
Bubur sumsum dalam gelas
Assalamu'alaikum guys .....
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
DORRRR!!!
"Eh Kodok di makan Jangkrik!" kaget dan latah Salsa.
"Hahahaha ...."
"Astagfirullah, Gibran ngagetin aja! Lagian kamu dari mana aja sih?! Lama banget!" gerutu Salsa kesal.
"Hehehe, maaf Kak. Ini aku tadi beliin es krim buat Kakak," Gibran mendudukkan dirinya di samping Salsa sambil memberikan salah satu es krim yang ia pegang.
"Beli es krim aja lama banget," kata Salsa sambil mengambil es krim tersebut.
"Ya maaf Kak, ngantri soalnya. Agak jauh juga aku belinya," sahut Gibran.
Salsa hanya mengangguk, lalu ia memilih untuk segera melahap es krimnya. Begitupun dengan Gibran, ia memakan es krim sambil tersenyum-senyum sendiri menatap Kakaknya gemas.
"Kenapa kamu?" tanya Salsa sambil mengerutkan keningnya.
"Kakak makan es krim kayak anak kecil aja. Sampe belepotan kayak gini," ucap Gibran sambil mengelap bekas es krim yang ada di sudut bibir Kakaknya.
Salsa terdiam mendapatkan perlakuan manis Adiknya.
"Mmm, Kak?!"
"Ya, kenapa?" sahut Salsa.
Gibran merubah posisinya seperti semula, "Aku mau tanya, siapa yang ngerjain Kakak tadi di sekolah? Gak mungkin juga kan terkunci gitu aja di toilet? Kenapa juga tadi baju Kakak sampe basah?" tanyanya yang membuat Salsa terdiam.
"Kak! Jawab!!! Siapa yang udah jahatin Kakak?! Bilang sama aku Kak?!" tanya Gibran lagi sedikit meninggikan suaranya.
"K-kamu bentak Kakak?" tanya Salsa sambil menundukkan kepalanya.
"Eng-enggak gitu Kak. Aku tadi gak sengaja," ucap Gibran dengan perlahan menarik tubuh Salsa ke dalam pelukannya.
"Maafin aku Kak, aku kayak gini karena sayang sama Kakak. Aku gak mau Kakak kenapa-napa, aku juga gak akan tinggal diam jika ada orang yang nyakitin Kakak. Aku udah janji sama Ayah Kak, aku bakal selalu lindungin Kakak. Walaupun aku Adik Kakak, tapi sebagai laki-laki tetap saja aku harus bisa jagain Kakak perempuannya," ujar Gibran panjang lebar.
__ADS_1
Tak terasa air mata Salsa menetes, ia menangis terharu di pelukan Adiknya.
"Kakak kok nangis? Sekali lagi maafin Gibran yah," Gibran merasa sangat bersalah.
"Kamu gak salah kok, maafin Kakak juga karena dulu pernah membencimu dulu. Walaupun Kakak sering cuek dan dingin sama kamu. Tapi kamu selalu saja baik dan perhatian, makasih yah. Sekali lagi maaf," ujar Salsa yang memang pas Gibran kecil ia pernah membencinya karena merasa iri.
"Udah ah gak boleh nangis lagi nanti jelek, ada ingusnya tuh. Aku gak mau deket sama Kakak lagi ah, ingusan!" ledek Gibran langsung berdiri yang membuat Salsa langsung mengelap hidungnya yang ternyata tidak ada ingusnya.
"Gibran! Kamu bohongin Kakak yah?!" tanya Salsa kesal yang juga langsung ikut berdiri.
"Aku gak bohong Kok, Kakak emang ingusan. Hahaha ingusan," ledeknya lagi yang langsung lari sebelum singa betina ngamuk.
"Gibran, awas aja yah kamu kalau ketangkap!" teriak Salsa sambil berlari mengejar Adiknya.
"Wlek ... Coba aja kalau bisa!"
Mereka pun main kejar-kejaran hingga tak terasa sudah sampai rumahnya. Gibran masuk ke dalam ruang keluarga yang di ikuti oleh Salsa. Terlihat Salma yang sedang bermesraan dengan suaminya.
