
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Di sebuah markas terlihat suana sangat tegang. Para Mafioso yang menunduk takut karena Tuannya baru saja tiba dengan wajah yang terlihat marah.
"Dimana orang itu?! Apa kalian sudah menemukannya?!" tanyannya dingin dengan menatap tajam satu persatu anggotanya.
"M-maaf Tuan, kami tidak berhasil menemukannya. Dia tidak ada di markasnya dan sangat susah di cari," sahut mereka.
"DASAR TIDAK BECUS!!" bentaknya sambil menendang sebuah kursi yang ada di sana. Sedangkan para Mafioso hanya menunduk takut.
"Apa kalian tahu orangnya?!" tanyanya kemudian dengan wajah dingin.
"I-ini Tuan," salah satu hancker handal kepercayaannya memberikan komputer. Menunjukkan foto seseorang, "Hasil dari yang saya cari, pemilik markas itu bernama Refan. Dia kuliah di universitas Garuda milik Tuan yang beberapa bulan yang lalu Tuan beli," jelasnya.
"Hmm, bukannya dia yang pernah ambil pelangganku dulu! Beraninya dia ingkar janji, kenapa sekarang malah buat masalah lagi! Terus selidiki! Jika tidak berhasil juga, culik saja orang yang dekat dengannya! Pokonya orang yang dia sayang!" pintanya.
"Baik Tuan!"
***
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, selesai makan malam. Salsa pamit kepada orang tuannya berniat untuk keluar sebentar. Malam-malam begini ia terpaksa keluar karena berniat membeli sesuatu yang sangat ia butuhkan.
"Ayah, Bunda! Salsa keluar sebentar yah," pamit Salsa kepada Ayah Bundanya yang sedang berada di ruang keluarga bersama Gibran juga.
"Mau kemana Kak? Mau Gibran antar?" tawar Gibran.
"Gak usah, Ka--"
"Hmm, Gibran lupa. Kakak kan sekarang punya asisten yang selalu antar jemput jika mau kemana-mana," sindir Gibran.
"Siapa maksud kamu?"
"Siapa lagi kalau bukan Refan!" jawab Gibran sambil memutar bola matanya malas.
"Tap--"
"Ya udah kalau gitu Salsa pamit dulu yah, Assalammu'alaikum!" pamit Salsa sambil menyalami tangan kedua orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam, jangan malam-malam pulangnya!"
"Iyah Ayah, aku nanti langsung pulang kok," sahut Salsa yang langsung berlalu pergi.
Ia menghampiri Pak Jay untuk mengantarnya. Namun ternyata dia sedang tidur, karena kasihan Salsa pun memilih untuk memesan ojek online. Walaupun masih bisa minta tolong kepada Gibran atau Ayahnya untuk mengantarkannya. Namun karena tidak mau merepotkan, ia memilih untuk naik ojek saja.
__ADS_1
***
Balik lagi markas tadi, setelah sakitar satu jam menyelidiki semuanya. Akhirnya mereka berhasil mengetahui tentang siapa yang sedang dekat dengan Refan.
"Bagaimana? Apakah berhasil!" tanya Tuan mereka dingin.
"Saya hanya mengetahui jika dia sedang dekat dengan seorang gadis bernama Salsa! Dia juga sama kuliah di universitas Tuan. Mereka saling suka," ujar hancker itu yang memang sudah menyelidiki sampe sejauh itu.
"Hmm, lacak keberadaannya sekarang!"
"Baik Tuan tunggu sebentar, saya akan melacaknya," ucapnya sambil mengutak-atik komputer kesayangannya. Ia mencari media sosial milik Salsa, mengambil nomor telfonnya dan segera melacak keberadaannya. Kira-kira begitulah, dan tidak sampai lima menit ia sudah berhasil menemukannya.
"Gadis itu sedang berada di sebuah supermarket. Dia sendirian," ucapnya yang membuat Tuannya tersenyum smrik.
"Bagus, akan lebih mudah untuk menculiknya. Lima orang dari kalian, sekarang juga culik dia!!" suruhnya yang langsung di turutin oleh anak buahnya.
***
Setelah selesai membeli sesuatu yang di butuhkannya. Kini Salsa sedang menunggu taksi atau ojek yang lewat. Namun karena lama ia berniat untuk memesan online. Tapi tiba-tiba saja ada sebuah mobil hitam berhenti di depannya.
Keluarlah dua orang lelaki berjalan menghampirinya yang membuat ia mundur ketakutan. Di saat Salsa ingin berbicara tiba-tiba saja mereka mendekat dan langsung membiusnya.
"Sia--- Mmm."
__ADS_1
Mereka langsung membawa Salsa yang sudah tak sadarkan diri.
>Bersambung .....