Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 92


__ADS_3

Bubur sumsum dalam gelas


Assalamu'alaikum guys .....


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Keesokan harinya, di kampus Garuda. Salsa mulai menjauh dari Refan, ia tidak mau terjadi hal buruk lagi dengan dirinya. Ancaman dan perlakuan Clara kemarin selalu terngiang-ngiang di kepalanya.


"Haii," sapa Refan yang tidak di balas oleh Salsa, gadis itu hanya cuek dan berlalu pergi.


'Ckk, gak bisa di biarin! Ini pasti gara-gara Clara!' batin Refan.


Refan berjalan menuju sebuah kelas yang dimana Clara berada. Ia menghampiri wanita itu dengan perasaan kesal.


"Clara! Ikut gue!!" ajaknya sambil menarik lengan Clara kasar.


"Ahkk sakit! Kamu mau bawa aku kemana?"


"Ikut aja!" Refan membawa Clara ke belakang kampus.


"A-ada apa?" tanya Clara takut dengan tatapan tajam pria di hadapannya.


"Lo yang kunciin Salsa di toilet kan kemarin?!!" tanya Refan.


"B-bukan, bukan aku!" jawabnya gugup sambil menggelengkan kepalanya.


"Ngaku aja Lo!!"


"Oke, kalau emang iyah kenapa?! Lagian kamu ngapain sih deket-deket sama cewek lumpuh itu! Gak level banget!" ucap Clara sedikit meninggikan suaranya.


"Ckk, Lo ngerusak rencana gue tau gak?" sahut Refan yang membuat Clara bingung.


"R-rencana apa?"


"Gue ngedeketin dia karena ada alasannya!" jawab Refan.


"Alasan apa?"

__ADS_1


"Gue di kasih tantangan sama Ciko buat dia jatuh cinta selama sebulan. Kalau udah cinta gue bakal jauhin dia. Jadi Lo jangan gangguin dia lagi," ujar Refan.


"Ckkk, lagian kamu mau aja sih terima tantangan konyol seperti itu?"


"Gue kagak mau jadi pecundang! Udahlah lagian sekalian hiburan juga mainin perasaan cewek. Ingat yah, jangan lagi Lo gangguin dia!" jawab Refan sambil kembali mengingatkan Clara.


"Oke, tapi ada syaratnya," ujar Clara yang membuat Refan mengerutkan keningnya.


"Apa syaratnya?"


"Kamu harus balikan sama aku," jawab Clara.


"Oke deal, tapi Lo jangan pernah samperin gue di saat sedang bersama Salsa," pinta Refan yang hanya di angguki oleh Clara yang sedang bergelayut manja di lengan Refan.


.


.


.


🍁🍁🍁


Setelah kejadian Refan meminta Clara untuk tidak menggangu Salsa. Refan mulai mencoba untuk mendekati Salsa kembali, sama seperti dulu. Awalnya Salsa sangat susah di dekati, namun lama-lama mudah juga.


Dan benar saja, Clara sama sekali tidak menegur Salsa jika ia dekat dengan Refan. Tanpa ada yang mengganggu kini hubungan Refan dan Salsa semakin dekat.


Refan selalu baik kepada Salsa, ia yang mengantar jemput Salsa jika ngampus. Selalu mengajaknya jalan jika weekend. Bercanda bareng, hingga membuat Salsa berhasil jatuh cinta kepadanya.


Namun tanpa Refan sadari, ternyata ia juga memiliki perasaan kepada Salsa. Gadis itu yang selalu membuatnya nyaman, yang selalu mengajarkannya menjadi Pria yang lebih baik lagi, senyuman dan tawa gadis itu yang selalu membuatnya bahagia.


Hingga Refan melupakan tujuan awalnya yang hanya ingin mempermainkan perasaan Salsa. Ia sudah tidak peduli lagi dengan pertaruhan konyol dari Ciko.


"Hahahaha, Refan ih geli! Hahahaha."


Kini terlihatlah Refan yang sedang menggelitiki Salsa karena sudah berani jahil kepadanya.


"Lagian salah sendiri, siapa suruh jahilin aku pas lagi tidur. Pake di coret-coret segala lagi wajahku yang paling tampan ini," ujar Refan masih saja menggelitiki perut Salsa.


"Hahaha, lagian kamu juga katanya mau belajar bareng. Tapi malah tidur, hahahaha ampun!" sahut Salsa yang memang saat ini mereka sedang belajar bersama di taman dekat danau.

__ADS_1


Refan menghentikan aksinya karena merasa kasihan, "Hehe, aku kan ngantuk."


"Auk ah kamu mah, ya jangan di gelitiki juga kali. Capek nih aku, sampe sakit perut," ucap Salsa sambil cemberut.


'Aku baru sadar, makin hari Salsa makin imut aja,' gumann Refan dalam hati.


"Jangan marah lagi dong Sa, aku traktir es krim sama coklat deh. Mau gak?" bujuk Refan.


"Wah, ya udah ayo kita beli," sahut Salsa langsung merubah ekspresi cemberutnya.


Drrtt-drrtt-drttt!


Tiba-tiba terdengar suara dering panggilan masuk dari ponsel Refan.


"Eh bentar aku angkat telfon dulu," ucap Refan sambi merongoh saku celananya.


'Ciko? Ngapain dia nelfon?' tanyanya dalam hati.


Tanpa berpikir panjang Refan langsung mengangkat telfon tersebut.


Call on.


"Hallo?!"


"Temui gue di di cafe xxx sekarang juga!" pintanya yang langsung mematikan telfon secara sepihak.


Tut-tut-tut!


"Hallo?! Ciko?! Ckkk!"


"Ada apa?" tanya Salsa sambil mengernyitkan dahinya.


"Sa, aku duluan yah. Maaf gak bisa traktir kamu hari ini, nanti kapan deh. Gapapa yah?" ujar Refan yang di angguki oleh Salsa.


"Dah, aku pamit yah. Kamu tau jalan pulang kan?" tanya Refan sambil mengelus rambut gadis itu.


"Ya tau lah, ya udah sana!" sahut Salsa.


>Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2