"Gibran! Salsa! Ada apa ini?!" tanya Salma heran yang melihat anak-anak sedang kejar-kejaran sambil mengelilingi sofa yang sedang mereka ia duduki bersama suaminya.
"Ayah, Bunda jangan dekat-dekat dengan Kak Salsa! Ingusan!" kata Gibran yang membuat Salsa semakin kesal.
"Gibran!! Awas aja yah kamu!!" teriak Salsa kesal.
"Udah-udah, ayo sini duduk!" pinta Jaka yang membuat mereka langsung nurut.
"Ayah udah pulang?" tanya Salsa sambil menyalami tangan Ayah Bundanya yang di ikuti oleh Gibran.
"Iyah, kalian abis darimana? Kenapa malah main kejar-kejaran? Kayak anak kecil aja," tanya Jaka.
"Gibrannya tuh Ayah, ngeledekin mulu!" adu Salsa.
"Emang bener kan Kakak ingusan, wlek ..." sahut Gibran.
"Udah-udah mendingan sekarang kalian ke kamar gih istirahat. Ayah sama Bunda mau ngobrol dulu," ujar Jaka yang membuat Salma memutar bola matanya malas.
Salma bilek: Bilang aja mau mesra-mesraan gak mau di ganggu anak-anak;(
Salsa dan Gibran pun hanya menurut, mereka melangkahkan kakinya menuju kamar masing-masing.
"Sayang," panggil Jaka manja sambil memeluk tubuh istrinya dan meletakkan wajahnya di ceruk leher Salma.
"Kenapa sih? Jangan kayak gini, risih tau!" sahut Salma sambil mencoba mendorong wajah suaminya.
__ADS_1
"Kamu yang kenapa? Aku pulang cepat karena kangen sama kamu lho. Tapi kamunya malah gini," ucap sambil memanyunkan bibirnya.
"Ih gelayy tau gak! Inget umur, anak udah pada gede masih aja manja," ucap Salma.
"Biarin, manja sama istri sendiri emang gak boleh?" tanya Jaka sambil kembali menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya.
"Terserah kamu aja deh, aku mau tidur dulu sebentar. Capek banget," ucap Salma sambil memejamkan matanya.
"Sayang, kok malah tidur sih. Sayang!" panggil Jaka.
"Hmm."
"Yang, bangun!" panggil Jaka lagi.
"Hmm," Salma masih setiap memejamkan matanya.
"Sayang ih," panggil Jaka kesal sambil menggigit kecil leher istrinya yang membuat Salma langsung terbangun.
"Ahkk! Apaan sih?! Biarin aku tidur bentar aja, capek banget," ucap Salma merasa lelah.
"Emang kamu abis ngapain sih? Tadinya aku mau makan," sahut Jaka masih setia memeluk tubuh mungil yang selalu membuatnya nyaman.
"Aku abis beres-beres rumah, nyuci, masak, emang kamu pikir aku di rumah diam aja. Ya udah kalau mau makan mandi aja dulu, nanti aku siapin," ujar Salma.
"Kamu sih kan udah aku bilang sewa pembantu. Aku gak mau mandi dulu," sahut Jaka.
"Hmm, ya udah ayo langsung ke meja makan aja," ajak Salma.
"Aku gak mau makan di meja makan," ucap Jaka yang membuat Salma kesal.
"Terus maunnya di mana?" tanya Salma kesal, tapi masih mencoba sabar.
"Di kamar," jawab Jaka cepat.
"Ya udah aku ambil dulu makanannya. Kamu minggir dulu," ucap Salma.
"Tidak perlu sayang, makanannya sudah ada di hadapanku. Ayo langsung ke kamar aja!" ajak Jaka yang langsung menggendong tubuh istrinya.
"Ih turunin! Maksud kamu apa sih?!" Salma masih belum mengerti maksud suaminya.
"Masa kamu gak ngerti sih sayang? Maksud aku, makan siang aku hari ini adalah kamu. Aku ingin memakanmu sekalian membuat Adek buat Salsa dan Gibran," ujar Jaka sambil tersenyum smrik dan mengecup sekilas kening istrinya yang masih bengong.
"Ih Jaka! Mesum banget sih, turunin!!!"
__ADS_1
>Bersambung ....