anak lagi selain aku sama Rara kan? Iyah kan? Kemana dia sekarang Pah?"


"Reza kamu apa-apaan sih, P-papah g-gak mungkin punya a-anak lagi selain kamu sama Rara. Papah hanya punya kalian saja, dan Papah juga sangat menyayangi kalian," ungkap Papahnya Reza berbohong sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Benarkah? Kalau gitu coba Papah buktikan," ucap Reza.


"Papah harus ngapain?"


"Papah tau kan aku sangat mencintai Salma, tapi sekarang dia malah menolaknya. Jadi Papah harus bantuin aku buat dapetin Salma. Papah deket sama Tuan Devan Alexander kan? Kalau Papah berhasil bantu aku buat dapetin Salma, aku bakal percaya sama Papah," ujar Reza.


>Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2