
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Kini mereka pun telah sampai di sebuah rumah. Dengan langkah berat Rere mulai mengikuti kedua orang tuanya berjalan menuju pintu rumah tersebut.
Ting-tong!
Terdengar suara bell rumah yang di pencet oleh Rafael. Dan tidak lama pintu pun terbuka, terlihat sepasang suami-istri keluar dengan senyuman mengembang di bibirnya.
"Ah kalian sudah datang!"
"Hai Dar," sapa Rara yang langsung cipika-cipiki dengan perempuan yang bernama Dara.
"Hai Bro, sudah gue bilang biar kita aja yang ke sana. Tapi kalian malah ngeyel pengen ke sini," ujar laki-laki bernama Davin sambil menepuk pundak Rafael.
"Gapapa, rumah Lo bagus adem banget. Jadi betah gue, makanya pengen ke sini," sahut Rafael. Mereka sibuk masing-masing hingga melupakan Rere yang sedari tadi hanya diam di belakang orang tuanya.
"Gak di kasih masuk nih?" sindir Rafael.
"Oh iyah lupa, ayo silahkan masuk," ujar Dara mempersilakan mereka masuk.
"Ayo sayang, kamu jangan diem aja!" ajak Rara sambil menarik lengan Putrinya.
Setelah sampai di ruang tamu, mereka langsung mendudukkan dirinya masing-masing. Rere duduk di samping Maminya dengan terus menundukkan wajahnya.
Rasanya sekarang juga ia ingin cepat-cepat pulang dan merebahkan tubuhnya di kasur empuknya. Jujur saja ia benar-benar belum siap untuk bertemu dengan calon suaminya. Ia juga belum siap menikah, ia takut jika laki-laki itu bukan Cowok baik-baik. Lagian ia juga masih muda dan masih kuliah.
"Tuan, Nyonya silahkan di minum ..." ucap Bi Ijah pembantu di sana sambil meletakkan beberapa minuman dan camilan.
__ADS_1
"Ayo di minum, jangan malu-malu di sini mah. Anggap aja rumah sendiri," ujar Dara.
"Ya udah gue minum yah, kebetulan lagi haus," ucap Rafael dengan tidak malunya langsung mengambil minuman dan beberapa cemilan.
"Jangan malu-maluin!" bisik Rara sambil mencubit kecil perut suaminya.
"Aww! Kenapa emangnya? Yang punya rumahnya sendiri yang nyuruh. Iyah gak Dar, Vin?" ujar Rafael sedikit kencang sambil bertanya kepada Dara dan Davin.
"Iyah gapapa Ra, sans aja. Oh iyah ini anak kamu Ra?" tanya Dara sambil menunjuk Rere.
"Ah iyah lupa, kenalin ini Putriku. Sayang ayo kenalin diri kamu jangan diem aja kayak gitu!" Rara menoel Putrinya sambil berbisik.
Rere menghela nafas lalu mendongakkan wajahnya sambil tersenyum ke arah mereka, "Hallo Om, Tante, kenalin aku Renata panggil aja Rere," Davin hanya mengangguk sambil tersenyum. Namun tidak dengan istrinya.
"Ah hai, calon mantuku imut sekali!" sahut Dara gemas sendiri melihat Rere tersenyum.
"Anakku emang imut, haha. Anakmu mana?" tanya Rara sambil celingak-celinguk.
"Bentar aku panggillin dulu," Dara menghela nafas panjang bersiap-siap untuk memanggil anaknya. Dan ... "KELVIN!!! KAMU SEDANG APA, AYO CEPAT TURUN!!!" teriaknya yang membuat semuanya langsung menutup telinga.
"Dia mah emang gitu, sampai budeg kuping gue juga tiap hari denger suara cemprengnya!" sahut Davin yang langsung dapat tatapan tajam dari istrinya.
"Gak dapat jatah dua bulan!!" ketusnya yang membuat wajah Davin langsung memelas.
"Hahahaha, yang sabar yah Bro. Lo harus tahan, puasa dulu selama dua bulan!" ledek Rafael.
"Sialan Lo!"
"Maaf semuanya saya terlambat," ucap seorang Pria muda yang baru saja saja datang.
Sontak semuanya langsung menoleh, termasuk Rere yang juga ikut menoleh. Ia terdiam seketika melihat Pria di hadapannya.
__ADS_1
Pria itu hanya memakai pakaian simple namun terlihat elegan. Ia memakai celana jeans putih, sepatu putih dengan baju hitam polos dan jam tangan melingkar di lengannya. Gaya rambut rapi, sebelah tangan di masukkan ke saku celana membuatnya terlihat cool.
"Abis ngapain sih lama banget, ayo sini duduk!" ucap Mommy-nya yang di angguki oleh Pria yang bernama Kelvin tersebut.
"Kita mulai saja, jadi di sini pasti kalian sudah tahu kan maksudnya mau apa?"
Rere sedari tadi masih fokus melihat ke arah calon suaminya. Dan tanpa di sengaja juga Kelvin melihat ke arahnya. Pandangan mereka saling bertemu, hingga beberapa menit kemudian langsung mengalihkan pandangannya masing-masing.
"Ekhem, to the poin aja sebenernya kami sudah sepakat akan menjodohkan kalian. Kelvin dan Rere apa kalian setuju?!" tanya Davin sambil menatap Putra dan calon menantunya bergantian.
Rere hanya terdiam tidak menjawab, sebenarnya ia masih sedikit ragu. Namun tidak dengan Kelvin, ia terlihat sangat santai dan dengan mudahnya berkata.
"Hmm, kapan pernikahannya?" tanyannya sedikit dingin.
"Sebulan lagi mungkin, apa kalian setuju?" jawab Davin santai.
"Kita sih setuju-setuju aja!"
"Apa?! Kenapa cepet sekali! Mi, Pi, Rere kan masih kuliah!!" protes Rere sambil menatap orang tuanya dengan wajah memohon agar pernikahannya di undur setelah ia lulus nanti.
"Jangan membantah sayang, lebih cepat lebih baik bukan!" ujar Maminya.
"Tapi Mi--"
"Kakak li-hat ... A-ada apa ini?! K-kenapa rame sekali?" tanya seorang gadis yang tiba-tiba saja datang sambil menatap mereka bingung.
"Ada apa Mom, Dad? Kak?" tanyanya lagi yang langsung mendapat tatapan tajam dari mereka. Bagaimana tidak gadis itu keluar dengan memakai baju tidur Doraemon dengan rambut acak-acakan.
Deg!
__ADS_1
'K-kakak?' batin Rere bingung sambil menatap intens gadis di depannya.
>Bersambung ....